Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
46. Busan 2


__ADS_3

Kamar jimin arra tengah berkutik lagi dengan pakaian yang tentu milik jimin,


Sedangkan jimin tengah menyisir rambutnya setelah usai memakai baju.


Mereka sama sama diam, entah harus berkata apa. Sampai suara pintu terbuka mengalihkan pandangan keduannya dari aktivitasnya


"Sayang....ku harap kau tidak berlama lama disana"ย  ucap seulgi memeluk jimin


"Tidak sayang...aku hanya pergi tiga hari ..jika sudah pulang aku akan menganti kerinduannya."'


Ucap jimin membalas pelukannya


"Jinjaneo" ucap seulgi dan mendapat anggukan senyuman dari jimin


"ku harap kau kau slalu ingat dengan aju dan anakmu" seulgi.mengelus perutnya yang belum buncit itu,jimin pun ikut melakukannya


"Pastii...aku tak sabar untuk menunggu enam bulan lagi, dan nanti aku akan menjadi ayah" ucap jimin tersenyum memeluk kembali seulgi serta mencium keningnya


Arra yang berada disana merasa asing, seperti nyamuk yang tak bisa menganggunya hanya melihatnya dengan tatapan iri, sampai ia merasa muak ia keluar dari kamar itu , untung saja pakaiannya selesai di bereskan..


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Setelah berjam jam melakukan perjalanan ke busan akhirnya jimin dan seulgi sampai di rumah orang tuanya yang ditinggal kan halmoeninya


Jimin menurunkan koper lalu berjalan di belakang arra yang pergi duluan menuju pintu masuk


Ditekan bell rumah bebarapa kali sampai akhirnya yang empunya membuka kan pintu dan berteriak histeris


"Arra...." ucap nyonya aru (ibu dari arra)


Keduannya saling berpeluk, sedangkan jimin hanya tersenyum melihatnya


"Eomma apa kabar dengan mu" ucap jimin


"Aku baik,, bagaimana dengan kalian" tanya balik nyonya aru


"Kami baik..lama tidak bertemu" timpal jimin lagi


Nyonya arru tersenyum merangkul anaknya dan mempersilahkan masuk.

__ADS_1


"Mana appa?" tanya arra yang melihat kondisi dirumah sepi


"Appa sedang di kantor nanti malam ia akan pulang, " ucap nyonya arra


"Ouh..begitu,," arra mengangguk


"Tunggu sebentar eomma akan mengambilkan minuman, " nyonya arru langsung pergi kedapur meninggalkan jimin dan arra,


Masih dengan hal yang sama jimin dan arra saling diam,tanpa mengucapkan sepatah katapun, namun tak lama kemudian arra memutuskan untuk pergi kekamar untuk mandi, juga karna pembalut yang ia pakai harus diganti,


"Aku kemar" ucap arra melanggang pergi ke atas tangga untuk menuju kamarnya


.


.tak lama kemudian nyonya arru datang dengan napan berisikan gelas yang di tuangi minuman segar.


"Mana arra" tanyanya


Jimin yang berkutik dengan ponsel pun berhenti lalu tersenyum pada mertuannya


"Dia kekamar"


"Ouh...ibu dengar dia sedang hamil ,,benarkah?"


Jeda jimin


"Wae, waenaeo?" tanya nyonya aru


"arra mengalami keguguran, karna terpeleset di tangga" ucap jimin yang mengekspresikan sedih, nyonya arru pun merubah ekspresi wajahnya yang tadinya tersenyum berharap benar, namun nyatanya benar namun telah terjadi musibah yang menimpa.


Hening tanpa suara diantara menantu dan mertua, sampai akhirnya arra datang dengan senyuman


"Lho, kenapa diam?" tanya arra bingung yang langsung ikut duduk di sisi jimin seperti semula


Nyonya arru menatap arra iba


"Eomma tau kau pasti kehilangan, maaf saat kau keguguran eomma tak ada disisimu"


Arra melirik jimin yang juga terdiam.

__ADS_1


"Tak..apa aku baik baik saja"


"Lain kali jika beraktivitas harus hati hati," pinta nyonya arru


Lagi kedua kalinya arra melirik jimin ,-kau memberi alasan palsu untuk menutupi kbohongan mu -batin arra


"Nee.eomma..aku terlalu ceroboh"


"Oh .yah. Ayo minum..." titah nyonya arru.


Malam tiba pukul 07:25


Arra turun kebawah mendapati sang ayah yang baru pulang


"Hey sayang,, kapan kau kemari" tanya nya


Dengan senyuman arra berlari kecil menghampiri ayahnya


"Appa....aku merindukan mu,,"


Tuan kim memeluk sang anak saat tiba di hadapannyA


"Appa..juga, bagaimana kabarmu"


"Aku baik..bagaimana dengan appa"tanya sang anak


"Appa juga baik,ย  kau sendiri huh?" tanyanya


"Tidak..aku dengan jimin" ucap arra yang bersamaan melangkahkan kakinya dengan sang ayah menuju ruang keluarga


"Mana dia?"


"Dia sedang di kamar, sedang mandi" ucap arra


"Eoh...eomma,, kau disini huh" ucap tuan kim yang mendapati sang istri di ruang keluar dengan ponsel ditangannya


"Nee...,,arra apa kau menyembunyikan sesuatu"tanya nyonya arru menatap sang anak


"Menyembunyikan sesuatu?"

__ADS_1


Tanya arra balik, jantungnya berdebar tak karuan pasalnya ia memang menyembunyikan sesuatu, mulai pernikahan jimin dan seulgi, kematian calon bayinya oleh jimin, dan kekerasan yang dilakukan jimin.


Ia merasa kikuk takut salah satu diantara kebenaran itu eomma mengetahuinya.


__ADS_2