
Jimin dan seulgi sudah tiba di korea selatan , tepatnya dibandara seoul city, setelah melakukan perjalanan kurang lebih 8 jam ,
Dengan memakai pakaian tertutup dengan masker di wajah, jimin mengandeng seulgi membawanya ke taxi yang sudah di pesan,
"Sayang apa kau kelelahan?" tanya jimin
"Sepertinya" lirih seulgi
"Sebaiknya setelah sampai kau langsung beristirahat, aku takut bayi kita terjadi sesuatu" pinta jimin,Seulgi mengangguk paham,
Susana kota seoul saat ini sudah menjelang malam tepatnya jam 07: 00 , dan jimin tiba di apartemennya pukul 07:30.
Dengan memasukan sandi pada apartemennya sambil mengegam tangan seulgi yang sendari tadi ,
Jimin melangkahkan kakinya bersamaan dengan seulgi masuk kedalam,
Didapati arra dan jihyun yang menyambutnya dengan senyuman, jimin memeluk jihyun lalu berkata "ini seulgi kaka ipar mu"
Jihyun mengangguk lalu membungkukkan badan memberi rasa hormat,
Arra tersenyum itupun palsu dengan terpaksa ia harus berkata "selamat datang dikediaman park jimin"
Seulgi tersenyum Tipis,mendengarnya tanganya sendari tadi belum lepas dari genggaman jimin, arra yang melihatnya pun tersayat
"Oh..yah...kami sudah memasakan makanan untuk kalian" ucap arra
"Iyah..benar ayo kita makan. Masakan noona arra sangat enak, kalian pasti lapar bukan" ucap jihyun yang menyahuti arra
Jimin tersenyum lalu melirik sang istri di sebelahnya
"Hmmmm,,, aku memang lapar tapi tubuh ku lemas, " ucap seulgi yang sadar akan tatapan jimin
"Eoh...lebih baik kau istirahat saja aku sudah menyiapkan kamar untuk mu" ucap arra
Seulgi tersenyum tipis
"Kalian makanlah duluan, aku akan mengantar seulgi kekamar," ucap jimin
Arra dan jihyun mengangguk,menatap jimin yang mengangkat seulgi dengan menggendongnya ala bridalstyle,
"Noona..ayo makan" ucap Jihyun sadar akan tatapan arra yang miris melihat keduanya
"Nee. Ayo"
Jihyun dan arra melangkahkan kakinya keruang makan , sampainya disana arra menyiapkan makanan untuk jihyun mulai dari nasi daging dan sayurnya pun arra tuangkan untuk jihyun
__ADS_1
"Ayoo makan" ucap arra
Jihyun mengangguk, ia langsung memasukan nasi berserta lauk pauknya kedalam mulutnya dengan lahap.
"Noona..kau tidak makan?" tanya jihyun yang melihat piring dihadapan iparnya masih tertutup
"Aaku..?, sepertinya nafsu makan ku berkurang"
"Aish..bukan kah noona bilang tadi ingin cepat menyatap makanan ini, kenapa sekarang tidak"
"Entahlah..seakan nafsuku surut,,,"
"Noona..aku mohon kau makan lah, aku melihatmu sejak siang tadi belum makan"
"Baiklah..demi adikku aku akan makan" ucap arra tersenyum
Arra pun mengambil nasi serta bulgogi yang ia masak tadi siang setelah di Hangatkan,. Ara melahap satu suapan dan diberi senyuman oleh jihyun, dan jihyun pun arra pun tersenyum
"Hyung..kemarilah..ayo cepat makan" ucap jihyun yang mendapati jimin berjalan menghampirinya
"Woow..jihyun kau sudah makannya huh" tanya jimin melihat piring di depan jihyun habis
"Ne..hyung masakan noona memang enak" ucap jihyun
"Baiklah..kalau begitu aku akan mencuci piringnya " lanjutnya
Jimin duduk , arra pun mengakhiri makannya dan berniat untuk mencuci piring, tapi sebelumnya arra melayani jimin dulu menyajikan makanan di piringnya.
Jimin tak berucap sepatah katapun saat arra menaruh nasi di piringnya, matanya sibuk menatap arra , itupun tanpa sadar
"Silahkan dimakan" ucap arra yang menyadarkan jimin
Jimin langsung memegang sendok dan garpunya , memakan makanan yang di masak arra
Sedangkan arra sudah berdiri di wastafel cucian piringnya, berkutik dengan spon yang berbusa dengan piring putih di tangannya
"Ku lihat kau semakin dekat dengan jin hyung, itu membuktikan kau memang benar jalang" ucap jimin
Telinga arra panas saat dirinya di sebut jalang untuk kesekian Kalinya, ingin rasanya mencaci jimin namun ia memilih diam ingat akan ancaman sang evil
" kau diam...berarti kau benar mempunyai hubungan bukan?"
Tanya jimin lagi
"Sudah ku bilang aku dan dia hanya dekat sebatas teman,kami tidak memiliki ikatan apapun" timpal ara
__ADS_1
Jimin tersenyum , usai mengunyah makanan di muluTnya
"Ku tau kau bohong"
"Lalu..jika begitu apa urusannya denganmu?, apa pedulimu tentangku?"
Jimin diam entah apa yang harus du katakanya
"Urusi saja hubungan mu dengan seulgi jalang itu"
Seketika jimin langsung berdiri melangkahkan kakinya menuju posisi arra dan langsung menamparnya dengan keras, dan mungkin itu mengakibatkan terdengar suara.
Arra memegang pipinya untuk yang kesekian kali ia ditampar suaminya hanya karna seulgi..
Wanita yang menghancurkan rumah tangganya dengan jimin yang di bangun tanpa cinta dan kasih sayang
"Sudah ku katakan , jangan kau sebut seulgi seperti itu....bukan kah yang pantas kau ??" tegas jimin
Arra menangis namun tak mengeluarkan suara, perih yang ia rasakan, sakit luar dalam yang terjadi pada dirinya.
Dan seketika arra pergi memutuskan kekamarnya .
Arra berlari Sambil menghapus air mata yang mengalir, namu saat tiba dikamarnya arra mendapati seulgi yang tengah berkutik dengan handphonenya
"Hey...suruh siapa kau masuk tanpa mengetuk pintu" omel seulgi
"Tapi ini kamar ku" ucap arra
"Siapa bilang?" suar jimin terdengar di belakang punggung arra
"Sayang kau belum tidur huh" tanya jimin menghampiri seulgi lalu mengelus puncuk kepalanya
"Aku ingim tidur dengamu" __ pinta seulgi manja
Jimin tersenyum menatap seulgi..lalu maniknya beralih pada arra yang masih terpaku di ujung pintu
"Untuk apa kau masih diam disitu, tanpa ku jelaskam kau sudah mengerti bukan" ucap jimin
Jimin berjalan menju lemarinya yang dimana terdapat pakaian arra
"Cepat bawa barang mu, atau kau mau menyaksikan ku dengan seulgi" ucapnya sambil melempar pakaian arra
Arra menangis,,,sebegitu hina yang diperlakukan suaminya padanya, dengan air mata yang bercucuran ara memunguti satu persatu pakaiannya,,
Lalu meninggalkan kamar yang di ia tempati sejak datang apartemen ini.
__ADS_1
VOTE,LIKE AND COMENT READERS😍😭😭