
Arra..apa kau Menyembunyikan sesuatu?"
Dalam posisinya arra merasakan kerigat yang sedikit keluar dari tubuhnya
"Arra...kau menyembunyikan sesuatu kan?" tanya appa
"Apa,, apa yang aku sembunyikan?"
"Kau tidak bahagia bukan dengan jimin" tanya tuan kim
"Aku...aku bahagia dengannya buktinya saja aku sudah berbulan bulan menjalin hubungan suami istri dengannya."
"Tapi..arra mata mu menunjukan hal yang berbeda..." timpal nyonya arru..
"Katakan..apa kau selalu disakitinya huh" ucap tuan kim
"Ani..eomma..aku baik baik saja...semuanya baik..aku bahagia dengan pernikahanku,, " tegas arra
Nyonya arru menunuduk lemas,tak ada gunanya bertanya lagi guna mencari kebenaran dalam hubungan rumah tangga anaknya jika jawaban yang di berikan selalu sama..
"Yasudah.... Ayo kita makan, eomma sudah memasak makanan " ucap nyonya aru
"Nee..eomma aku akan memanggil jimin"
๐๐๐๐
Jimin kini sedang berjalan menuju pintu hendak keluar kamar, mana tatkala arra memanggilnya,ย sebenarnya Jimin sendari tadi sudah keluar dari kamar namun langkahnya berhenti saat mendengar batahan yang di ucapkan arra pada orang tuanya, yang di ucapkan dengan tegas , dan saat itu pula hati jimin terenyuh atas sikap arra yang mungkin menderita karnanya.
Lalu Pendengaran jimin menangkap suara yanga berkata "Nee..eomma aku akan memanggil jimin"
__ADS_1
Ia segera berjalan kekamar guna berpura pura kalau tak mendengar apapun
"Appa..apa kabar " ucap jimin saat tiba bersama arra di ruang makan
"Baik..bagaimana denganmu"
Tanya balik Tn.kim
"Sama seperti mu baik" ucap jimin tersenyum
"Bagaimana dengan pekerjaan?"
"Samaย pekerjaan pun baik.." ucap Tn.kim
"Ayo kita makan"
Semuanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun. Hingga arra bersuara beratanya pada jimin "untuk menambah lauknya" dan itu mendapat penolakan dari jimin dengan mengatakan " sudah cukup"
"Arra..selepas ini appa ingin berbicara dengan mu " ucap Tn.kim bernada khasnya dengan serius
"Nee..appa" arra mengangguk
"Appa tunggu di ruang santai"
Ucapnya lagi sebelum mengunyah makanan di mulutnya
Jimin diam. Pikirnya yang tak berhak mengikut campurkan antara keduannya, dan memilih melanjutkan makannya dengan suasana yang canggung, dengan keheningan.
๐๐๐๐
__ADS_1
Selesai makan arra membatu eomma nya membereskan piring dimeja, sedangkan jimin tengah mengobrol ringan dengan orang Tn.Kim sampai akhirnya jimin memutuskan kekamar untuk beristirahat.
"Arra... Susuli appa di ruang santai" Tn.kim berjalan menuju ruang yang disebutkan
Arra yang selesai mencuci piring pun langsung mengikuti appanya namun sebelumnya ia menatap sang ibu dengan khawatir akan terjadi sesuatu terhadap dirinya
Karna dari raut wajah sang ayah -tuan kim. Ada yang berbeda dari sebelumnya
"Nee..appa apa yang kau mau katakan" ucap arra menundukan kepala
"Kemarilah dan duduk disini" (tuan kim menepuk nepuk kursi di sebelahnya)
Tak lama kemudian nyonya arru datang untuk ikut berbicara dengan keduanya..sehingga suasana semakin hening
"Arra..kenapa kau mau dijadikan istri kedua oleh park jimin" ucapan ituย berhasil membuat arra terkejut dengan refleks mengangkat wajahnya
"A..ap...pa" ucapan arra terbata bata seolah menambah kebenaran ucapan tuan kim, arra tidak bertanya bagaimana ayahnya bisa tau karna jelas ayahnya seorang pembisnis yang bekerja sama dengan perusahaanย jimin
"Arra...kenapa?, kenapa kau mau berbagi" tanya nyonya arru
Arra diam , tak mampu menjawab..jika ditanya kenapa arra takut ancaman yang diucapkan jimin terjadi.
Jimin. Malam ini ia tak bisa tidur walaupun kelelahan sampai ia memutuskan untuk turun kebawah mencari angin malam di taman rumah ini
Saat di pertengahan jalan.kakinya menuju taman berhenti saat mendengar bentakan yang di tanyakan pada arra dari nyonya aru
" karna Aa...ak.u mencintai jimin..aku tidak akan meninggalkan dia sekuat yang ku bisa" ucapan terdengar oleh telinga jimin.
Ia memilih menyimak pembicaraan mereka dan mengetahui fakta fakta arra, sampai hati jimin bergetar..
__ADS_1
Vote like and coment