Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
48 . Fact Not Happy


__ADS_3

Pagi hari. Arra belum bangun dari tidurnya sedangkan jimin sudah sendari tadi dan sekarang kini tengah berkutik dengan handphonenya.


From : seulgi21


"SayanG aku merindukan mu"


ParkJimin


Sabar dua hari lagi aku disini


Apa kau baik baik saja?


From : Seulgi21


Aku baik baik saja, tapi bayi ku tidak baik baik karna merindukanmu


@Parkjimin


Ah..sayang jangan berkata seperti itu aku juga sama merindukan mu


-apa oemma sudah bangun


@Seulgi21


Nee..eomma sudah bangun dia sedang menyiapkan makanan karna appa akan pergi kekantor


-kau sedang apa?


@parkjimin


Ouh begitu.


Aku sedang malas untuk bangun dari ranjangku


@seulgi21


Ouh..begitu..kau tidak melakukan hal yang aneh bukan dengan wanita itu


@parkjimin


๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚, sayang jika pun aku melakukannya aku membayangkan itu kau


@seulgi21


Begitu yah...mmm baiklah ..aku akan mandi eomma menyuruhku untuk pergi kerumahnya.


@parkjimin


Baiklah..kalau begitu kau hati hati..jaga kesehatan agar bayi kita juga sehat


Love you


@seulgi21


Ne...aku akan menjaganya


Me too


@parkjimin

__ADS_1


๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜™


@seulgi21


(Read)


Jimin melirik yang tengah menggeliatkan tubuh, tak lama jimin mendekat lalu mendapati mata sang istri masih tertutup.


Masih posisi melihat sang istri dengan setengah badan terbangun membentuk posisi duduk jimin melihat tidur arra dengan tidur yang berkerut didahinya.


Beban mu begitu berat karna ku, yang selalu menyakiti mu dan membuatmu menangis- batin jimin


Saat tangan arra berada di dada jimin secara tiba tiba memposisikan memeluk sang suami..jimin diam , ia merasa ada kalanya ia berbuat baik untuk ara yang mencintainya--setelah mengetahui fakta semalam


Dengan membiarkan tangannya jimin kembali pada posisi tidurnya memiringkan badannya kearah sang istri dan mengubah tangannya yang terlepas dari dada menjadi pada pinggangnya...begitupun jimin yang melingkarkan tangan pada pinggang arra..


Jimin kembali memejamkan matanya, mencoba kembali tidur bersama sang istri, karna tak mungkin jimin berkeliaran dirumah sendiri tanpa sang istri terlebih sang mertua mengetahui yang sebenarnya jika jimin sudah menikah lagi..


Namun baru saja satu menit memejamkan mata, tangan yang berada di pinggang jimin bergerak melepaskan pelukan...begitupun tanganya pada tubuh yang di peluk terlepas dan menjauhi tubuhnya..


Jimin membuka matanya , tepat saat arra pun menatap jimin..manik keduanya saling menatap tak peduli wajah bantal yang tunjukkan sang wanita.


Arra menelak saliva nya, ini pertama kalinya jimin memeluknya dalam keadaan tidur dengan sukarela, yang jelas sebelumnya jimin tidak pernah begini tanpa ada maksud sebelumnya.


"Aah....maaf..tangan ku tak sengaja" ucap arra yang membangunkan tubuhnya untuk duduk


Jimin menatapnya, diam tanpa bersuara, arra yang salah tingkah di ditatap jimin memutuskan untuk pergi kekamar mandi membasuh wajahnya ,


Dikamar mandi arra mentap wajahnya sendiri pada cermin wastafel, perbuatan sepele jimin membuatnya terus berfikir , biasanya jimin memeluknya saat usai melakukan hubungan badan.


Lima menit sudah selesai ,,arra kembali mandapati jimin dengan gusarnya mengusap wajah entah kenapa..


"Aa.aku akan membuatkan sarapan untukmu, sebaiknya kau pergi mandi". Ucap arra langsung melangkah pergi


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Arra tengah didapur, yang juga nyonya arru ada disana pula dengan wajan yang mengeluarkan asap bau dari makanan yang dimasak.


"Kau sudah bangun sayang" ucap nyonya arru


"Nee..eomma..maaf aku tak membantu mu dari awal" ucap arra


"Tak apa..eomma tau kau lelah , dan juga semalam kau pasti terbawa emosi," ucapnya


Arra..diam.. memang semalam arra menentang keras untuk berpisah dari jimin dengan mengatakan segala kebohongan yang menjaga menjaga nama baik sang suami dirumah tangganya..


"Tak apa,,jika kau tetap ingin dengan jimin..setidaknya kau jangan menyiksa dirimu dengan nya" ucap nyonya arru kembali sambil membalikan bulgogi


Arra yang sedang menyiapkan piring di atas mejapun melirik sang eomma


"Aku bahagia seperti yang dulu eomma katakan kalau aku akan bahagia dengan pernikahan ini bukan" ucap arra


Nyonya arru diam..rasanya dirinya salah menduga saat itu dengan berkata "anak nya akan bahagia menikah dengan biasnya"


"Siapkan semuanya..eomma akan memanggil appa untuk sarapan" ucap nyonya arru mengalihkan pembicaraan


Arra mengangguk dan setelah itu nyonya arru pergi keluar ruangan.


Jimin.

__ADS_1


Yang selesai mandi kini tengah menyisir menatapย  bayangannya di cermin , usai itu jimin melangkahkan kakinya mengambil handphonenya yang ia letakan di nakas. Memeriksanya siapa tau ada notifikasi pesan dari seulgi, ataupun perusahaan nya.


Suara pintu terbuka jimin tidak membalikan badannya. Karna dia sudah tau kalau yang masuk adalah arra.


"Jimin,, " ucapnya


"Ye.. " balas jimin membalikan badannya menatap yang memanggil


"Ayo turun..sarapan sudah siap"


Ucap arra sembari membereskan ranjangnya


"Ani.. Aku tidak mau sarapan , jika mau kau bawakan saja kemari" ucap jimin


"Kenapa..., eomma dan appa sudah menunggu" ucap arra yang bingung karna tak biasanya jimin menolak


"Aku sedang tidak nafsu makan," ucap jimin lagi


"Baiklah..aku akan membawakanya kemari untukmu.." ucap arra langsung melenggang pergi


****


"Mana suami mu?" tanya tuan kim , saat melihat anak semata wayangnya menuruni anak tangga sendiri


"Dia sedang malas untuk sarapan..tapi aku akan membawakan untuknya" ucap arra mengambil nampan juga mangkuk kecil untuk wadah sup yang di buat ibunya


"Appa dan eomma makanlah duluan aku menyusul" ucap arra


"Baiklah...karna appa harus cepat kekantor appa akan melakukannya" ucap tn.kim dan langsung di sajikannya makanan di hadapannya oleh sang istri.


.


.


.


"Ayoo...makan aku sudah membawakannya" ucap arra


Jimin yang duduk di sisi ranjang pun meliriknya,ย  namun tak berkata apa apa..


Arra mendekat lalu menyimpan nampan yang di bawanya diatas nakas


"Mau aku suapi?" ucap arra tersenyum sembari mengambil sesuap makanan dari nampan, namun lagi lagi jimin diam tak mengeluarkan sepatah kata pun hanya menatap arra datar


Melihat itu arra kembali menarik tanganya dari hadapan jimin sambil berkata


"Maaf,, aku tidak bermaksud"


Setelah itu arra meletakan kembali sendok di atas nampan ..


Arra memutuskan untuk pergi kebawah untuk ikut makan bersama dengan appa dan eommanya, namun saat beberapa langkah menuju pintu kamar jimin berdiri dari posisinya lalu mencekal tangan arra


"Arra...aku ingin kepantai ..apa kau mau" tanya jimin


Arra bingung entah kenapa jimin seperti itu..dengan gelagapan arra mengatakan "aku..mau, tapi ku rasa tidak sekarang" arra berkata seperti itu karna dirinya masih merindukan sang appa dan eommanya , dua hari mungkin cukup untuk melepas rindu.


Cekelan jimin melemah melepaskan genggamannya.arra menatap lengannya


"Baiklah, bagaimana kalau besok"

__ADS_1


Arra menganguk. Menyetujui ucapan jimin, jimin tersenyum tipis


"Baiklah..sekarang kau temani aku makan," ucap jimin.


__ADS_2