
Saat selesai menyiapkan bekal arra berbalik badan hendak menghampiri jihyun sedang sarapan ,untuk duduk di hadapannya karna badannya kini mulai lemas kembAli..namun pandangannya menemukan hal yang menyakitkan
Dilihat jimin yang sedang menggendong seulgi sambil bersenda gurau, menciuminya tanpa henti
Arra bersikap seperti biasnya..
Berpura pura tidak tersakiti dan memilih memperhatikan jihyun.
Ia mengambil satu roti tawar lalu mengolesnya setelah itu menaruhnya diatas piring
Jimin dan seulgi saling bercakap tanpa menghiraukan kedua orang di sekitarnya. Ia hanya sibuk memakan sarapannya dengan suap menyuap dengan seulgi sesekali ia tertawa karna seulgi yang makan dengan belopatan.
"Noona...kenapa kau hanya memotong roti itu...kenapa kau tidak memakannya" ucap jihyun saat menyadari hal itu
"Ah...mianhae..aku tidak nafsu untuk makan " ucapnya
"Noona..kau kenapa..wajahmu sangat pucat" ucap jihyun
"Ah...aku---"
"Oweeeeeeeekhh..uhuk.uhuk..Owooeekh" (anggap saja suara yang mau muntah)
"Heey...kau ini mengganggu makanku saja" ucap jimin kesal
Arra tiba tiba ingin muntah dan langsung melarikan diri untuk membuang isi dalam perutnya menuju kamar mandi. Tak peduli omelan jimin yang merancau tidak jelas..
"Nooona...kau baik baik saja..?" ucap jihyun mengetuk pintu kamar mandi
"Ah...aku baik baik saja ,,mungkin aku hanya masuk angin" ucap arra dari dalam
"Ah..ayo kita kerumah sakit.."ajak jihyun
"Tidak..kau harus sekolah sebaiknya kau berangkat sekarang sanah... Jangan lupakan kotak makannya" ucap arra masih dengan suara muntahnya
__ADS_1
"Tapi noona-"
"Sudah sanah..aku tidak apa apa" ucap araa cepat
"Baikalah kalau begitu , aku berangkat sekarang jaga dirimu baik baik" ucap jihyun
Arra tidak menanggapi ia masih sibuk dengan muntahnya.
Malam datang...kondisi arra kian memparah, tubuhnya menjadi panas melebihi sebelumnya, ingin pergi kedokter, tapi tidak mungkin karna kondisi tubuhnya sangat lemah ditambah lagi hujan yang mengguyur deras sejak tadi siang dimana awan berubah menjadi mendung..satu satunya yang ia bisa lakukan kali ini hanya berbaring...
Getaran handphone berdering menandakan ada panggilan yang masuk
Dilihat dari eommanya yang menelpon dari negara yang berbeda - indonesia
...
"Yeoboseo?"
"Hallo syang...bagaimana kabar mu? apa kau baik baik saja"
"Kami disini baik..ku harap kau tidak berbohong pada ku.."
"Aku tidak berbohong..jimin ada bersamaku.." ucap arra berbohong lagi.
"Ouh..begitu bagaimana hubungan rumah tangga mu"
"Semuanya baik..kami hidupย runkun disini" bohong arra lagi
"Ouh...mianhae saat mertuamu meninggal kami tidak menemuimu..kami turut berduka cita"
"Gwaenchana..,, bagaimana disana apa menyenangkan" tanya arra
"Tentu...di sini sangat asri...kapan kapan kau kesini.."
__ADS_1
"Yeee...eomma"
"Ouh..kalau begitu , sudah dulu eomma sedang menyiapkan makan malam untuk appa..jaga dirimu baik baik sayang"
"Yee.."
*****
Jimin baru saja tiba dari pulang kantornya..dilihat suasana rumah sangat sepi, hanya ada suara lantunan musik yang berarah dari kamar sang adik..ia menaiki anak tangga lalu masuk menuju kamar yang di tempati seulgi, Dilihat seulgi sudah tertidur lelap dengan guling yang di peluk
Langkah jimin kali ini masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Jimin tidak lupa jika malam ini ia mendapat giliran tidur dengan arra. Hal yang menyebalkan untuknya karna saat sampai ini dirinya membenci arra dengan alasan penyebab kematian sang eomma tercinta, walaupun begitu sampai saat ini jimin masih menuruti nasehat mendiang orang tuanya. Karna dengan itu jimin merasa berbakti pada orang tuanya dan satu hal yang slama ini ia tidak ingin mengecewakannya
Setelah selesai jimin keluar dari kamar sang istri ke dua ..lalu pergi kekamar istri pertama
Pintu kamar itu memang tidak slalu terkunci kecuali jimin yang melakukannya. Jimin masuk tanpa mengetuk pintu di lihat arra sedang tidur sambil menggulung selimut di tubuhnya
Arra sudah tidur
Jimin tidak peduli ia langsung menidurkan dirinya juga di atas kasur sebelah Arra, baru saja ia memejamkan mata telinga menagkap suara orang yang merintih.
Bukan merintih kesakitan melainkan merintih kedinginginan..memang cuaca saat ini sedang hujan tapi jimin sendiri tak kedinginan seperti itu.lagi pun pendingin ruangan sedang off.
Jimin melirik kesebelahnya lalu melihat arra yang tertidur sambil mengigil. Jimin terperanjat lalu dengan refleks menggerakan tangannya menuju dahi arra .
Lalagi ia terperanjat karna badan arra sangat panas di kondisi cuaca saat ini.
"Jimin... Maafkan aku.." ucapnya mengigau
Jimin tak tau harus berkata apa untuk membalas arra yang jelas ia sangat benci dengan hal ini, dimana ia membenci seseorang tetapi merasa kasian padanya
"Aku mohon jimin..." arra menginggau lagi
__ADS_1
Jimin mendekat lalu membaringkan tubuhnya pada punggung arra..berharap arra tidak kedinganan lagi dengan ia memeluknya.
.#votenya, jangan lupa like and koment...โ๐ tetep stan yah...