
hari berlalu dengan cepat seperti biasanya
Sekarang ini seperti biasa arra sedang menyantap sarapannya dengan jimin dan jihyun
Namun arra mengakhirinya lebih dulu karna menyiapkan bekal untuk keduannya..walaupun belakangan ini jimin menolaknya
namun ia tak jera dengan semua itu ,berbeda dengan jihyun yang antusias menerimanya..
Ya walaupun hari kemarin jimin memperhatiaknnya dengan membelikan obat namun tak kunjung ia minum karna rasa mual yang slalu ada saat hendak minum obat
Jimin berlalu pergi keluar ruangan untuk berangkat kekantornya, tak sepatah kata pun yang ia ucapkan untuk arra
Jihyun menatap iba pada sang ipar..dan arra pun melakukan hal yang sama pada jihyun namun tersenyum menepis rasa sakit dihati..setelah itu pergi berlari kecil untuk menyusul jimin
"Jimin kau meninggalkan ini" ucap arra setiba di ruang keluarga , karna memang itu yang ia pikirkan.
Jimin yang melangkahpun akhirnya menoleh melihat arra yang tersenyum padanya.dan berniat menghampirinya.
Arra begitu sumringah ketika jimin menghampirinya, ia berfikir kalau ia akan mengambil kotak makan di lengannya.
setiba di hadapan arra
jimin mengambil kotak makan itu, namun ia melemparnya ke lantai sampai terdengar suara yang diakibatkan dari terbukanya kotak makan itu sehingga isinya berceceran kemana mana
Arra terkejut,,realitanya tak semanis ekspetasinya yang berharap jimin berterimakasih.
__ADS_1
"Aku tidak membutuhkan makanan ini" ucap jimin
Arra hanya diam menatap tatapan tajam dari jimin setelah mengatakannya
Lalu menunduk setelah jimin pergi dari hadapannya..setetes air berhasil keluar dari matanya, namun dengan cepat ia menghapusnya lalu berbalik mengambil alat untuk membersihkan makanan yang Berantakann
"Jihyun ayo cepat" ucap jimin dari luar..
"Sebentar aku sedang merapikan tasku" timpal jihyun teriak
"Cepat sanah..hyung mu menunggu" ucap arra tersenyum pada jihyun
"Nee..noona...jaga baik baik nanti" ucapnya
Arra tersenyum
"Nee..aku akan baik baik saja..
Sudah sanah berangkat"
"Sebentar aku akan memasukan kotak makan dulu" ucap jihyun
Arra mengangguk lalu pergi mengambil pengepelan juga sapu ,
Setiba di ruang keluar dilihat jihyun masih sibuk menata tasnya, arra tidak mrnghiraukannya.
__ADS_1
Seulgi yang terbangun dari tidurnya karna suara bising dibawah..
Ia pun bangun dengan mata yang masih remang remang dan juga kesadaran yang belum sepenuhnya, ia membuka pintu untuk turun kebawah.
Entah yang membuatnya turun karna perutnya merasa lapar..mungkin karna bawaan dari sang cabang bayi yang membuat perutnya membesar ,
Jimin yang berdiri di luar pun merasa gelisah..entah karna merasa salah atau membenci pada arra , sambil menungu jihyun ia terus berfikir apa yang ia harus lakukan lakukan
Sepertinya niatan untuk mengakhiri pertengkarang dengan arra cukup sampai disini- pikirnya
Jimin menganggukkan kepala tatkala dirinya merasa bahwa itu menjadi keputusan paling tepat..
Tak lama kemudian telinganya menangkap suara menjerit wanita yang kesakitan..ia tau suara siapan ini
Lantas ia mulai bergegas memasuki ruangan untuk melihat kondisi sang istri
Saat sampai dilihat cucuran darah berceceran dilatai di lihat
Seulgi sedang terbaring menahan sakit dengan arra yang menangis merasa terkejut , begitu pun jihyun yang menyaksikannya
"Sayang apa yang terjadi ini" dengan kondisi panik jimin langsung membopong seulgi menuju mobilnya menuju rumah sakit.
Perasaan gelisah dan takut kini menyeruak dalam tubuhnya..dengan harap cemas dengan berharap semoga seulgi terselamatkan begitu pun bayinya,
**TBC...
__ADS_1
jangan lupa Vote , like and komen, jangan bosen bosen sama cerita ini...kasih semnagat author buat beresin cerita ini, biar bisa ng publish yang baru**