
Beberapa menit berlalu jimin tiba di rumah sakit ..ia turun menggendong istrinya dengan keadaan darah mengalir, kemudian ia di bantu pelayan untuk di bawa di ranjang menuju ruangan gawat darurat pasien hamil
Perasaan masih bercampur aduk,, jimin sangat ketakutkan melihat seulgi yang kesakitan lalu lemas tak sadarkan diri.
Dirinya benar benar khawatir, sampai ia hanya bisa membulak balikan tubuhnya untuk berfikir
๐๐๐๐๐
Arra dan jihyun ikut panik tak kala melihat kejadian yang sudah berlalu beberapa menit lalu..
"Noona..ayo kita pergi kerumah sakit" ucap jihyun
"Yee..kau benar...sebentar aku mengambil tasku dulu" ucap arra
Setelah arra mengambil tasnya..arra berjalan tegesa gesa menuju halte bus bersama jihyun yg masih mengenakan seragam sekolah.
Arra menumpangi bus bersama jihyun,dalam perjalannanya ia hanya bisa melamun , dengan ketakutan yang menjalar ketubuhnya
Ia pernah seperti seulgi..dan satu hal yang ia takutkan yaitu seulgi kehilangan bayinya ,padahal jimin sangat menginginkannya.
Dan satu hal lagi saat kejadian jimin melihat itu semua saat arra mengepel lantai
"Oh tuhan...." pekik arra
Jihyun yang mendengarnya pun menoleh
"Ada apa noona" ucapnya
"Ah..tidak...lihat padahal ini masih pagi kenapa cuacanya sudah mendung"ย ucap arra mengalihkan pembicara
"Nee...noona..ini sudah musim hujan..cuaca akan seperti ini" jelas jihyun namun arra tersenyum
"Noona...aku takut" ucap jihyun
"Kenapa...apa yang kau takutkan." tanya arra
"Aku takut kau meninggalkan ku" ucapnya
"Jihyun aku takan meninggalkan mu..kau adalah adikku..untuk apa aku meninggalkan mu" ucap arra
__ADS_1
"Tolong berjanjilah..kau akan selalu ada untukku" ucap jihyun
"Nee..."ucap arra merangkul sang adik
Beberapa menut berlalu arra sampai di rumah sakit ,dan langsung memasuki ruangan untuk mengetahui tempat seulgi di rawat
Setelah dapat arra melangkahkan kakinya menuju ruang di tuju.
Setelah sampai di tujuan arra melihat jimin yang memondar mandirkan dirinya seperti setrika yang tengah di gunakan
"Jimin ...bagaimana keadaanya"
Jimin melirik melihat siapa yang datang dan bertanya.baru saja hendak menjawab suara pintu terbuka terdengar
"Tuann...kondisi istri anda sangat lemah begitupun bayinya..ia membutuhkan banyak darah" ucap sang dokter kandungan
Jimin melirik arra
"Kau dengarkan apa yang dokter katakan.?? Dan semua ini penyebab mu" ucap nya dengan nada tinggi
"Permisi tuan kami. Harus mencari darah untuk pasien" ucap sang dokter lalu pergi
Arra hanya pasrah kala tubuhnya di dorong sang suami yang terbakar amarah sampai jatuh ke lantai..
"Kenapa kau lakukan ini...arra kenapa kau membuatku benci padamu..." ucap jimin menitikan air mata
Arra hanya menggeleng , menganggap ini bukan salahnya.
Jihyun langsung menghampiri sang noona untuk membantunya bangun
"Ini bukan salah ku ji--"
"Sudah cukup..aku tidak mau lagi mendengar omong kosong mu. Aku sudah muak untuk semuannya, " ucap jimin menatapย tajam
"--dan mulai harin kau pergi dari kehidupan ku..aku tidak mau lagi melihat mu" lanjutnya
Arra menggelengkan kepala , apa yang di pikirkannya terjadi,dan ia tak mau akan hal ini
"Jimin to--"
__ADS_1
"Sudah..pergi sanah..aku tak mau melihat mu, jangan kau pulang kerumah , dan sekarang kita bercerai aku akan mengirimkan suratnya padamu" tegas jimin yang tanpa sengaja ia tidak menepati janjinya pada alm. Sang eomma
"Jimin..dengarkan aku" mohon arra berlutut dikakinya sambil menangis
Dan jimin malah menendangnya membuat arra terjatuh untuk yang kedua kalinya.
"Pergi....." tegas jimin
Arra membangunkan dirinya, lalu menghapus air matanya yang meniti tiada henti,namun tam gentar arra untuk menghapusnya dan
Sepertinya apa yang di katakan arra akan percuma
Arra mencoba tetap tenang, dan tersenyum, lalu berkata
"Baiklah...kalau itu mau mu..aku minta maaf jika karna aku hidupmu hancur. Aku berjanji tidak akan menampakan diriku dihadapan mu sekali lagi maaf"
mau tak mau arra harus menurutinya, sekilas ia melirik jimin yang enggan meliriknya
Setelah itu ia melirik jihyun lalu menghampirinya
"Jihyun...aku harus pergi jaga dirimu baik baik," ucap arra menangis, lalu dengan cepat menghapusnya
Jihyun tak terima dan merasa iba pada sang noona
"Hyung tidak bisakah kau meberikan maaf padanya" ucap jihyun yang ikut menangis
Jimin diam,
Arra melirik jimin untuk kedua kalinya..
"Sudah jihyun....aku harus pergi..ingat pesan ku kau harus rajin belajar agar kau lulus dengan nilai terbaik" ucap sang noona
"Noona..bukannya kau berjanji padaku beberapa menit lalu kau mengatakan kau akan selalu bersama ku " ucap jihyun mencekal pergelangan sang noona
"Mianhae...aku tidak bisa menepatinya.., biarkan aku harus pergi"_arra
**VOTE..LIKE..AND KOMEN YA READERS...
AUTHOR MINTA SEMANGAT DARI KALIAN.....TETEP STAN YAH.
__ADS_1
TENANG AJA DI ME AND IDOL PT 2 ARRA BAHAGIA..TAPI BUKAN SAMA JIMIN ,, TAPI ENDING NYA SAMA JIMINโบ๐**