Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
52_Ruangan III.A.39


__ADS_3

09:00 KST.


Hari berganti jimin masih memeluk arra dalam dekapannya. Sedangkan arra sudah bangun membiarkan jimin melakukannya padahal dirinya ingin buang air kecil.


Dering not to day menggema di ruang, karna tak salah jika ada panggilan masuk dari handphone jimin yang ia simpan di atas nakas bersebelahan dengan handphonenya..


Arra menjangkau handphone jimin, melihat siapa yang menelponenya.


"Hallo "ucap arra mengangkat panggilan


"Dimana jimin"


"Dia masih Tidur, ada apa?" tanya arra halus


"Bangunkan dia, lalu berikan handphonenya" dengan nada keras


"Menang ada apa?" tanya arra penasaran karna suara si penelphone terdengar bergetar


"Sudah cepat, bangunkan dia"


Arra diam , wajahnya kini mengahadap jimin,lalu menepuk pipinya dengan perlahan..


"Jimin...bangun " ucap arra


"Mmmhffh..sayang,,aku masih ngantuk?" ucap jimin dan kini semakin mempererat pelukannya


"Jimin , bangun seulgi menelphone mu sepertinya sedang khawatir"


Ucap arra mengguncang tubuh jimin dengan sebelah tangan


"Mana, berikan handphonenya" ucap jimin setengah sadar , jujur dia masih merasa ngantuk dan itupun mau tak mau harus bangun.


Di saat jimin melepaskan pelukannya arra kini bisa buang air kecil tanpa harus ketakukan kena penyakit yang disebabkan menumpuknya urin yang menjadi batu


Sambil membawa handuk arra memutuskan untuk mandi,


.


.


.


"Iya.. ada apa?" tanya jimin pada panggilan


"Kau ,, sudah berani menghianatiku huh?"


"Tidak...aku tidak--"


"Bohong, terbukti kau mengucapkan sayang padanya"


"Ah..itu...mmh...aku mengigaukan mu," ucap jimin berbohong


"I not belive you"


"Benar sayang, sudah jangan marah,," rayu jimin


"Bagaimana tidak marah kau bilang akan segera pulang,, dan sekarang kau belum pulang"

__ADS_1


" ah...maaf, aku cuman menuruti eomma"


"Segeralah pulang,,tolong.."


"Aku, akan pulang besok" ucap jimin karna ia ingin menghabiskan waktu sehari lagi dengan arra


"Aku..mohon.ada hal yang penting"


"Aish...sayang aku tau kau rindu padaku, tapi jangan seperti itu, aku akan pulang besok"


"Jimin..aku tidak bercanda,, ini menyangkut eomma mu dan appa mu"


"Eomma ,,appa?? Ada apa dengan mereka" ucap jimin setengah terkejut, saat orang tuannya disebut


"Eomma.dan appa kecelakaan, tadi pagi saat hendak mengantar eomma ke pusat perbelanjaan"


"Kau tidak bercandakan, "ucapย  jimin memastikan tidak salah dengar karna tahu dirinya masih belum sadar sepenuhnya


"Aku serius..jihyun saja sedang menangis dari tadi"


"Baiklah...berikan alamat rumah sakitnya, aku akan segera kesana" ucap jimin bergegas bangun.


Jimin melangkahkan kakinya untuk pergi ke kamar mandi yang ada arra di dalamnya.


"sayang cepat lah..kita harus pulang sekarang" ucap jimin mengetuk pintu Kamar mandi


"Ada apa ?" tanya arra di balik pintu.


"Cepat. Keluar,, bereskan semuanya kita harus pulang sekarang"


"Kenapa?"


Jimin menghela nafas dalam satu tarikan ia mengatakan apa yang dikatakan seulgi padanya menyangkut eomma dan appa nya


Arra terkejut menutup mulutnya dengan sebelah tangan, lalu segera berkemas seperti yang dikatakan jimin


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Setelah membayar sewa hotel dan lainnya jimin dan arra segera menaiki mobilnya yang di parkir di area halaman.


Selama perjalan arra dan jimin saling diam, karna khawatir akan kondisi orang tuannya


2 jam menempuh perjalanan karna menyetir dengan kecepatan tinggi juga jalur yang digunakan adalah jalur cepat akhirnya jimin dan arra telah sampai di rumah sakit yang lokasinya sudah di berikan seulgi


Setelah ia membayar sewa hotel di busan


Arra dan jimin melangkah kan kakinya dengan cepat, masuk kedalam gedung rumah sakit yang terdiri dari tiga lantai,


Setelah mendapatkan nomor kamar dari administrator jimin, dan arra berlari cepat.


Ruangan III.A.39


Sudah di temukan, didapati jihyun sedang menangis tertunduk dan seulgi yang sibuk berkutik dengan handphone, sampai dirinya-seulgi.


Melihat ke arah jimin dan arra..ia langsung memeluk jimin sambil berkata


"Jimin...aku takut jika nyawa eomma tak terselamatkan"

__ADS_1


Sedangkan arra berjalan menemui jihyun,memberi pelukan ketenangan, jihyun membalasnya menangis sesugukan di pelukkannya.


"Kapan kejadiannya terjadi?"tanya jimin melepas pelukkan seulgi


"08:00, saat kami sarapan, eomma mengatakan jika ia akan pergi ke pusat perbelanjaan, untuk membeli kebutuhan rumah dan dapur, aku tidak ikut karna eomma khawatir dengan kehamilanku yang masih muda, mereka pergi pukul 07: 15, dan setelah itu aku mendapati panggilang yang mengabarkan kalau eomma dan appa kecelakaan karna menabrak mobil truk" ucap seulgi


"Polisi pun sedang mengurusnya" lanjutnya


"Sekarang bagaimana keadaannya,," tanya jimin menatap kamar yang di tempati keduanya di ruangan unit darurat,


"Dokter kata, eomma harus segera di oprasi karna karna mengalami pecah pembuluh darah akibat benturan di kepalanya, juga tulang kakinya patah karna remuk karna terjepit yang berakibatkan lumpuh, sedangkan appa kondisi jantungnya memelemah,dan mengalami koma" jelas seulgi


"Maaf, apa disini sudah ada dari keluarganya?" ucapan itu mengalihkan pandangan mereka yang sedang terpuruk


"Saya,dok" ucap jimin menghampirinya


"Oh ,,, jimin...mungkin kau sudah tau dari istrimu, tentang keadaan kedua orang tua mu,"


Ucap dokter


"Nee..uisa" (iya, dokter)


"Jadi bagaimana dengan eomma mu apa kau setuju, dia oprasi " tanya dokter , sedangkan ketiganya saling memperhatikan jimin


"Jika itu yang terbaik ,maka lakukanlah" ucap jimin


"Tapi...jika oprasinya gagal, akan berujung kematian"..ucap dokter


Jimin diaam.....selama beberapa menit


"Apa pun itu jika bisa menyembuhkannya, aku setuju" ucap jimin dalam satu helaan nafas , setelah memikirkan matang matang,


"Baiklah., kami akan lakukan sekarang juga, dan semoga saja beliau bisa diselamatkan " ucap dokter


"Dok..lalu bagaimana dengan appa saya?" tanya jimin


"Kami sudah memasang alat bantu agar detak jantungnya tidak semakin lemah, dan cuma itu yang pihak rumah sakit bisa, selebihnya kita serahkan pada tuhan"


"Kami permisi," ucap dokter dan mendapat anggukan dari jimin sebelum menudukan kepalanya.


"Sayang..ku harap mereka selamat"


Jimin mengangguk lalu melihat kearah jihyun yang masih di dekapan arra..


"ARRA..I LOVE U"__JIMIN


**BUAT READERS PLEASEEE...JANGAN TINGGALIN CERITA INI...AKU SUSAH BUAT NYA, HARUS CARI FAKTA TENTANG JIMIN, HARUS MUTER OTAK BUAT SERU, HARUS RELA BEGADANG BUAT NGETIK ITU SEMUA DEMI READERS..


DAN MAAF KALAU KEBAHAGIAAN ARRA DI TUNDA KARNA AKU PENGEN BUAT Me and IDOL PT 2, di kisah itu arra bahagia..


tak ada lagi kisah benci, ataupun tersakiti


aku mohon kasianin Authornya


๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ฏ


JANGAN LUPA BUAT VOTE, LIKE AND COMENT๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญโœŒโœŒ**

__ADS_1


__ADS_2