Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
25_ secreet_


__ADS_3

Author pov


"Noona kau sudah bangun"


Ucap seseorang yang datang menghampiri ranjang sang pasien


Arra tersenyum membalas pertanyaan yang di lontarkan sang suster, yang hendak memeriksa alat alat yang terpasang pada lengan arra.


"Noona..ku harap kau bersabar di rawat disini, karna kondisi mu masih sangat lemah" pekik sang suster


"Neee..aku akan berusaha untuk bersabar"__arra masih tersenyum


"Kemarin kau kehilangan banyak darah, aku harap kau bisa mengerti dengan kondisi fisikmu" ucap sang suster sembari menekan tombol yang menempel di dinding dengan tujuan memanggil sang dokter


"Noona..aku tak percaya kau istri dari seorang idol" lanjut sang suster


ara hanya diam, tidak menanggapi perkataan sang suster, tapi pada akhirnya ia membuka suara


"Aku harap kau, merahasiakan ini, jangan sampai ada yang tau, aku tidak ingin merusak karirnya juga menyakiti orang banyak(fans)"


Sang suster mengangguk mengerti maksud yang di ucapakan arra


"Akau akan Menjaga rahasia ini untuk mu noona"


"Oh..ya..aku tidak menyangka kalau suami mu seokjin sangat perhatian dan peduli dengan mu..aku melihatnya saat kau jatuh pingsan saat kemarin malam dia membawamu"


Jin? Seokjin? Apa maksud suster itu?


Pernyataan itu membuat ara bingung, dirinya memang menikah dengan seorang idol tapi bukan seokjin..melainkan jimin,


Tak lama pintu terbuka kembali menampak sang dokter yang datang untuk memeriksa keadaan arra,


"Kau sudah membaik ?" tanya sang dokter


Arra mengangguk , lalau sang dokter memeriksa urat nadi milik arra, lalu berkata


"Kondisi fisik mu masih sangat lemah dan kemungkinan kau akan di rawat inap disini untuk beberapa hari kedepan"


"Terlebih kau masih banyak membutuhkan transfusi banyak darah" lanjutnya


Lagi lagi ara mengangguk mendengarkan penyataan sang dokter, Ara menatap kantong darah yang di gantung di tiang infus,yang berdekatan dengan cairan infus, dua jarum menepel pada tangannya , menyalurkan cairan keduanya


"Baiklah ...aku harus kembali memerikasa pasien lain,, selamat beristirahat" ucap sang dokter sebelum pergi bersama sang suster.


Kini pandangan arra tertuju pada jendela ruangan pikirannya memikiran pernyataannya orang orang barusan


Barapa lama aku harus disini ?


Bagaimana dengan jimin?


Apa dia mencariku ?


Entahlah..untuk apa aku memikirkan dia, jelas mungkin sekarang tengah bersenang senang dengan kekasihnya bukan?


Lalu seokjin ...apa maksud kalau dia adalah suamiku, ada apa ini?)__arra


Suara kaki melangkah kini membuyarkan lamunan nara, lantas ia melirik kearah pintu dan ia mendapati seokjin ,orang yang ada di pikirannya


"Arra ..apa kau sudah membaik?" ucapnya, dengan menenteng plastik


"Nee...aku sudah merasa lebih baik"


"Apa..kau sudah makan huh?" ucap seokjin menghampiri arra


"Ajigo,," ( belum)


"Ya sudah,,ayo kita makan,, aku membawakan makanan untuk mu" ucapnya membuka kantong plastik yang di bawanya


Seketika pikirannya teringat ucapan sang suster, lantas ia harus menanyakannya

__ADS_1


"Seokjin oppa?" lirih arra


Seokjin yang sedang mengeluarkan makanan pun menoleh.


"Wae?" tanyanya


"Apa..ada yang kau kata pada mereka" ucap ara , seokjin kelihatannya bingung dengan ucapan arra


"Ah..maksudku apa kau bilang pada suster dan dokter kau suamiku?" ralat arra


Kini sokjin menatap nya dengan intes, lalu menjelaskan semuanya


"Mianhae,, jika aku tidak melakukan itu mereka akan bertanya dimana suami mu, jika aku mengatakan bukan mereka akan menyuruhku menelpon jimin, sedangkan kau dan aku tau dia tidak memperdulikan mu, dan mau tak mau aku mengatakan kebohongan"


Nara mengangguk mentoler apa yang dikatakan seokjin, ia juga merasa begitu sama dengan pemikiran seokjin.


"Kau memgetahuinya, jika jimin memiliki kekasih.." ucap nara


"Nee...aku kira dia memutuskan seulgi, dan mencoba menjalin hubungan dengan mu, tapi pada kenyataannya ia tidak melakukan itu, " Seokjin terdiam menatap nara yang kini murung


"Baiklah .ayo kita makan" lanjutnya


Nara mengangguk


"Apa kau bisa makan sendiri" ucap seokjin


"Ne..nan sueo" (ya aku bisa)


arra terduduk di ranjangnya, ambil mencoba mengambil nampan yang berisukan makan dan seokjin yang lengkap , tangannya kita beralih bergerak memegang sendok yang berisikan sup, namun tangannya begitu lemas untuk megenggam sendok menuju mulutnya sampai ia menjatuhkan nya kemabali pada mangkuknya sehinga terdengar bunyi benda yang berbenturan.


Seokjin yang tengah menyantap makannya tersentak karna suara itu .. Lalu ia menyimpan mangkuk miliknya dan mengambil nampan milik arra


" biar aku yang menyuapimu saja" ucap seokjin


"Jangan...kau juga kan sedang makan?" ucap arra yang tak enak hati


"Tidak apa, aku bisa mengisi perutku setelah mu" balas seokjin tersenyum


Perlahan arra membuka mulutnya yang akan di masuki makanan oleh seokjin, ia mengunyahnya dengan perlahan,


Tiga suapan sudah masuk kedalam bibir arra,


"Oppa..berikan sendoknya padaku," pinta arra


"Untuk?" tanya seokjin sambil memberikan apa yang di minta arra


Arra mengambil sesuap sup di mangkuk yang di pegang seokjin


"Ayo..buka mulut mu" pinta nara yang kedua kalinya


"Eh..kau menyuapiku?" tanya seokjin memastikan


"Tidak..aku menyuapi seseorang yang ber gelar worldwide handsome" arra tersenyum


Dan seokjin tertawa dengan suara khasnya


"Kau bisa saja"


"Ayo buka mulut mu" ucap arra kemudian


"Baiklah jika kau memaksa" ucap seokjin tersenyum lalu melahap suapan yang diberikan arra


tak lama kemudian pintu terketuk dari luar ,


Keduanya menatap pintu itu yang belum menampakan siapa yang datang, arra dan seokjin bertukar pandangan seolah saling bertanya siapa?


Pintu itu terketuk kembali,


Untuk mengetahuinya seokjin menaruh mangkuk, dan menghampiri pintunya untu di buka,

__ADS_1


"Hay..hyung" ucap seseorang dengan di sertai banyak senyuman


"Kalian datang kemari" ucap seokjin terkejut


"Aku juga ingin menjenguk arra noona, apakah tidak boleh hyung" ucap salah satu dari mereka


"Oppa..siapa?" tanya arra karna dirinya tidak bisa melihat siapa yang datang karna terhalang pintu yang hanya terbuka sedikit ditambah tertutup oleh bahu lebar milik seokjin


"Namjoon, yoongi, hoseok,tae, dan jungkook datang" ucapnya membuka pintu


Arra tersenyum melihat meraka yang datang


"Hay..noona apa kau baik baik saja "_jungkook menghampiri arra, sedangkan yoongi dan jhope menyimpan buah dan buket bunga di atas meja


"Aku turut berduka, noona" ucap taehyung di setlrtai anggukan dari ke empat member


"Terimakasih kalian sudah menjenguk ku" ucap tersenyum senang


"Noona..kau sedang makan rupanya. Kau mau melanjutkan lagi..biar aku yang menyuapi"__lanjut taehyung


"Ah...tae, jungkook-ah bisa kah kau panggil aku nama saja umur kita sama,bahkan lebih tua taehyung" pinta arra


" kalian juga tolong panggil aku dengan sebutan nama saja umur ku di bawah kalian" lanjut nara menatap ketiga rapp line itu.


"Baiklah..ayo buka mulut mu " ucap taehyung


Ara mengikutinya,


Suara batuk yang di sengaja keluar dari mulut namjoon sambil tertawa,di ikuti jungkook, j-hope menyadari akan sesuatu dan yoongi hanya tersenyum


"Aku pikir disini ada yang cemburu" pekik jhope sambil ikut tersenyum


"Mwooya..? Nugurang?" seketika seokjin salah tingkah dengan pertanyaan dari jhope, yang tadinya menatap tidak suka taehyung dengan arra


"Tae..sebaiknya kau berikan mangkuk itu pada jin hyung" pinta yoongi


Dengan muka polosnya taehyung memberikan mangkuk itu pada sang hyung


"Hyung..suapi arra" ucap taehyung pada seokjin


"Jika kau mau menyuapinya, suapi saja" balik seokjin


"Ani..hyung aku tau kau cemburu" ucap taehyung dan ke empat member itu mengulum senyuman,


"Yakkk...kalian malah beradu mulut kasian arra-ah" ucap jhope


"Jadi,siapa yang akan menyuapiku, aku butuh energi" ucap arra yang bingung dengan keduanya padahal bergurau


"Baiklah...sekarang buka bibir mu " ucap seokjin yang kini memegang alih sendoknya sedangkan taehyung yang memegang mangkuknya dan itu membuat namjoon tersenyum


"Tolong...aku harap kalian tidak memberitahu keadaan ku pada Siapa pun" ucap arra di sela mengunyah makanannya


" kenapa..? Bagaimana dengan keluarga mu" ucap jungkook


"Entah lah tentang keluarga jimin, aku yakin dia pasti terpukul dengan ini" lirih arra


"..apa sebaiknya kau meninggalkan dia" ucapan tersebut keliar dari mulut si senyum kotak


Lantas yoongi yang berada disisin taehyung menyikutnya,


"Kau ini berkata sepolos mungkin, setidaknya kau pikirkan dulu" timpalnya


"Mianhae hyung, aku tidak bermaksud" ucapnya menunduk


"Ani..aku akan mencoba untuk beratahan sebisa, aku hanya ingin membahagiakan keluarga ku," ucap ara dengan penuh keyakinan


"Arra...aku tidak bosan untuk mengingatkan pada mu, jika kau sudah lelah dengannya datanglah padaku" ucap seokjin memegang tangan arra.


Semua tersenyum melihat perlakuan hyungnya yang bisa serius kala seperti,

__ADS_1


"please, please, understand Me"


__ADS_2