Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
31. fact


__ADS_3

**Author


Jimin falshback on**


Hari hari berganti seperti biasa menurut jimin ..dengan adanya seulgi yang slalu bermalam di rumahnya beberapa hari kebelakang ini..namun yang beda ia sudah tujuh hari masuk kantor perusahaan ayahnya yakni concern park atau biasa di sebut park hoesa ,yang berkecimpung di dunia elektronik menghasilkan barang barang yang bermanfaat di kehidupan sehari hari sampai melakukan hubungan kerjasama dunia internasional ,, itu artinya jimin sudah benar benar meninggalkan dunia hiburan yang membuatnya di sanjung oleh kaum hawa yang tergila gila padanya..dan selama itu pula arra istrinya belum pulang ,


" tuan...anda ada rapat untuk membahas produk yang akan di buat bersama samsung corp" ucap sesorang mengingatkan


Ucapan sekertaris berambut panjang itu menyadarkannya dari lamunan, sebagai pemilik perusahaan yang baik jimin lantas mengangguk


"Jam berapa rapat akan di mulai" tanya jimin


Dengan senyuman sang sekretaris membalas " tiga puluh menit lagi "


Jimin melirik jam ditangannya lalu menaap kembali sang sekretaria bernama kim mirae


"Baiklah siapkan berkas yang dibutuhkan untuk rapat,jika sudah waktunya panggil aku"


"Baik tuan, saya permisi" ucap kim mirae dan mendapat anggukan


Sambil menunggu rapat jimin sekarang berkutik dengan laptop


Nya mempelajari apa yang akan di bahas nanti..bukan berarti seorang idol tidak mengerti soal perkerjaan seperti ini..jimin membuktikannya dengan melakukan kerjasama untuk memproduksi barang elektroknik dengan perusahaan di prancis.


Pintu terbuka tanpa diketuk sudah tau siapa yang melakukannya jimin langsung menoleh kearah pintu


"Sayang...apa kau tidak sibuk huh?" ucap jimin


"Anii...aku di beri waktu bebas hari ini.." ucap seorang wanita yang menghampiri jimin lalu duduk di panggkuannya


"Benarkah..?" tanya jimin memastikan menatap wanita yang sebentar lagi ia akan nikahi


Seulgi mengangguk


"lagi pula aku tinggal menunggu tanggal yang pas untuk meninggalkan agensiku sebelum pernikahan kita di laksanakan bukan"


Jimin tersenyum


"Wauw...rupanya kau sudah tidak sabar huh"


"Tentu saja..apalagi aku-----" ucapan seulgi terpoting raut wajahnya berubah merunduk


"Kenapa ada apa denganmu sayang" ucap jimin memegang kedua pipinya


"Naneun insimhaneo" ucap seulgi dengan satu tarikan nafas


Mata jimin terbelalak dengan mulut yang di tutup sebelah tangan


"Benarkah..kau hamil" ucap jimin antusias dengan tersenyum


"Iya..sebelum aku kemari tadi pagi aku mual ,dan badanku rasa tak enak, jadi aku memutuskan untuk pergi ke dokter, dan doketer bilang aku sedang mengandung usianya sudah satu bulan" jelas seulgi sambil menatap perutnya yang belum buncit


"Jadi aku harap, kau segera menikahi ku sebelum perutku membesar" lanjut nya


"Baiklah..tiga hari lagi aku akan keparis untuk membahas rancangan produk yang dibuat, dan kau harus ikut ..kita akan melakukannya disana" ucap jimin lalu mencium kening juga tangan sang kekasih.


"Baiklah kalau begitu aku akan mengurus pengunduran ku dari agensi," ucap seulgi turun dari pangkuan sang kekasih.


"Oh.begitu... yasudah.. nanti malam kau akan tidur dirumah ku lagi bukan?" tanya jimin menatap seulgi dengan harapan mengatakan 'iya'.


"Jemput aku kalau kau mau" timpal seulgi tersenyum lalu meninggalkan jimin


.


.

__ADS_1


. sekretaris jimin masuk setelah seulgi keluar dari ruangannya menjemput sang pemilik untuk melakukan rapat.


Kemudian jimin meng'iya'kan lalu membawa laptop yang berisikan data , file, yang akan di presentasikan ke rekan kerjanya.


🐍🐍🐍🐍


Hari baeranjak sore..rapat tadi siang cukup menyita waktu jimin , tapi dengan begitu hasilnya memuaskan karna perusahaan SAMSUNG mau bekerja sama dengan perusahaanya..


Seperti yang dikatakan seulgi..sekarang jimin hendak menjemput sang kekasih dengan mobilnya, namun sebelum itu jimin menelponnya untuk mengetahui letaknya sekarang


"Ye..yeoboseo?"


".........."


"Sayang kau dimana?"


"..........."


"Baiklah..aku akan kesana bersiaplah." ucap jimin lalu memutuskan sambungan


Tak kurang dari tiga puluh menit jimin samapai di kediaman seulgi. Jimin tak perlu turin dari mobilnya karna seulgi sudah berdiri menunggu kehadirannya


Dan dengan cepat ia masuk kedalam mobil jimin..


"Sudah lama menunggu?" tanya jimin


"Anii...aku baru saja keluar tadi" ucap seulgi menatap jimin


"Bagaimana urusan mu?"__jimin fokus menyetir namun sesekali ia melirik sang kekasih


"Semuanya lancar, walaupun awalnya pihak agensiku menolak"__ seulgi melirik ponselnya yang berisikan notifikasi pesan masuk berurutan


"Dan ini lagi member yang lain meminta ku untuk tidak meninggal girl band" lanjut seulgi


"Uh...manisnya ya mereka,.menginginkan tetap bersama " jimin tersenyum


"Sayang sebaiknya kita beli makanan dulu di supermarket,untuk nanti malam, aku khawatir/,,jika nanti aku akan lapar di tengah malam seperti tiga hari yang lalu" ucap seulgi


Jimin tersenyum


"Baiklah.,,,dan aku pikir setelah mengetahui kamu hamil..mungkin itu bawaan dari bayi".


"Mungkin..."_seulgi


flashback off


🐍🐍🐍🐍


Satu jam berlalu


Pukul 18:30 waktu KST. Jimin tiba di apartemennya dengan seulgi..


Ia melangkahkam kakinya untuk masuk kedalam dengan tangan menunutun seulgi.


seulgi tiba tiba memberhentikan langkahnya,dan itu membuat jimin menatapnya bingung dengan menaikan dagunya ia seolah bertanya "kenapa"


Seulgi yang menyadari itu lantas menjawab tatapan dari jimin


"Tungu...tasku ketinggalan"


"Aku akan mengambilnya kau duluan saja" ,setelah mendapat pernyataan itu dari seulgi jimin mengangguk dan berjalan menuju pintu untuk membuka paswordnya.


Ditatap isi ruangan saat masuk yang ia rasakan adalah perbedaan..dimana ruangan menjadi bersih tanpa debu sedikitpun ..masih di penghujung pintu..walaupun ruangan TV tidak terhalang apapun.. jimin tidak menyadari sang istri sedang berdiri tersenyum menatapnya,


Dengan merunduk dan tersenyum menunggu sang kekasih jimin mengucap suatu kalimat

__ADS_1


"Sayang kemarilah,,aku merindukan mu"


Dan itu membuat arra terperangah dengan kata katanya,karna pikir arra sendirilah wanita satu satunya di apartemen ini namun saat hendak menghampiri sang suami langkah terhenti


"Kau merindukan ku sayang.." tanya seorang wanita di balik punggung jimin yang sedang memeluk


Dan seketika itu membuat hati arra ngilu, rasanya seperti bergesekan dengan silet Yang tajam dan mengalirkan darah .


"You not change" gumam arra.


Melihat jimin dengan seulgi saling bermesraan membuat nara tak tahan ingin menangis.dan memilih untuk kedapur membasuh wajahnya di wastafel kamar mandi.


Satu langkah bisa arra gapai, namun saat hendak melangkah lagi


"Hey...". Jimin memanggil arra.


Mau tak mau arra menahan air matanya untuk keluar ,dan membalikan badan menatap jimin dengan senyum


"Jalangku sudah pulang rupanya" ucap jimin menatap arra dengan tersenyum sinis sedangkan seulgi menatapnya tidak suka


"Apa,, maksudmu...kenapa kau bilang seperti itu huh?" tanya arra yang geram dengan ulah sang suami.


"Sayang lebih baik aku pulang saja, waktunya tidak cocok untuk kita bermalam seperti yang kemarin kemarin" ucapn seulgi dan mendapat persetujuan dari jimin..lantas seulgi pergi keluar dengan sendirinya meninggalkan jimin dan arra dengan suasa yang mencekam


"Huh....kupikir aku tidak tau kelakuan mu di belakangku, kau selingkuh bukan?" lanjut jimin dengan tatap tajam


Kesal dengan ucapan jimin arra maju selangkah yang juga ikut menatap jimin


"Apa yang aku lakukan..aku tidak pernah bermain di belakang mu, seharusnya aku yang mengatakan kau selingkuh bukan dan seharusnya yang kau sebut jalang dia...Bukan---"


"Tutup mulut mu, kau tak pantas berkata jalang kepada seseorang, sedangkan kau sendiri jalang, jangan Kau pikir aku bodoh" jimin naik pitam menyalurkan emosinya


"Apa buktinya jika aku selingkuh..sedangkan seminggu belakangan ini aku menginap di rumah lama ku" bohong arra karna dia pikir jimin pun tidak peduli dan tidak repot repot untuk mencarinya bukan


"Ku pikir aku percaya huh..jika kau pergi kerumah lama mu mengapa kau hanya memberitahu ibu sedangkan kau tidak" ucap jimin mencekal tangan arra dengan kuat sampai meringis


Air mata yang ia tahan sendari tadi lolos mengalir di pelupuk matanya dengan mata yang berbinar arra menguatkan hatinya untuk membuka suara


"Jika aku berkata pada mu apa peduli mu huh? Ketika perutku saja terbentur meja hias kau tidak peduli..padahal saat itu aku sedang mengandung anakmu, sampai akhirnya aku keguguran, apa kamu peduli?" tanya arra dengan isakan tangisnya


"Kamu tau ibu sangat menginginkan bayi ini tapi kau...kau malah membunuhnya...kau malah membunuh darah dagingmu sendiri" lanjut arra dan ucapanya itu membuat jimin seketika diam


"Hye.....kau pikir aku melakukan hubungan badan dengan mu tulus huh?" tanya jimin


"Kalau saja ibu mu tidak memasukan obat perangsang pada minuman itu, kau tidak akan hamil bukan,,jadi aku tidak peduli karna itu terjadi bukan kemauanku" lanjut jimin


"Dan satu lagi...mau tak mau kau harus menerimanya ,aku akan menikah lagi dengan seulgi karna dia sedang mengandung anak ku..anak yang aku huat dengan penuh kesadaran dan dilandasi rasa cinta" tekan jimin Setelah itu ia meninggalkan arra sendiri, pergi kekamarnya


Jawaban yang di berikan jimin membuat arra terkejut, dia pikir jimin terdiam karna ia memikirkan semuanya. Tapi ini ....


Satu hentakan diketuk kaki nara menyalurkan ras geram yang ada di tubuhnya.. Dirinya tak habis habis menangis dengan kelakuan jimin padanya.


🐍🐍🐍🐍


Dikamar. jimin berusaha tenang , walaupun ia merasa emosi dan ingin mengucapkan kata 'cerai' pada istrinya,


Namun pada akhirnya ia harus melunturkannya karna dia pikir jika mengatakan itu orang tuannya akan kecewa di tambah lagi arra yang baru saja keguguran


Pandangan jimin kini tertuju pada pintu yang terbuka menampakam arra dengan semaraut muka yang masam.


Arra sama sekali tidak menatap sang suami begitupun jimin yang sudah mengalihkan pandangannya pada ponsel di tangannya apa lagi kalau bukan saling membalas chat dengan sang kekasih


Arra membaringkan tubuhnya di kasur bersebelahan dengan jimin, ia Memalingkan badan untuk memulai tidurnya, tak peduli jika jimin menatapnya sinis.


happy taehyung-si

__ADS_1


vote readers..jangan luoan like and koment



__ADS_2