
Hari baru kembali...
Sinar matahari sudah menyapa arra yang sedang meringkuk di ranjang.. Badannya begitu lemas dengan suhu badan yang hangat.
Tapi untuk mengabdi pada suami , arra tetap bangun dari ranjangnya.
Ia melangkahkan kaki membuka gordeng yang menutup kaca jendela dilihat suasana blakang rumah yang dihiasi kolam berenang dengan bunga yang mekar di taman mampu membuat maniknya tersadar sepenuhnya..seketika lemasnya hilang
Sedikit ulasan senyum di wajah arra, kemarin hujan dan mungkin siang nanti pula hujan karna ini sudah memasuki musim hujan
Setelah menatap pemandangan itu arra beralih menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya untuk menghilangkan muka bantal yang mencoreng garis kecantikannya.
Selesai dari itu arra melangkahkan kakinya keluar kamar dengan penampilan biasa untuk menutupi kondisi fisiknya,
Sebelum kedapur arra pergi menuju kamar jihyun
"Jihyun apa kau sudah bangun" ucap arra mengetuk pintu
"Nee...aku sudah bangun noona" teriaknya dari dalam
"Baiklah...jangan lupa dengan sarapannya" ucap arra
"Yee...aku tidak akan lupa" timpalnya lagi
Lalu pergi ke tujuannya semua, ia bersyukur mempunyai jihyun yang sampai saat ini menemaninya saat saat sendiri, membatunya bersemangat menjalani kehidupan, kalau saja tidak begitu mungkin arra kan pergi meninggalkan hubungan pernikahan yang menyakitkan ini hanya menungguย ย saja atau tidak arra akan sedikit lebih lama membujuk jimin untuk seperti dahulu, tapi itu mungkin hanya menjadi harapan..juga ditambah pernikahan dimana sang alm. Appa dan eomma yang meminta slalu dengan suaminya saat suka dan duka.
Telur dan roti panggang sudah di sajikan di atas meja ..arra tinggal menyiapkan sup jika saja jimin tidak berminat untuk memakan itu..
Beberapa menit kemudian
Sup Kalguksu sudah siap di sajikan bertepatan dengan datangnya jihyun.
"Bau apa...sepertinya enak" ucapnya tersenyum sambil mempertajam penciumannya
"Ah...kau...ayo makan sarapannya..kau mau Kalguksu ini ?" tanya arra
"Nee...aku mau..." ucapnya
__ADS_1
"Biklah..duduklah..aku akan menyisihkan untuk mu" ucap arra
"Nee..noona." ucapnya menuruti perintah sang ipar.
...
..
.
.
..
...
Jimin bangun dari tidur bersama seulgi di sisinya.. Ia menatap sekilas wajah sang istri lalu mengucupnya sebentar di perutnya
Rasa tak sabar menjadi seorang ayah kini menggejolak diusia kandungannya yang menginjak empat bulan membuat seulgi semakin manja padanya dan tak bisa di elakan lagi jimin slalu menanggapinya
Lanjut dari itu
Ya jimin tau siapa yang melakukannya..tapi sebelum ia pergi kearah bau itu ia memilih untuk mandi menyiapkan dirinya sebelum pergi kantor.
BeberaPa menit kemudian jimin selesai merapihkan badannya..Dilihat dari kaca rias seulgi sedang mengerjapkan mata bangun dari tidurnya.
"Sayang...kau sudah bangun" ucap seulgi
"Nee...aku kan harus ke kantor,," ucapnya
"Ouh..begitu..."
"Ayo kebawah...kita sarapan" ucap jimin
"Aku mau tapi---" potong seulgi
"Tapi apa??" tanya jimin bingung
__ADS_1
" tapi kau harus menggendongku" pinta seulgi tersenyum
"Ah....rasanya tak mungkin karna aku membawa mu" ucap jimin
"Kenapa..apa tubuhku kian membesar huh" ucap seulgi dengan muka sedih
"Mmmmmm..." jimin diam
"Baiklah....kalau kau tidak mau. Aku akan menggugurkan janin ini" ucap seulgi merajuk
"Ah....kau ini...begitu saja marah...ayo sinih" ucap jimin
Seulgi tertawa puas saat keinginanya terpenuhi
Barapa langkah jimin bisa lalui namun saat tiba di tangga jimin berhenti
" kenapa berhenti? Tanya seulgi
"Aku takut..terjatuh....dan membahayakan mu sebaiknya kau turun" ucap jimin
"Hmmm..baiklah...kali ini aku menurutimu..aku tau kau menginginkan bayi ini" ucap seulgi
"Sangat sangat menginginkannya". Ucap jimin mencium seulgi
๐๐๐๐๐
...
...
..
.
.
..
__ADS_1
...
...VOTE , LIKE DAN KOMENT , READERS๐๐๐ข๐ข๐๐ TETEP STAN YAH