Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
51.1×1×2+1-2 =??"


__ADS_3

Sore telah berlalu , arra melawatinya berdua menunggu matahari benar benar terbenam, kini mata hari telah usai hari menjelang malam, kaki keduanya melangkah untuk pergi ke penginapan memutuskan untuk mandi membersihkan diri dari keringat ditambah debu dari pasir yang mungkin menempel,


Arra tak hentinya tersenyum, seakan hal langka yang ia inginkan terjadi.


"Arra pergilah mandi terlebih dahulu" ucap jimin ketika tiba dikamar


"Ani..sebaiknya kau yang mandi duluan, tadi kau jatuh bukan" ucap arra menolak


"Baiklah..aku akan mandi , harap tunggu" ucap jimin


Arra mengangguk, langkahnya kini menuju handphone yang ada diatas nakas yang sejak tadi ia bangun tak mengutiknya


Arra menonaktifkan mode " Do not disturb" dan tak lama notifikasi bemunculan dari handphonenya


**석진오빠 (14) pesan


전정국 (6) pesan


Ara membuka pesan dari jin terlebig dahulu


From : @soekjin


_ arra??


_ kenapa tak mengangkat telpone ku


_ arra??


_ kenapa panggilan ku tidak tersambung


_ arra kau baik baik saja?


_ arra balas pesanku


_ arra apa kau sibuk


_ arra apa kau marah pada ku


_ arra balas pesanku


_ 🙏🙏


_:-( :-(


_ arra apa terjadi sesuatu huh?


_ arra aku menunggu


_ arra balas Aku mengkhawatirka mu


To. @seokjin


Maaf aku sedang sibuk, dan aku baik baik saja maaf sudah membuatmu khawatir


Send


From : jeon jungkook


_ arra ?


_ kau sedang apa?


_ kau sedang apa?


_ apa kau sibuk?


_ boleh kita bertemu?


_ arra ?


To. Jeon jungkook


__ maaf..aku baru membalas pesan mu..


Send**


Setelah membelas pesan keduannya arra mendapati jimin dengan handuk yang terselempang pada pundaknya serta air yang mengucur dari rambutnya

__ADS_1


"Cepat..mandi, setelah itu kita makan" ucap jimin melihat arra yang tengah memegang handphonenya


Arra mengangguk lalu meninggalkan jimin yang masih terdiam di tempatnya


🐍🐍🐍🐍


Kini keduanya tengah berada di restoran dibawah ,- lantai satu.


Arra tak hentinya menenangkan diri karna jantungnya yang berdegup kencang, selain tadi sore yang menjadi hari bahagia, ternyata malam ini menjadi malam yang spesial, terbukti karna jimin mengajaknya makan berdua dengan suasana yang romantis di iringi lantunan biola ,


"Cepat makan!" seru jimin yang melihat arra belum menyentuh makanannya


"Eoh...iya" arra mengangguk kikuk , setelah jimin menyadarkannya dari lamunannya


"Kau mau minum? " tanya jimin menuangkan soju pada gelas mini


"Ani...aku tidak biasa untuk minum" ucap arra halus


Jimin mengangguk,


"Baiklah begitu biar aku sendiri yang akan minum" ucapnya meneguk segelas mini soju


"Jangan terlalu banyak.." ucap arra khawatir


"Tenang saja..aku kuat dengan alkohol" Ucap jimin meneguk sojunya lagi


Arra hanya diam, seolah percaya pada jimin kalau dia akan baik baik saja


" arra...kau tau.. Aku telah mengakibatkan kau keguguran" ucap jimin


Arra yang tengah menatap makanannya pun teralih pada jimin, lalu mengangguk samar


"Aku minta maaf, karna aku kau menderita"


Lagi lagi arra terkejut dengan ucapan jimin yang meminta maaf atas perbuatannya ..


selama menikah apapun yang jimin lakukan terhadapnya tak pernah sekalipun arra mendengar kata maaf dari mulutnya. Ini sulit ku duga-arra


Dan sekarang dalam keadaan sadar , walau sedikit terpengaruh alkohol tapi 99% arra percaya jimin mengatakanya dengan penuh kesadaran


Sambil tertawa jimin kembali mengeluarkan suara


"Kau tau,, kau wanita bodoh yang pernah ku temui" ucap jimin


Arra membulatkan matanya dilihat ternyata jimin setengah sadar yang masih bisa menghinanya


"Kenapa kau berbicara seperti itu" tanya arra


Arra tetap menatap sang suami yang kini juga menatapnya setelah menghabiskan tiga botol soju


"Dan lagi kau benar benar polos," lanjutnya jimin sambil menunjuk arra dengan gelas di tangan


"Iyah..aku bodoh dan polos,," timpal arra berharap mendapat penjelasan dari jimin


Jimin tertawa ringan


"Kau benar kau sangat sangat bodoh dan polos terbukti saat wanita lain di selingkuhi kau tetap bertahan, sedangkan yang lain mana mau"


Ucap jimin


"Karna aku mencintai mu park jimin"_batin arra


Arra melirik sekitarnya, banyak pengunjung mata mereka pun tertuju pada meja yang di tempatinya , segera arra memutuskan untuk pergi dari restoran itu takut jimin yang makin menjadi jadi dengan mengeluarkan kata kata yang tak pantas, dan ditakutkan nanti akan muncul berita secara tiba tiba yang merusak pamor keluar park jimin.


Arra merangkul jimin dengan setengah bungkuk karna tinggi arra berbeda 10 cm dengan jimin. Di tambah lagi tubuhnya kecil yang sekiranya tak mampu menopang tubuh jimin


.


.


.


Sampai dikamar jimin terus merancau, mengatai arra dengan sebutan "si bodoh" yang mau saja di perlakukan buruk oleh suaminya.


Arra membaringkan jimin dengan perlahan di ranjang, sambil menepuk pipi jimin arra berkata


"Jimin sadarlah "

__ADS_1


"Arra,aku ini sadar,,, " ucap jimin mencekal tangan arra


"Sadar bagaimana kau bercanda" ucap arra yang menarik lengannya dari genggaman jimin namun tangan nya malah di tahan lalu di tarik sampai arra menubruk tubuhnya dari atas


Kedua manik mereka bertemu,


"Kau ragu,, kalau aku ini sadar?" ucap jimin


Jimin memperhatikan setiap lekuk wajahnya, menatap arra dengan membelai wajahnya


"Lepaskan aku jimin" pinta arra yang berusaha melepaskan diri


"Kenapa? Bukannya kau milikku tereserah bukan aku mau melakukan apa?" tanya jimin lalu memeluk arra


"Lepas jimin,,, aku harus mengganti bajuku dengan piyama" ucap arra yang berusaha mendorong tubuhnya keluar dari dekapan jimin.


"Ouh...kau mau mengganti baju baiklah sanah" ucap jimin membuka dekapannya


Arra bernafas lega, setidaknya apa yang dia fikirkan tidak terjadi..arra segera melangkahkan kakinya mengambil piyama


Jimin masih terkulai diatas ranjang dengan menyebut nama arra , sampai pandangannya bertemu pada pemandangan indah (menurut jimin) dimana arra sedang membuka pakaian dan tengah memakai kaos putih polos yang memperlihatkan lekuk tubuhnya


Sadar tidak sadar jimin melangkahkan kakinya menuju arra.


..


Arra yang baru selesai memakai kaos pun terkesiap dengan tangan yang melingkar pada perutnya,


Sesaat arra senang, jimin memperlakukannya dengan baik walaupun keadaan tidak sadar.


"Selama ini aku tidak sadar kalau kau begitu menarik" ucap jimin pada posisinya


Arra tetap diam dia memilih diam karna tak tau harus berkata apa?


Jimin menghempaskan tubuh arra di atas ranjang, lalu menindihnya dengan cepat , jimin tersenyum menatap wajah arra


"Ayolah,, bukannya kita pernah melakukan ini?" tanya jimin


"Kau belum sadar, dan aku tidak mau melakukannya" tolak arra


Namun jimin tak menggubris ia memilih memulai permainnya dengan awalan mencium bibir sang istri


"Mmmmmfth..hentikan" pinta arra ketika jimin hendak melucutinya


Jimin menatapnya lalu bertanya "kenapa?"


"Aku tak mau melakukannya" ucap arra


"Sudah ku bilang kau milikku bukan " ucap jimin


Arra, diam entah harus bagaimana ia menghadapi jimin, sedangkan jimin mulai menaikan pakaian arra..


"Stopp" ucap arra


"Apa lagi?" tanya jimin kesal


"Aku dalam masa subur" pekik arra


"Biarlah..." jimin pun melanjutkan aktivitasnya pada pakaian arra yang belum lepas


"Stopp"


Dengan gusar jimin bertanya "kenapa lagi"


"Bukannya kau tidak mau mempunyai anak dari ku?" ucap arra kikuk


"Aku mau" ucap jimin


"Kau sadarkan?" ucap arra memastikan


"Beri pertanyaan padaku, jika aku bisa menjawab berarti aku sadar" ucap jimin


Ara diam berfikir pertanyaan apa yang cocok untuknya samapai akhirnya sebuah pertanyaan melintas di pikirannya


" 1×1×2+1-2 \=??"


"1" ucap jimin dan langsung melanjutkan aksinya tanpa bertanya pada arra benar atau salahnya..

__ADS_1


__ADS_2