
Pagi kembali...mata jimin memastikan cahaya yang masuk, lalu membukanya pelan, didapati wajah sang istri dengan muka bantalnya yang menggambarkan ke imutan dan kelucuan dari wajah arra,
"Aku baru menyadarinya sekarang"- pekik jimin
Dilihat tangan arra melingkar pada tubuhnya tanpa sehelai benang pun , membuat jimin sektika tersenyum, dan merasa malu ketika mengubah permainan menjadi lembut saat malam tadi.
Jimin terus menatapi wajah arra, sesekali membelai rambutnya ataupun mengusap pipinya, ataupun lagi merapatkan bibirnya untuk di ciumi.
Namun pada akhirnya semua itu harus berlalu karna suara ketukan pintu mengganggunya.
"Noona...apa kau sudah bangun? Atau kau masih tidur?" teriak seseorang dari luar
Jimin mengetahui siapa orang di balik pintu itu, namun jimin tidak menghiraukannya, untung saja pintunya sudah di kunci sejak malam, walaupun arra tidak melakukannya setiap tidur tanpa jimin
"Noona,,,tak biasanya kau bangun siang" teriaknya kembali
Jimin hanya tekikik sendiri mendengar ucapan sang adik yang merancau menunggu sang noona iparnya membukakan pintu
"Noona...apa kau mengalami sesuatu, tak biasanya pintu kau kunci" teriak jihyun kembali
Jimin terkikik lagi, dalam hatinya ia berkata
"Iya terjadi sesuatu yang menyenangkan dan melelahkan malam tadi". sedangkan arra tak lepas dari posisinya.
"Noona...aku membutuhkan mu" teriak jihyun dengan mengetuk pintu bersuara keras
Sampai akhirnya jimin memutuskan untuk keluar menghampiri jihyun , dan perlahan melepas pelukan tangan sang istri tapi sebelum itu menggunakan boxer juga kaos polos berwarna putih
.
__ADS_1
.
.
Jihyun berharap,, ralat sangat berharap bahwa arra sang noona tersayang membukakan pintunya, , tak biasanya sang noona bangun kesiangan seperti ini. Apalagi dengan kondisi pintu terkunci membuat jihyun berfikiran negatif, karna walaupun terkunci jihyun tahu sang noona akan membuka kan pintu setelah dirinya dua kali memanggilnya.
Namun kali ini tidak..jihyun sendiri tetap bersih keras menunggu noona arra membukakan pintu kamarnya,
"Noona...aku membutuhkan mu" teriaknya dengan mengetuk pintu bersuara keras,
Sengaja, memang karna jihyun benar benar membutuhkan bantuan noonanya untuk mengurusi ibunya, bukannya jihyun malas tapi lantaran dirinya juga bangun kesiangan , ditambah ia belum mandi, juga sarapan di atas meja belum terlihat, jika bukan arra noona siapa lagi yang membantunya coba???
Noona seulgi? Ah...jihyun rasa tidak, tidak sama sekali tepatnya, begini saja jika pun jihyun mau dari tadi mungkin jihyun sudah meninggalkan kamar arra., lagipun jika meminta pertolongannya jihyun pasti ditolak mentah mentah dan yang pasti di omeli nya dengan seribu kata ceramahan untuk tidak menganggunya .
Detakan suara seseorang berjalan terdengar oleh kuping jihyun, ia tau kalau suara itu berasal dari dalam kamar , walaupun samar samar tapi ia yakin pasti itu sang noona
Pintu terbuka. Jihyun memasang wajah dengan penuh senyuman
"Yee...jihyun?"
"Ah....kau ...." ucap jihyun
"Ada perlu apa?"
"Seperti nya aku mengganggu mu ya....maaf"
Ucap jihyun berbasa basi
"Tidak...seharusnya aku minta maaf karna membuat mu menunggu seperti ini,juga karna aku bangun kesiangan"
__ADS_1
"Ah..ani noona aku hanya minta tolong noona untuk mengurusi eomma"
"Ah..iyah...aku takan lupa,sebaiknya kau mandi..aku akan membuatkan sarapan untukmu" ucapnya
Jihyun mengangguk lalu berbalik arrah kembali kekamarnya untuk melakukan apa yang dikatakan sang noona.
.
.
.
Beberapa menit lalu arra terbangun karna jimin menyingkapkan selimut yang digunakannya menutupi seluruh tubuhnya yang tanpa benang,
Otomatis arra terkesiap karna selimut yang ia pegang sembari tidur terlepas begitu saja dengan tarikan yang cepat
Yang ternyata dengan tujuan penyebab tersingkirkannya selimut itu oleh jimin yang mencari celana boxer yang semalam ia pakai lalu di buang begitu saja entah kemana sebelum melakukan hubungan intim
Arra melihatnya ingin sekali marah karna kelakuannya yang sembarangan menyingkapkan selimut tanpa berfikir dirinya akan malu ataupun kedinginan karna AC.
Tapi marah itu hanya bisa di pendam dengan dirinya yang tertawa melihat ekspresi wajah arra yang cemberut,
Sebegitu cepat luluhnya arra hanya karna senyuman yang menampakan garis mata.
**VOTE READERS....JANGAN LUPA LIKE AND KOMENT NYA,
KALIAN PASTI SIBUK SEKOLAH..
DAN MUNGKIN KALIAN UDAH JARANG BACA NOVEL INI..TAPI WALAUPUN BEGITU AKU DOAIN KALIAN BAIK BAIK BAIK AJA..
__ADS_1
SEMANGAT SEKOLAHNYA💜💜💜💜**