Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
78.jihyun chapter


__ADS_3

*Ini hari kelulusan ku dari sekolah..berbulan bulan aku tanpa kaka iparku bagaikan aku kehilangan eomma yang kedua kalinya, sungguh kepergian noona arra tak bisa ku hentikan saat itu padahal aku membutuhkannya.


Terakhir ia bilang kalau aku harus rajin belajar untuk mendapat nilai terbaik..tapi pada kenyataannya....


Jihyun tertawa


Setiap hari jihyun malas belajar, makan pun jarang, rabut saja gondrong, setiap kali ia masuk pun ia di omel gurunya karna jarang masuk semasa jam pelajaran..


Sungguh bukannya aku tidak mau belajar..tapi untuk apa aku masuk kelas sedangkan tak ada yang peduli padaku termasuk hyungku yang juga kini enatah mengapa terlalu menyibukan diri di kantor


Hari hari saat ku bolos sekolah...aku gunakan untuk mencari keberadaann noona arra..yang kadang hingga larut malam aku mencarinya namun nihil.


Arra noona tak dapat ku temukan..berulang kali kuhubungi tapi panggilan di alihkan..


lagi lagi sungguh arra noona saangat berharga bagi ku


Aku sampai frustasi mencarinya*.


"Aish......mengapa aku menangis" pekik jihyun


Dengan segera ia mengusap air matanya dengan kain yeng membalut tangannya


******


Ya mengingat itu semua jihyun meneteskan air mata di hari kelulusannya..


Teman teman sebaya datang dengan kedua orang tuanya juga sanak saudaranya..sedangkan jihyun...


Jihyun hanya bisa menatap 3 kursi kosong yang di sediakan untuk keluarga jihyung.


Satu untuk  jimin hyung sang kakak..yang katanya akan datang tapi sudah 30 menit acara dimulai ia tak kunjung datang


Satu untuk noona seulgi, yang katanya akan datang jika jimin datang.


Dan satu lagi untuk noona arra..yang katanya berjanji untuk datang.


Namun jihyun rasa itu hanya sebuah janji yang tidak akan di tepati


Lagi


Jihyun meneteskan air matanya..hidupnya serasa sepi, punya keluarga tapi serasa hidup sendiri


Jihyun hanya berharap di kuatkan. Hatinya melihat teman sebayanya yang tersenyum dengan keluarganya.

__ADS_1


"Jihyun-ah,"


"Ah... mianhae aku terlambat"


Suara seseorang memanggil namanya terdengar telinga jihyun


Ya..Namanya di panggil, seperti tidak asing bagi jihyun, dalam tunduknya ia berkata


"Ini bukan suara guruku yang memangil untuk pemberian ijazah.."


Dengan segera jihyun mendongak melihat siapa yang berbicara padanya


"Noona.?" ucap jihyun tak percaya


"Nee....aku disini." ucap wanita itu


"Ah..noona....aku sangat merindukanmu" ucap jihyun sambil memeluk sang kaka


"Bagaimana kabarmu" ucapnya


"Aku sangat buruk ,, saat kau tak ada" ucap jihyun merunduk


"Bagaimana bisa..hyung mu dan seulgi noona pun ada" ucapnya


"Nee...tapi mereka hanya sibuk dengan dunia nya masing masing" ucap jihyun tak suka


"Mereka baik..,kelihatannya" ucap jihyun tersenyum


"Noon..bagaimana kabar mu?, kenapa setiap aku hubungi handphone mu slalu di alihkan" lanjut jihyun


"Ah...benarkah...padahal aku tidak menerima panggilan darimu" ucap arra bohong


"Nee...aku sampai pulang malam hanya mencari mu" ucap jihyun


"Aish...kau ini kenapa,, jangan seperti..kau tidak meninggalkan pesanku bukan" ucap arra


Sedangkan jihyun tersenyum.


*****


"Noona...ayo foto" ucap jihyun


"Nee...." timpal arra

__ADS_1


"Ayo sini, aku ingin mengabadikan momen ini denganmu" ucap jihyun


"Baiklah..ayo"


Keduanya berfoto menatap layar handphone dengan pose tersenyum manis.


"Hana..dul..set..." ucap jihyun


Ckreeekk


Satu foto terabadikan


Hingga


Pembagian ijazah telah di lakukan, acarapun sudah berlalu lima menit yang lalu..


"Jihyun-ah..akubelum membelikan mu sesuatu,   ayo pergi ke pusat perbelanjaan" ucap arra


"Kau mau mentlaktirku" ucap jihyun senang


"Nee..kajja" timpal arra dan di sambut gembira oleh jihyun


.******


Jimin baru sampai di sekolah jihyun..yang di liaht adalah semua orang yang berlalu lalang pergi dari tempat acaranya.


"Aish...aku terlambat" ucap jimin


Ia pun langsung bergegas masuk dengan rasa bersalah,


Acara sepertinya sudah selesai..orang orang sudah tidak ada lagi termasuk jihyun kecuali guru yang diyakini wali kelas jihyun


"Sajangnim..mianhae...apa kau melihat jihyun" ucap jimin


"Ah...nee..jihyun tadi pergi dengan seorang wanita cantik" ucapnya


"Yoeja?? Bisa sebutkan cicirinya," tanya jimin aneh pasalnya karna tak mungkin seulgi yang datang sedangkan ia berada di rumah


"Nee..dia cantik..putih dengan rambut panjang badannya sedikit berisi sepertinya sedang hamil" ucap Nya


"Ah..geulaseo,ghamshamida" ucap jimin membungkukan badannya lalu wanita itu pergi dengan senyuman


Jimin mengeluarkan handphonenya dari sakunya...tujuannya untuk menghubung jihyun sedang ada di mana dan dengan siapa.

__ADS_1


Rasa bersalah muncul, kembali menjadi kekhawatiran , karna tak biasanya jihyun berpergian dengan seorang wanita apa lagi yang di ucapkan sang wali kelas katanya jihyun dengan wanita yang sedang hamil..


"Ouh tuhan semoga saja jihyun tak melakukan hal yang aneh di luaran sanah" batin jimin


__ADS_2