
Seminggu setelah kepergian eomma park di makamkan , jimin kembali pada sikap dingin nya yang dulu..
Tidak menghiraukan ataupun memperdulikan arra, sudah beberapa kali ia meminta maaf namun tak kunjung mendapat balasannya.
Seperti barusan saja, arra meminta ijin untuk pergi ke pusat perbelanjaan , jimin hanya diam , tak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya untuk menanggapi sang istri. Jihyun meneguk salivanya ketika pembicaraan itu hanya terjadi sendiri yang di lakukan arra.
Jimin melirik jam tangannya yang menunjukan pukul 06:40
Dan melihat jihyun yang masih mengunyah makanannya dengan lahap
"Jihyun,, sebaiknya kita berangkat sekrang,,ini sudah siang " ucap jimin berdiri
Jihyun menatapnya lalu mengangguk, arra yang melihatnya langsung mengambil kotak makan
"Ini untuk mu,,jangan lupa dimakan" ucap arra pada jihyun
"Nee..noona..aku akan memakannya saat jam istirahat nanti" timpal jihyun
Setelah memberikan kotak makanan pada jihyun kini arra memberikan kotak makanan pada jimin
"Ini untuk mu" ucap arra ragu meletakan bekal di meja
..
..
..
Jimin berlalu pergi keluar ruangan untuk berangkat kekantornya,
Jihyun menatap iba pada sang ipar karna pemberiannya tak di hiraukan jimin.dan arra pun melakukan hal yang sama pada jihyun namun tersenyum menepis rasa sakit dihati..setelah itu pergi berlari kecil untuk menyusul jimin
"Jimin kau meninggalkan ini" ucap arra setiba di ruang keluarga , karna memang itu yang ia pikirkan.
"Aku tidak membutuhkannya " ucap arra
Arra menunduk lalu kembali kedapur..
"Noona.. Baik baik nanti di jalan" ucap jihyun saat mendapati wajah arra yang sedih, niatnya berbicara begitu guna menghilangkan pikirannya dari kejadian barusan
Arra langsung tersenyum selepas jihyun menatapnya
"Ah...nee aku baik baik saja" jawab arra seakan tau apa maksud sang adik
"Baiklah..kalau begitu aku akan pergi " ucap jihyun
"Nee....yang rajin belajaranya" ucap arra mengusap pucuk kepala sang adik
"Nee..noona...sampai jumpa"ucap nya
"Yee"
Waktu berlalu, usai merapihkan meja makan dan mencuci piring, arra kembali ke kamarnya,
Rindu....mungkin itu yang di rasakannya sekarang...siapa tidak biasanya ia sedang mengurus mertuanya tapi sekarang tak ada yang bisa ia lakukan selain apa yang di rencanakan sebelumnya.
Langkah kaki arra kini menuju anak tangga berniat kekamar untuk mengganti pakaian yang akan ia kenakan untuk ke pusat perbelanjaan.
🐍🐍🐍🐍
"Kau bilang kau sudah melakukannya, kenapa kau malah membunuh si tua itu"
"Iya ..aku tau. Itu membuat bebanku berkurang untuk tidak memasok obat,, tapi dia bukan sasarannya"
__ADS_1
"Ya...baiklah...tapi lain kali kau tidak mengecewakanku"
"Tidak...jangan..kali dia bisa ku singkirkan sendiri"
"Yee...arraseo..."
Suara itu terdengar di bilik kamar yang di tempati seulgi..ia mendengarnya tak sengaja karna niat untuk keluar pergi dari kamar usai mengganti pakaiannya_
Arra bingung sendiri karna percakapan ataupun yang dikatakan seulgi sangat tidak biasa. Dalam hal lain ada yang tidak beres...
"Ah...mungkin ini hanya perasaan ku"-batin arra
Setelah itu arra kembali melangkahkan kakinya..pergi keluar belanja kebutuhannya
🐍🐍🐍🐍
Dua puluh menit berlalu kini arra tiba di pusat perbelanjaan yang ia sering kunjungi..
Seperti biasa arra melangkahkan kaki menuju toko yang menjual kebutuhan kulkasnya.
Saat berjalan menuju toko yang dituju arra melirik pada pusat kerumunan yang memnjadi daya tarik pengunjung
dengan jejeran banner yang memangpangkan nama juga wajah si penyanyi, seketika Suara lantunan musik menggema di ruangan ,
Neoneun nae salme dasi tteun haetbit
Eorin sijeol nae kkumdeurui jaerim
Moreugesseoi gamjeongi mwonji
Hoksi yeogido kkumsok ingeonji
Kkumeun samagui pureun singiru
Sumi makil deusi haengbokaejyeo
Jubyeoni jeomjeom deo tumyeong haejyeo
Bukannya berjalan ke arah tujuannya, tapi arra malah berjalan menuju arah suara yang bernyanyi
Arra tau itu lirik dari lagu apa, tau pula yang menyanyikannya Siapa.. Ini pertama kalinya lagi setelah sekian lama arra tak mendengar suaranya langsung.
Arra terus menerobos kerumunan yang diyakini fans penyanyi itu, ia sampe rela berdesakan untuk sampai di depan panggung dan bertatap langsung dengan si penyanyi
ya walaupun pengalan ketat tapi dengan begitu arra bisa tersenyum melihat teman yang dulu memperhatikannya.
*Jeogi meolliseo badaga deullyeo
Kkumeul geonneoseo supul neomeoro
Seonmyeong haejineun geugoseuroga
Take my hands now
You are the cause of my euphoria
Euphoria
Take my hands now
You are the cause of my euphoria
Euphoria
__ADS_1
Close the door now
When I'm with you I'm in utopia
Mujigaecheoreom jiwojin kkumeul chaja hemaet eulkka unmyeong gateun heunhan malgwa dalla
Apeun neoui nunbichi nawa gateun goseul boneun geol
Won't you please stay in dreams
Jeogi meolliseo badaga deullyeo
Kkumeul geonneoseo supul neomeoro
Seonmyeong haejineun geugoseuroga
Take my hands now
You are the cause of my euphoria
Euphoria
Take my hands now
You are the cause of my euphoria
Morae badagi gallajin daedo
Geu nugai segel heundeureodo
Jabeun son jeoldae nochi mara jwo
Jebal kkumeseo kkaeeonaji ma
Jeogi meolliseo badaga deullyeo
Kkumeul geonneoseo supul neomeoro
Seonmyeong haejineun geugoseuroga
Take my hands now
You are the cause of my euphoria
Euphoria
Take my hands now
You are the cause of my euphoria
Euphoria
Close the door now
When I'm with you I'm in utopia*
Lantunan lagu berhenti sampai habis..begitupun bibir arra yang berhenti mengikuti alunannya..
Sampai ia terlupa akan tujuannya kesini untuk membeli kebutuhannya dan arrapun memutuskan untuk pergi Dari area itu.
**VOTE , LIKE , AND KOMENT, MAKSIH UDAH STAN STORY INI...😊😊😊
LOVE U READERS💜💜**
__ADS_1