Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
26._decline_


__ADS_3

Athor pov (Jimin)


Satu hari berlalu arra masih belum pulang, jimin tidak peduli dengan itu, tapi eommanya yang menyuruhnya mencarinya apalagi dia mengandung anak ku, anak hasil tipuan berupa jebakan dalam melakukan hubungan badan itu.


Dering not to day kembali terdengar dari getaran handphone miliku, aku melirik nya melihat siapa yang menelpon ,tak lama aku mengangkanya


"Belum,,, arra belum pulang,mungkin ia berkunjung kerumah temannya"


"......"


"Iya.iya..aku akan menjemputnya"


Sambungan terputus , sudah hampir belasan kali dua puluh empat jam eomma menelpone ku hanya untuk menanyakan arra.


Dan sampai kini arra masih belum mengangkat panggilan dariku, lantas bagaimana aku bisa mengetahui dia dimana..


Frustasi??


Ku rasa tidak...malah aku senang dia tidak ada disini...


Terlintas di pikiranku pada sang kekasih, membuatku ingin menelponenya, tanpa aba aba aku berkutik dengan handphone mencari nama "my beloved" di kontakku lalu melakukan panggilan


"Hey..sayang bagaimana kabar mu"


"......."


"Tidak aku hanya merindukan mu"


"......."


"Baiklah..bisakah kau hari ini bermalam di rumahku".


"......."


"Baiklah..aku akan menjemputmu setelah kau selesai"


"......."


"Baiklah..hueo" (sampai nanti)


Sambungan terputus, jimin harus bersiap untuk pergi ke Big Hit,mengurus pengunduran dari BTS..tekad nya sudah bulat akan meneruskan perusahaan ayahnya, dengan itu ia merasa bebas dari segala masalah tentang dunia hiburan


Jimin mengambil jaket, kacamata ,dan masker hitamnya, lalu dengan langkah cepat dirinya menuruni anak tangga.


Ia harus mengurus semuanya dengan cepat, karna sudah bosan berada disana, bosan mendapat omelan berupa ceramahan dari sang hyung juga maknae itu ataupun juga sahabatnya taehyung


Dua puluh menit berlalu jimin sampai di kantor agensi , suasana disini masih seperti biasa banyak para staf yang berlalulalang mengurusi kesibukan masing masing karna ini menunjukan jam sepuluh siang


Terlebih dahulu ia menuju keruangan Bang Pd-nim untuk membicarakan hal ini,


Jimin manaiki lift yang menuju lantai kedua karna disana lah ruangannya, dan tepat dimana terdapat bangtan room sesudahnya.


Ia mengetuk pintu ruangan Bang Pd-nim saat tiba di depannya


"Giibeun" ucapnya dari dalam (masuk)


"Bang PD-nim,"


Posisi yang tadinya Membelakangi jimin kini mebalikan kursi putar menatap dirinya


"kau--Jimin.." ucapnya pria paruh baya itu


"Ne.." ucap jimin sedikit mengulas senyuman, bukan takut tapi hanya tidak ingin membuat dirinya kecewa


"Ada perlu apa kau kemari,aku tidak memanggilmu" __Bang PD-nim


"Aku ingin......." gantung jimin


"Ada.apa ?? Kau ingin apa?" tanya Bang PD-nim menatap dirinya bertanya tanya


"Aku ingin memundurkan diri dari BTS," ucap jimin dalam satu tarikan nafas


"Kenapa..ada apa dengan---, apa kau mengalami masalah ?" __Bang PD-nim memastikan

__ADS_1


"Andwae,, aku akan meneruskan perusahaan ayah..umurnya sudah cukup untuk beristirahat dimasa tuanya" __jimin beralasan


Bang PD-nim diam, memikirkan semuanya, merutnya ini berat, karna BTS akan kehilangan satu anggota,


"Aku mohon,," ucap jimin kembali


Dengan berat hati Bang PD-nim mengiyakannya,


"Baiklah..jika itu mau mu, aku melepasmu, semoga kau berhasil menjalankan perusahaan ayah mu"


"Ghamsahamida Bang PD-nim" ucap jimin seraya membungkukan badan


"Baiklah ..kalau begitu aku pergi " lanjut jimin


Setelah keluar dari ruangan ,Jimin memutuskan untuk ke bangtan room siapa tahu para member sedang berkumpul disana karna di saat di partij dance disana kosong,


Biasanya pada jam segini, para member berkumpul mengbrolkan sesuatu


Lima langkah dari ruangan Bang PD-nim ia tiba di depan ruangan bangtan,ia membuka pintu namun kosong dari aktivitas biasanya


Mungkin mereka sedang di drom-pikir jimin


Lalu ia melangkahkan kaki kembali menuju drom untuk mengambil barang barang miliknya sekalian berpamitan pada semua member


Lima belas menit berlalu kini dirinya sudah berada di drom , ia menekan kode masuk , sampai akhirnya terbuka,


Sepi..yang ia rasakan saat masuk, yang ada hanya suara siaran tv,


dimana semuanya-- lirih jimin


Ia melirik kesana kemari, tapi tidak satu pun yang bersuara


"Hey.jimin" ucap seseorang dari belakang


Jimin menoleh, lalu tersenyum pada manager sejin


"Hyung,,kenapa sepi...mana yang lain? "


Jimin bingung


"Emueoseo? ( kemana)


"Yang lain sedang memjenguk seseorang kerumah sakit" ucapnya duduk meletakan kopi yang ia ambil di dapur


"Eh..memang siapa yang sakit?" tanya jimin bingung..karna dirinya merasa kenapa ia tidak di beritahu, ataupun mengajaknya tidak biasanya mereka seprti itu..


"Entahlah..." __menager sejin menyuruput kopinya


"Ah.., baiklah hyung aku kesini hanya ingin mengemasi barang barang ku" ucap jimin berterus terang


"Wae..imwoya?" ucap seijin bingung


"Aku sudah mengundurkan diri"


Jelas jimin


"Jadi yang dikatakan yang lain itu benar huh?"


Jimin mengangguk,


" aku kekamar dulu hyung" putus jimin


Ia memasuki ruangan yang ia tinggali dengan hyungnya j-hope -jung hoseok,


Ia tersenyum,mengingat dimana kamar ini menjadi saksi bisu ketika keduanya tidur dengan berbagai posisi.


Tempat ini juga menjadi tempat tertawa bagi semua member khususnya keduanya.


Satu persatu tangan jimin memasukan barang barangnya ke dalam koper, juga tas.karna tak ayal selama jadi idol banyak barang pemberian fans.


Selesai,,, ia melirik kiri kanan memastikan tidak ada barang yang tertinggal...


Setelah itu ia menarik koper dan menjinjing tas barang bawaannya,

__ADS_1


"Jimin...." ucap seseorang melihat jimin keluar dari kamarnya


"Hyung...aku mau pamit" ucap jimin menatap lelaki di depannya


"Jadi yang dikatakan...taehyung benar?" ucapnya


Jimin mengangguk tersenyum.


"Hoseok Hyung???" teriak taehyung


"Jimin kau benar melakukannya ?" lanjutnya melihat jimin yang menengteng barang


Lagi lagi jimin mengangguk


"Kalian dari mana" tanya jimin


"Ku dengar kalian menjenguk seseorang ,siapa?"


Taehyung dan jhope bertukar pandang , bingung harus mengatakan apa


"Aaa...aaa...kami menjenguk saudara jin hyung, ternyata dia ARMY,lantas kami menemuinya karna dia sangat menginginkannya" jelas taehyung yang mendapat anggukan dari j-hope


"Baiklah..kalu begitu aku harus pergi" ucap jimin mengakhiri pembicaraan


"Kami akan mengantarmu" ucap keduanya. Dan jimin mengangguk..taehyung meminta jimin memberikan kopernya juga untuk dia bawakan, lalu ia pun memberikannya


Sampai diruang TV jimin tersenyum pada semua, namjoon, yoongi, seokjin, dan jungkook. Keempat member itu terkejut dengan adanya jimin


"Jimin...kau meninggalkan kami" ucap namjoon


"Mianhae hyung,, aku harus meneruskan perusahaan ayahku" ucap jimin


Suga dan seokjin tersenyum miring karna yang dikatakan jimin adalah sebagian kenyataan dan sebagian alasan


"Baiklah...aku harus pergi.."__jimin


"Kami akan mengantar mu sampai Depan" ucap namjoon dan disertai anggukan member lain


Sampai di depan drom jimin membuka suaranya


"aku harus pergi" dia meletakan koper dan tas yang ia ambil dari taehyung, kemudian ia menghampiri satu satu para member untuk di peluk perpisahan


"Kau harap kau selalu ingat kami"-- ucap taehyung saat selesai berpelukan


"Pasti"_jimin


"Jika kau butuh bantuan, jangan sungkan" sekarang namjoon yang berkata


"Nee..hyung"


"Aku akan selalu merindukan mu jimin-ah"--ucap hoseok sambil mengusap setitik air di ujung matanya


"Jangan menangis hyung,aku jadi sedih" ucap jimin


"sampai jumpa lagi " ucap yoongi


Jimin mengangguk,


Sedangkan seokjin tak berbicara saat berpeluk, ia hanya menatap jimin


Terakhir jungkook


"Aku hanya berpesan, jaga istrimu ,,jangan sampai kau menyesal"


Semua mendelik pada jungkook seakan pesan yang memberi pesan berbeda dan ada benarnya,


Dan sebagai balasan respone dari ucapan jungkook jimin hanya tersenyum miring..lalu melirik lelaki di samping jungkook --seokjin


"Jika kau meneruskan perusahaan ayah mu..aku harap kau bisa mengembannya" ucap menager seijin sebagai orang terakhir yang dipeluk


Jimin mengangguk dan perlahan langkahnya mundur menatapi para member dan manegernya sampai ia tepat di posisi kopernya dan memasukannya ke bagasi, ia melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobilnya..ia mengklason mobilnya tanda ia harus pergi..member yang lain melambaikan tangan kecuali seokjin,....


#vote readers..jangan lupa like and komen karna ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

__ADS_1


__ADS_2