
Arra. Memang kesakitan di bagian selangkangannya saat ini, walaupun bukan pertama kalinya tapi permainan kasar jimin membuat sekujur tubuhnya terasa remuk , dan lengket sampai dirinya harus berendam dengan air hangat.dan untung saja jimin mau membantunya menuntunnya berjalan.
Niat nya untuk mengunjungi rumah mertuanya gagal karna kesalah pahaman yang tak sengaja terlihat oleh mata kepala jimin.
Dan saat ini arra memilih membaringkan badan dikasur dengan jimin yang meninggalkannya untuk pergi , entah pergi kemana dia sekarang..?
Arra merasa lapar karna sejak dari tadi pagi sampai sore hari ini ia belum memasukan sedikit makanan pun pada perutnya.
Dan itu mau tak mau membuatnya mencoba berjalan kaki dengan rasa ngilu di ms.V.nya
Di dapur
Arra tidak menemukan makanan apapun ...tidak ...sebenarnya ada tapi itu hanya roti dan selai dan juga bukan. Tidak ada makanan katakan saja arra malas memasak dengan waktu yang lama untuk mengunakan bahan bahan yang masih mentah seperti daging, sayur, ataupun ikan ..sedangkan perutnya butuh makanan yang sekaligus mengenyangkan
Matanya kini beralih pada lemari diatas pantry, ia masih ingat kalau di sana masih tersedia stock ramyeon.
Saat membukanya arra pun mengambil ramyeon dari beberapa deretan disana lalu memasaknya dengan cepat karna perutnya sudah keroncongan sejak dirinya menuruni tangga.
Drrrttt..drrtt..drttt.
Getaran ponsel di meja membuatnya terperanjat, lalu menghampiri benda itu.
Tertera nama "전정국"
"Ya..kookie.." tanya arra mengangkat panggilan
" ..apa kau baik baik saja" terdengar suara khawatirannya
"Ya..aku baik baik saja..tenang saja"
"Tapi suara mu bergetar, apa kau masih menangis .atau jimin hyung melakukan hal yang buruk pada mu"
"Ah..tidak kookie..gwaenchanha, hidungku tersumbat saat aku mandi tadi" bohong arra
"Baik.lah ku harap kau sesuai dengan apa yang kau katakan.."
"Nee..jungkook.. Terimakasih sudah menghawatirkan ku"
"Baiklah.. Kalau begitu aku akan tutup sambungannya ..istirahat lah dengan baik "
"Nee"
Sambungan diakhiri jungkook seperti yang ia katakan sampai tak terasa ramyeon yang di buat arra sudah masak, dengan cepat ia menuangkannya dalam mangkuk, dan membawanya keruang TV
__ADS_1
Arra menyalakan tv mencari chanel yang. Bagus untuk di tonton.. Setelah menemukannya ia memulai suapan kedalam mulutnya
Drrrrrttt...drrrtt.drrrttt
Getaran handphone yang arra tinggalkan dimeja, menjadi pengalih matanya dari drama yang ia tonton di TV
Dan seketika juga ia menghampirinya melihat notifikasi yang Masuk,dan kali ini tertera nama "석진오빠"
orang berbeda yang menelpone arra dimanaa saat tadi pagi arra tidak mengangkatnya
"Yee...oppa"
"Apa kau baik baik saja"
"Aku baik baik saja... kenapa?"
"Tidak aku hanya mengkhawatirkan mu,"
"Kenapa ..tak ada yang terjadi hari ini"
"Kau bohong....bukan"
"Ah..mm..memang benar, tak ada hal yang buruk hari ini"
"Berbohong..apa maksudmu" elak arra
"Terserahlah..lalu kenapa kau tidak mengangkat panggilan ku tadi pagi "
"Ah , mianhae oppa..nan bappeuneo" (maaf ,, aku sibuk)
"Ouh...begitu, lalu kau sekarang sedang apa?"
"Aku...sedang menonton tv"
"Ouh..baiklah...sepertinya aku mengganggumu, lebih baik aku tutup..istirahat lah dengan baik..juga jaga dirimu dengan baik, jika terjadi sesuatu hubungi aku"
"Nee..oppa"
Sambungan terputus arra kembali melahap ramyeon nya yang tadi terhenti, dan melanjutkan menonton dramanya..
M
A
__ADS_1
L
A
M
T
I
B
A
jimin baru tiba di apartemennya setelah menemui seulgi untuuk membahas pernikahannya..saat masuk dirinya menemuka arra yang sedang melahap ramyeon sambil menonton drama
"Kau sudah pulang?"tanya arra
Namun jimin hanya diam,
"Apa kau sudah makan?"
Jimin menggeleng, dan meninggalkan arra begitu saja pergi keatas
Tanpa aba aba ataupun suruhan suaminya arra sebagai istri yang baik ia melangkahkan kakinya kedapur,
Aktivitas yang enggan lalu ia lakukan kini dengan enteng ia lakoni , dengan menyalakan kompor memasak sayur, daging untuk memberi suaminya makanan. Karna ia pikir
Sekasar apapun yang suaminya lakukan padanya , tetap saja dirinya ini istri dari seorang park jimin yang harus melayaninya bukan ?"
Sambil menunggu sayur dan lauknya matang arra menyiapkan mangkuk kecil untuk mengisinya nasi hangat dari ricecooker , lalu mengambil gelas dengan mengisinya air putih..tak butuh tiga puluh menit makanannya sudah siap tersaji di atas nampan , dengan hati hati walaupun ms.V nya masih ngilu arra tetap membawakan nampan itu ke atas dimana kamar nya berada.
Tanpa harus mengetuk pintu kamar arra masuk dan mendapati jimin sedang bertelanjang dada dengan lilitan handuk di bagian bawahnya.
Arra tak harus tutup mata bukan.karna aurat suaminya bukanlah dosa yang ia harus tanggung ketika melihatnya,
Arra dengan perlahan melangkah kakinya dengan hati hati, walaupun lambat tapi arra mampu menyimpan nampan berisi makanan itu di meja sofa kamar itu
"Makan lah selagi hangat...aku membuatkannya tadi utukmu" ucap arra ,, lalu dirinya mengambil piyamanya dan menggantinya di kamar mandi,
Sedangkan jimin melanjutkan aktivitasnya memakai kaos putih polos dengan boxer hitam
Ia mendekati makanan yang dibawakan arra , dan melahapnya sedikit demi sedikit, saat makanannya sudah mulai berkurang setengah jimin mendapati arra sudah berganti pakaian.lalu berjalan menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya dengan memunggungi dirinya
__ADS_1
Jimin tidak peduli..ia lebih memilih melanjutkan makanannya