
Ketukan pintu dari luar membuat arra terbangun, dan langsung terkejut dengan posisinya berada..karna sebelum tidur arra masih dalam mobil bersama jimin dengan aerphone yang masih di telinganya dan hanphone yang masih di genggamannya..
Tapi begitu bangun arra mendapati dirinya sendiri terbaring diruangan, yang diyakini hotel dengan kedua barang tersebut berada pada nakas..
Pikiran arra kembali pada suara di balik pintu..dengan cepat menghampirinya lalu membukanya
"Maaf noona ..aku mengantarkan makanan ini untuk mu" ucap pria yang memakai baju resepsionis
Arra tersenyum lalu menerima makanan itu ,lalu kembali bertanya
"Dimana orang yang memesankan makanan ini" ucap arra , dirinya tak bertanya siapa yang memesankan karna mustahil kalau bukan jimin yang memesankannya bukan.
"Dia sedang makan di lantai bawah, permisi noona saya harus kembali "
Arra mengangguk , sedangkan sang pelayan pergi berlalu,
Arra kembali memutuskan untuk masuk membasuh mukanya karna mungkin wajah bantalnya akan di tertawakan untung saja pelayan tadi tidak melakukannya
Jimin tengah menyantap makananya dengan matanya yang tertuju pada keluarga kecil yang bahagia, yang tengah mengawasi anaknya bermain pasir. Diam diam ia membayang jika nanti dirinya begitu jika nanti seulgi melahirkan.
Tak lama kemudian matanya tertuju lagi pada pasangan yang berjalan jalan di pantai dengan keadaan sang istri tengah mengandung dengan perut yang buncit
Mungkin jika arra tidak keguguran perutnya akan sama buncitnya seperti wanita itu.-batin jimin dalan lamunannya
Jimin terperanjat saat pundaknya disentuh oleh tangan, lalu segera ia tolehkan wajah pada tangan yang masih berada pada pundaknya.
"kau disini" pekik jimin ketika melihat arra dengan senyuman
"Kau sudah makan?" tanya arra lalu duduk dihadapannya
"Bisa lihat sendiri aku sedang apa" ucap jimin ketus
Arra tersenyum kecil, merasa dirinya bodoh karna jelas jimin tengah makan dengan makanan dihadapannya
"Katanya kau ingin ke pantai . .ayo" ucap arra lagi melihat suasana pantai yang begitu ramai
"Nee..aku akan menghabiskan makanannya dulu." ucap jimin memasukan Nakji Bokkeum kedalam mulutnya
"Ya sudah..aku akan menunggu mu di pantai...habiskan makanan mu" ucap arra melenggang pergi keluar area.
Arra yang keluar tersenyum menikmati angin laut yang menyapu wajahnya..hari menjelang sore tapi suasana pantai makin ramai mungkin karna banyak yang memburu Sunset, yang di jadikan spot romantis oleh para pasangan terbukti banyak pasangan mulai dari remaja, dewasa, menikah, ataupun tua
Yang berkeliaran.
Arra terus tersenyum ketika para pasangan yang juga menyapa walaupun tak kenal ,
__ADS_1
Sampai ketika bola voli mengenai kakinya ,
"Noona, bisakah kau lempar bola itu" ucap anak memakai kaos hitam kira kira berusia 7 tahun yang berada pada garis lapangan
Arra tersenyum, lalu menghampiri mereka
"Hay nama ku arra," tanya
"Boleh aku ikut main?" ucap arra
Dan mendapatkan sorakan serta anggukan dari ke empat anak lelaki itu,
"Noona..ayo pukul bola nya" ucap anak lelaki yang berbeda dengan memakai kaos berwana biru
Arra berdiri di garis star lalu melakukan pukulan mengoper bola pada area lawan.
Jimin yang sendari tadi makan masih belum selesai dari aktivitasnya, ia terlalu sibuk memperhatikan arra yang bermain bola voli dengan empat anak lelaki, dan tanpa sadar dirinya tertawa karna arra menyemesh bola namun tak kena.
Sampai akhirnya ia menyudahi makanannya, lalu pergi keluar menghampiri arra
Sampai di pantai jimin yang masih dengan masker dan kacamatanya berkata " boleh aku ikut main" saat dirinya berada di area lapangan
Ke empat anak lelaki itu bingung dan ragu, pasalnya penampilan jimin yang berbeda
Keempat anak tersebut pun bertukar pandang secara bergantian meminta pendapat
"Nugurang?" ( siapa kau?) tanya anak memakai baju merah yang dilihat paling tua
"Dia suami ku, jadi ijinkanlah" ucap arra merangkul dua anak lelaki yang menjadi tim dengannya
"Eoh..baiklah..ayo kita bermain" ucap anak yang memegang bola langsung meleparnya pada jimin , dan dengan sigapnya jimin menangkapnya tak membiarkan wajahnya terkena bola.
Mereka bermain ,sambil tertawa mana kala jimin yang terjatuh karna terkena bola dan dengan sigap pula arra membantunya berdiri kembali lalu membersihkan pakaiannya dari pasir putih
"Noona..kenapa suami mu memakai penutup wajah?" tanya lelaki yang memakai baju hijau dikira usianya lebih muda
Arra menatap jimin entah ia harus berkata apa , jimin tersenyum setelah menemui tatapan arra yang Kebingungan. Jimin membungkukan badannya menatap anak yang bertanya pada arra dengan memegang pundaknya
"Apa kau mau berjanji untuk merahasiakan ku?" tanya jimin
Anak itu mengangguk, dan sekatika jimin menarik maskernya turun pada dagunya , lantas membuat anak itu tercengang melihat siapa dihadapannya.
Dan jimin kembali menutup wajahnya, takut pihak paparazi sedang berkeliaran di tempat ini dan tanpa di duga memotretnya , apalagi sedang bersama arra padahal publik taunya jimin menikah dengan seulgi
"Jimin...kau jimin BTS? " tanya nya
__ADS_1
"Nee...tolong rahasiakan ini" ucap arra
"Baik noona..aku akan merasiakannya," ucapnya
"Aigooo.betapa beruntungnya aku bertemu dengan idol" pekik anak lelaki yang memakai baju biru
"Baiklah...karna kalian sudah membiarkan aku bermain, aku akan menelaktir kalian es krim"
Ucap jimin dan disambut dengan gembira oleh ke empat anak itu , arra pun ikut antusias dengan mengangkat kedua tangannya
"Kajja..." ucap Jimin.
🐍🐍🐍🐍
Kegiatan menelaktri ke empat anak itu sudah jimin lakukan , dan mereka sudah pamit pergi menemui orang tuanya karna hari sudah semakin sore namun lagi lagi suasana pantai semakin ramai,
"Kita mau kemana?" tanya jimin melirik arra yang menjilat es krimnya
"Lihat disana, terdapat karang yang tinggi, ayo kita kesana sambil menyaksikan matahari terbenam" ucap arra menunjuk karang besar yang sepi pengunjung
Jimin mengangguk lalu menarik tangan arra untuk menghampirinya, arra terperangah sungguh dalam hatinya ia salah tingkah dengan kebahagiaan yang melandanya,
Jimin memang slalu mencekal tangannya namun kali ini terasa berbeda dari biasanya.
Arra manaiki karang dengan hati hati dibantu oleh jimin yang juga ikut naik ke atas karang. Setelah keduanya berhasil naik
Matahari mulai menyurut menghilangkan dirinya sedikit demi sedikit, jimin tersenyum melihat arra dengan tangan yang masih digenggaman, arra yang tak peduli jika nanti sehabis ini berlalu jimin akan memaki, dan berubah kasar dengan mengatainya jalang , yang ia rasa kali ini adalah hatinya sangat sang bahagian bisa mengahabiskan waktu sehari dengan jimin.
"Geureoni take my hand right now
Ireon naega mitgiji anha
Sogeuroman sucheon beoneun deo malhaesseodeon geu mal
Geudaeneun nal tteonaji ma
You got the best of me
You got the best of me
Kkuminji hyeonsirinjineun ttakhi jungyochi anhji
Geujeo niga nae gyeote idaneun ge
Thanks" _ BEST OF ME '~~ARRA
__ADS_1