Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)

Me And IDOL_Perjodohan_ (Parkjimin)
58. Dont


__ADS_3

Hari dimana semalam jimin tidur dengan arra untuk yang kedua kalinya dengan aktivitas malam yang sama juga, sedangkan seulgi masih tetap sendiri dikamarnya,,walaupun keseharian dan perhartian jimin lebih dominan padanya terlebih kondisinya yang sedang hamil.


(Tapi itu ia lakukan hanya semata mata menyenangkan seulgi yg padahal berbeda dengan rasa du hatinya)


Seperti biasanya arra menyiapkan makanan dengan tujauan sarapan.. Dan setelahnya


seperti biasanya arra sedang mendorong kursi roda sang mertua yang kondisinya semakin parah , entah kenapa padahal obat yang di berikan dokter selalu diminum dan sesuai dengan kebutuhan tapi nihil tak ada perubahan pada eomma,


Justru sekarang eomma semakin kurus padahal setiap harinya arra memberikan makanan empat kali lengkap dengan empat sehat lima sempurna, ditambah vitamin,


Arra sendiri sampai bingung sendiri dengan kondisi Mertuanya . .


Jimin melihat sang eomma terduduk dikursi roda pun merasa sedih,,dengan kondisi eommanya yang tak kunjung sembuh..jihyun pun merasakan hal yang sama.


"Pagi eomma" sapa jimin


"Nee..pagi..."


"Apa eomma merasa baikan hari ini?" tanya jimin


"Kau bisa melihatnya sendiri bukan?"


"Eomma ..ayo buka mulutnya,," pinta arra menyodorkan sesuap makanan dutanggannya


Eomma menurutinya, lalu mengunyahnya dengan perlahan


"Jihyun...bagaimana sekolah mu" ucap arra


"Semuanya baik baik saja seperti biasa, hanya saja kali ini lebih lelah dari biasanya karna persiapan ujian kelulusan" balasnya


Arra tersenyum,,sambil menyuapi sang mertua ia berkata


"Dulu aku juga sama seperti mu...saat kelas tiga SMA memang banyak yang melelahkan,, tapi walaupun begitu kau harus tetap semangat menjalaninya"

__ADS_1


"Yee...noona...aku akan tetap semangat, apa lagi tinggal beberapa bulan lagi aku lulus bukan" ucap jihyun tersenyum semangat


"Nee....kau harus mendapatkan nilai terbaik,," ucap arra mengelus punggung tangannya


"Yee..noona aku akan berusaha, dan satu pintaku saat kelulusan nanti ku harap kalian semua datang" ucap jihyun kembali melahap makanannya.


Jimin yang sendari tadi diam kini bersuara "nee..kami semua akan datang saat acara mu"


"Yeee...gomapta hyung" pekik jihyun


Tak lama kemudian suara langkah seseorang datang terdengar di telinga semuanya, lantas ke empatnya menoleh...mendapati seulgi dengan perut yang buncitnya sedang tersenyum khususnya pada jimin sangat manis..


"Seulgi....kau mau kemana?" tanya jimin menatap seulgi yang sudah berdadan rapih dengan riasan make up


"Ah...aku...aku mau ijin pergi menemui keluarga ku...bisakah kau mengantarkan aku ?" tanya seulgi pada jimin..saat dirinya tepat berada di sampingnya


"Tentu...sebaiknya kau makan dulu. Bayi kita butuh asupan dan kau harus selalu sehat bukan?" ucap jimin sambil mengelus perut sang istri


"Nee...aku akan sarapan, "


"Eoh...eommeoni,, bagaimana keadaan mu" ucap seulgi melirik sang mertua yang tengah di suapi arra


"Tak perlu ku jawab kau bisa melihatnya bukan" jawab eomma park ketus


"Mianhae,, aku tidak mengetahuinya dengan jelas" ucap seulgi tertunduk.


Arra melihat sang eomma yang tak suka menatap seulgi...jimin pun sama,


"Ah..jihyun...kau cepat bersiap,,nanti kau terlambat" ucap arra membukan suasan yang hening


"Nee..noona..." balas jihyun sambil mengangguk


Arra beranjak dari kursinya lalu mengambil kotak makan berwarna hijau lengkap dengan isinya

__ADS_1


"Bawa..Bekal ini. Aku takut kau kelaparan karna akhir akhir ini kau pulang sore!!"


"Nee..noona...itu karna aku mengikuti les, " ucap jihyun


"Oh..yah..gomawo..gyujeongeo" lanjutnya


"Nee..." ucap arra kembali duduk di sebalah mertuanya.


"Baiklah..ini sudah jam tujuh aku harus berangkat kekantor,," ucap jimin


Jihyun dan seulgi pun lantas berdiri mendengar ucapan kepala rumah tangga itu


"Eh..jimin ..tunggu" sergah arra


"Yee,, mueos?" tanya jimin


"Bolehkah aku membawa eomma untuk pergi berjalan jalan" tanya arra ragu..


"Hanji," (jangan)


"Wae?" tanya arra


",eommani,yeojeonhi yaghaneo" tolak jimin


"Kasian oemma, jika dia harus mendekam terus dikamar" bujuk arra


"Jangan...cuaca hari ini tidak bersahabat, suhunya sangat panas kemungkinan musim dingin akan segera kembali" ucap jimin kembali


"Tapi--"


"Ku harap kau tidak melakukannya" ucap jimin kemudian melangkah pergi menuju pintu keluar.


**VOTE..READERS...JANGAN LUPA LIKE ANDA KOMEN.

__ADS_1


SEMANGAT๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ**


__ADS_2