
Hari-hari pun berlalu. Kasih sayang yang begitu melimpah dari ayahanda dan suaminya membuat putri Medina Al-Akhmaar tak berhenti bersyukur kepada Allah SWT.
Kebahagiaan yang dirasakan oleh putri Medina Al-Akhmaar saat ini seakan menggantikan seluruh penderitaan yang dialaminya selama ini bersama sang ibunda tercinta.
Rencana-rencana yang sudah ia bicarakan dengan raja Lukman Al-Akhmaar sang ayah tentang program kemajuan pendidikan di seluruh daerah kekuasaan kerajaan AlHambra mulai dilaksanakannya.
Pangeran ElRasyid Al-Hasan sang suami ikut mendukung keinginan tuan putri mahkota. Panglima perang kerajaan Al Amin itu turun tangan membentuk majelis-majelis ilmu dan membawa tim pengajar dari luar Andalusia.
Semua rakyat ikut belajar tentang banyak hal dan menghargai ilmu pengetahuan. Tidak ada batasan bagi semua rakyat AlHambra untuk belajar.
Dan itu dipergunakan oleh putri Jasmine untuk mendekati pangeran ElRasyid Al-Hasan dengan dalih ingin belajar tentang tata kota dan pemerintahan.
"Assalamualaikum warahmatullahi pangeran." salam Putri Jasmine ketika mereka berdua bertemu di sebuah majlis ilmu.
"Waalaikumussalam warahmatullahi putri Jasmine." pangeran ElRasyid Al-Hasan menjawab salam salah satu putri raja Lukman Al-Akhmaar itu dengan senyum diwajahnya.
Putri Jasmine merasakan kegembiraan yang sangat di dalam hatinya karena baru kali ini Pangeran tampan itu tersenyum padanya.
"Boleh aku ikut belajar bersama dengan pangeran?" tanyanya dengan suara yang cukup lembut.
Pangeran ElRasyid Al-Hasan merasa tidak nyaman dengan suara putri Jasmine padanya. Ia sangat yakin kalau saudara iparnya sengaja ingin merusak hubungannya dengan sang istri tercinta.
"Aku mohon maaf putri Jasmine. Untuk pelajar perempuan ada majlis khusus dan itu tidak disini."
"Tapi anda adalah ahli tata kota dan pemerintahan pangeran. Aku ingin belajar langsung dengan ahlinya."
"Mohon maafkan aku putri Jasmine. Yang ahli di pemerintah itu adalah paduka raja Lukman Al-Akhmaar dan juga tuan putri mahkota. Aku sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka berdua."
"Sesungguhnya kenyamanan belajar itu akan ada kalau pelajarnya suka sama gurunya pangeran. Terus terang aku tidak suka belajar bersama dengan paduka raja maupun putri mahkota."
"Aku hanya ingin belajar dengan anda pangeran. Jadi kumohon kabulkan permohonanku ini."
__ADS_1
"Sampai kapanpun aku tidak akan mengabulkan permohonan anda putri Jasmine." putus pangeran ElRasyid Al-Hasan untuk lebih menjaga diri dari fitnah.
"Ada banyak kitab yang bisa anda baca di Perpustakaan istana. Anda bisa kesana. Karena sesungguhnya belajar itu bisa melalui banyak cara."
"Aku pikir anda orang yang sangat bijaksana pangeran.Tetapi ternyata tidak. Anda adalah makhluk sombong yang pernah aku kenal. Anda tidak mengikuti perintah baginda Rasulullah untuk tidak mengabaikan orang yang ingin menuntut ilmu." putri Jasmine menghentakkan kakinya dengan kesal kemudian meninggalkan pangeran ElRasyid Al-Hasan di tempat itu.
"Semoga Allah mengampuni hamba. Dan menghindarkan aku dari fitnah." ucap pria berdarah Quraish itu sembari menarik nafas panjang. Abu Zubair tersenyum samar melihat tuannya sangat gigih dengan keputusannya itu.
"Abu Zubair. Aku sungguh ingin bertemu dengan istriku sekarang juga."
"Baik tuan. Kita akan kembali ke istana." Abu Zubair mengikuti langkah sang pangeran untuk mengambil kudanya dan kembali ke istana AlHambra sekarang juga.
Sedangkan putri Jasmine yang sengaja mengikuti kunjungan pangeran ElRasyid Al-Hasan keluar istana itu segera meminta pengawalnya untuk mengikuti rombongan pangeran tampan itu.
Gadis itu benar-benar sangat tergila-gila pada saudara iparnya itu setelah mendengar lebih banyak pujian dan cerita-cerita baik tentang pangeran dari kerajaan Al Amin itu.
Niatnya untuk melenyapkan nyawa putri Medina Al-Akhmaar semakin besar agar ia bisa menggantikan posisi saudara tirinya itu menjadi pendamping pangeran ElRasyid Al-Hasan.
"Baik tuan putri." jawab mereka kompak dan segera melajukan kudanya untuk menyusul rombongan pangeran ElRasyid Al-Hasan yang sudah hampir keluar dari perbatasan desa.
Putri Jasmine tersenyum senang dan meminta pengawalnya yang lain untuk membawanya segera ke istana AlHambra. Ia sudah tidak sabar memberikan satu hal yang sangat berharga untuk saudara tirinya itu.
"Assalamualaikum warahmatullahi putri Medina Al-Akhmaar sang putri mahkota." salamnya ketika ia sengaja menemui saudara tirinya itu di sebuah ruangan khusus di dalam Istana itu.
"Waalaikumussalam warahmatullahi putri Jasmine. Ada apa kamu memanggilku kemari?" tanya putri , Medina Al-Akhmaar tersenyum. Ia merasa sangat heran dengan perubahan sikap adik tirinya itu yang berubah sangat baik dan manis padanya.
"Aku ingin berdamai denganmu kakakku tersayang. Selama ini aku banyak berbuat salah padamu. Sekarang aku ingin meminta maaf." putri Jasmine tersenyum dengan sangat manis.
Kening Putri Medina Al-Akhmaar mengernyit tetapi ia berusaha tersenyum.
"Aku ingin belajar denganmu kakakku tentang ilmu pemerintahan karena Ayahanda akan mengangkatku sebagai salah satu menterinya."
__ADS_1
"Aku tahu tuan putri sangat hebat dengan ilmu itu jadi aku ingin belajar Banyak hal denganmu." putri Jasmine berusaha terus merayu saudara tirinya itu dengan memberikan pujian-pujian. Tetapi entah kenapa putri Medina Al-Akhmaar belum bisa menerima sikap putri Jasmine yang tiba-tiba sangat manis itu.
"Bagaimana tuan putri. Maukah anda menerima permohonan maafku ini? karena sesungguhnya memaafkan itu lebih baik 'kan?"
"Aku memaafkanmu putri Jasmine. Kamu sebenarnya sangat baik ketika kamu bisa menerima keadaan dengan pikiran yang positif. Dan aku akan menemanimu belajar. Kita akan belajar bersama." ucap putri Medina Al-Akhmaar tersenyum. Ia mengajak hatinya untuk selalu berprasangka baik.
"Terimakasih banyak tuan putri akan kebaikan hati anda. Aku sekarang merasa hatiku sangat bahagia." ucap anak kedua raja Lukman Al-Akhmaar itu dengan senyum mengembang di wajahnya. Tangannya kemudian bertepuk untuk memanggil pelayan agar menyuguhkan minuman untuk merayakan perdamaian mereka berdua.
Putri Medina Al-Akhmaar menatap pelayan yang sedang menata cangkir minuman di atas meja. Tampak sekali kalau tangan pelayan itu bergetar tidak seperti biasanya.
"Ada apa? apa kamu sakit?' tanya putri Medina Al-Akhmaar sembari menyentuh tangan sang pelayan.
"Maafkan aku tuan putri. Aku sedang tidak sehat." jawab pelayan itu dengan tangan semakin gemetar.
"Kalau begitu istirahatlah. Jangan bekerja kalau sedang sakit."
"Baik tuan putri terimakasih banyak." pelayan itu mengundurkan dirinya dengan sopan dan meninggalkan ruangan itu.
"Silahkan diminum tuan putri. Itu adalah minuman terbaik dari sebuah daerah di Andalusia ini. Anda mungkin belum pernah mencobanya."
"Terimakasih banyak putri Jasmine." putri Medina Al-Akhmaar menyebut nama Allah kemudian meminum minuman itu. Putri Jasmine tersenyum kemudian ikut meminum juga dari gelasnya sendiri.
Putri Jasmine bersorak dalam hati karena sebentar lagi ia pasti yang akan mengambil kedudukan putri Medina Al-Akhmaar di kerajaan itu maupun di hati pangeran ElRasyid Al-Hasan.
🍀
Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
__ADS_1