Medina Al-Akhmaar

Medina Al-Akhmaar
Bab 56 Kehilangan Sosok Ayah


__ADS_3

"Inna lillahi wa Inna ilaihi rojiun, sesungguhnya kita adalah milik Allah dan Kepada-nya lah kita akan kembali," ucap pangeran ElRasyid Al-Hasan sembari memeluk tubuh istrinya, putri Medina Al-Akhmaar.


"Ya Allah, aku sangat sedih pangeran." jawab putri mahkota itu balas memeluk suaminya itu dengan air mata yang masih terus mengalir dari pelupuk matanya.


Hidup ternyata tak selalu indah dan bahagia. Karena sesungguhnya bersama rasa bahagia itu ada rasa duka yang mengiringinya begitu pula sebaliknya.


Hari itu putri Medina Al-Akhmaar beserta keluarga kecilnya akan melakukan sebuah perjalanan jauh, yaitu ke kota Baghdad Irak untuk berziarah Tetapi Sebuah peristiwa duka terjadi di dalam lingkungan istana.


Raja Lukman Al-Akhmaar tiba-tiba saja jatuh sakit dengan penyakit yang sangat keras. Tak ada yang bisa menemukan dan mengobati penyakitnya.


Putri Medina Al-Akhmaar pun sudah berusaha memberikan pengobatan yang ia mampu begitupun bermacam-macam tabib didatangkan dari seluruh penjuru Andalusia. Tetapi, sesungguhnya dari Allah lah datangnya kesembuhan.


Hingga tak lama kemudian raja yang bijaksana itu meninggal dunia. Pesannya hanya satu pada sang putri yang akan melanjutkan tahta dan pemerintahannya adalah agar ia selalu bisa menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana.


"Suamiku, aku tidak menyangka ayah akan secepat ini meninggalkan kita semua." ucap putri Medina Al-Akhmaar dengan rasa sedih yang belum juga pergi dari hatinya meskipun kematian raja Lukman Al-Akhmaar itu sudah terhitung selama lebih dari 40 hari.

__ADS_1


"Sesungguhnya semua yang terjadi di alam raya ini sudah tertulis dalam skenario Allah SWT sang penguasa alam tuan putri." ucap pangeran ElRasyid Al-Hasan sembari meraih tangan istrinya dan mengelusnya lembut.


"Tidak ada sesuatu yang kebetulan dimuka bumi ini. Kepergian paduka raja sudah jauh hari ditentukan oleh Allah SWT. Begitupun Penobatan anda sebagai seorang ratu atau pemimpin yang menggantikannya."


Putri Medina Al-Akhmaar terdiam. Sesungguhnya ia sangat tahu bahwa hal itu sudah tercatat dalam sebuah kitab yaitu kitab lauhun Al Mahfudz. Tetapi ia adalah manusia biasa yang tetap merasakan sedih karena kehilangan.


"Bersabarlah tuan putri, karena sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar."


"Terimakasih banyak pangeran, aku sangat bahagia karena anda selalu bisa memberikan penghiburan padaku." putri Medina Al-Akhmaar memeluk tubuh tegap suaminya dengan rasa haru dan gembira.


"Aku akan mendampingi anda memimpin kerajaan ini istriku. Kita akan memajukan pendidikan dan menciptakan sebuah peradaban Islam yang sangat maju di negara ini." ucap pangeran ElRasyid Al-Hasan dengan semangat baru dihatinya.


"Aaamiin ya Allah." jawab pangeran ElRasyid Al-Hasan tersenyum.


"Tetapi, entah kenapa aku sangat ingin mengunjungi Baghdad suamiku. Aku merasa ingin mengunjungi seseorang di sana. Bolehkan kita berangkat sebelum Penobatanku dilaksanakan?"

__ADS_1


"Tentu saja istriku. Kita kan sudah merencanakannya jauh-jauh hari sebelum musibah sakit menimpa almarhum paduka raja."


"Kalau begitu kita harus segera mempersiapkan diri bersama dengan anak-anak."


"Iya, dan aku rasa Abu Zubair dan Zarah juga bisa ikut bersama dengan kita. Anak mereka sudah besar dan bisa dibawa bepergian jauh."


"Iya, anda betul istriku. Selanjutnya kita akan ke tanah suci Mekkah untuk melakukan perjalanan umrah."


"Ah iya suamiku. Itu adalah ide yang sangat bagus. Kita bisa berziarah di makam Rasulullah Muhammad Saw dan para sahabatnya."


Mereka berdua pun berdiri dari duduknya dan mulai memanggil para pelayan untuk menyiapkan persiapan keberangkatan mereka ke Baghdad Irak.


🍀


Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2