
Dua berita bahagia terdengar di seluruh penjuru istana kerajaan AlHambra.
Yang pertama adalah berita tentang kesembuhan putri Jasmine. Yang telah lolos dari maut karena pengobatan yang dilakukan oleh putri mahkota kerajaan itu sendiri.
Dan yang kedua adalah berita tentang kehamilan putri Medina Al-Akhmaar, yang akan memberikan dua keturunan bayi kembar sebagai pelanjut generasi keluarga kerajaan.
Semua orang bersyukur termasuk Raja Lukman Al-Akhmaar. Raja bijaksana itu sampai memberikan banyak hadiah dan sedekah kepada seluruh rakyat di bawah kekuasaan kerajaan AlHambra.
Pesta yang sangat ramai itu dihadiri oleh banyak tamu dari kerajaan Islam lainnya di wilayah Andalusia.
Semua tamu datang untuk memberikan selamat pada calon pewaris kerajaan AlHambra. Dan sekali lagi membuat putri Jasmine dan permaisuri Hindun merasa sangat cemburu.
Berbagai macam hadiah berdatangan untuk putri mahkota yang sedang hamil itu. Sampai ruangan Ambajadores penuh dengan banyaknya kado untuk bayi kembar yang masih berada dalam perut putri Medina Al-Akhmaar.
"Ibu, bukankah pesta ini diadakan untuk kesembuhanku lalu kenapa semua tamu tidak ada yang memberiku ucapan syukur." ucap putri Jasmine dengan menggerutu.
Gadis itu tidak bisa lagi berpura-pura bahagia di depan semua orang. Tingkahnya yang tidak pernah tersenyum kepada para tamu menunjukkan isi hatinya saat ini.
"Tunjukkan keramahan pada semua tamu Jasmine. Tampilkan dirimu sebagai putri kerajaan yang terhormat dan tentu saja baik hati."
"Mana mungkin ibu, apa aku harus gembira dengan kehamilan putri Medina Al-Akhmaar itu? Aku yang seharusnya berada diposisinya saat ini." jawab putri Jasmine dengan ketus. Wajahnya nampak sangat tidak nyaman dipandang.
"Jasmine! pelankan suaramu sayang Jangan sampai ada orang lain yang mendengarmu bicara seperti itu."
"Biarkan saja ibu, aku masih tidak rela jika Puteri Medina Al-Akhmaar bahagia. Sungguh aku tidak rela!'
"Jasmine! jaga sikapmu. Kamu ingat 'kan, kalau paduka raja memberimu satu kesempatan untuk berbuat baik? Cepat kamu kesana dan menyapa semua tamu yang datang. Kamu harus bisa berpura-pura bahagia."
"Ibu?."
"Dengarkan ibu Jasmine atau paduka raja akan memberikanmu hukuman yang sangat berat karena kesalahanmu pada putri mahkota."
"Ibu!"
"Ayo tunjukkan kalau kamu bisa akur sama saudara tirimu itu supaya paduka raja senang dan selanjutnya kita akan melakukan rencana yang lain lagi." bisik permaisuri Hindun dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh orang lain.
__ADS_1
"Baiklah ibu, semoga rencana ibu nanti membawa hasil yang memuaskan." ujar putri Jasmine kemudian melangkah ke kerumunan para tamu bangsawan yang sedang mengelilingi putri Medina Al-Akhmaar.
"Assalamualaikum warahmatullahi ya sayyidah," ucapnya memberi salam pada seorang permaisuri dari salah satu kerajaan di wilayah Andalusia itu.
"Waalaikumussalam warahmatullahi. Anda putri Jasmine ya?"
"Anda betul sekali sayyidah. Saya adalah putri Jasmine adik putri Medina Al-Akhmaar."
"Anda sudah sembuh ya? tahniah."
"Alhamdulillah. Ya Sayyidah, saya sudah sembuh karena pengobatan kakakku yang sangat baik hati yaitu putri Medina Al-Akhmaar."
"MasyaAllah, Saya juga baru mendengar kalau putri mahkota kerajaan ini bisa mengobati banyak penyakit. Sempurnalah saudari anda itu putri Jasmine. Dia cantik, baik hati dan juga cerdas." putri Jasmine mencibir didalam hati.
Ia sangat kesal karena perempuan itu malah memuji-muji kecerdasan dan kebaikan putri Medina Al-Akhmaar di hadapannya.
"Saya juga bisa mengobati banyak penyakit ya sayyidah."
"Oh ya, benarkah itu?" saya kira kamu hanya bisa meracuni saudaramu sendiri." ucap permaisuri itu dengan sarkas. Putri Jasmine langsung melotot tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.
"Anda tidak perlu berpura-pura baik putri Jasmine. Tembok istana ini mempunyai mata dan telinga. Kabar itu sudah tersebar keluar Andalusia." putri Jasmine mengeratkan rahangnya karena sangat marah dan kesal.
"Yang saya heran adalah raja Lukman Al-Akhmaar yang tidak bisa menegakkan hukum yang adil. Anda seharusnya mendapatkan hukuman meskipun racun itu pada akhirnya mengenai anda sendiri."
"Senjata makan tuan bukan?" putri Jasmine menghentakkan kakinya dan pergi dari hadapan permaisuri itu dengan wajah malu dan marah. Permaisuri Ummi Kalsum yang ternyata adalah istri Raja Hasan Ishaaq kerajaan Al Amin itu tersenyum sinis.
Ibu mertua Putri Medina Al-Akhmaar itu sesungguhnya ingin membalas putri Jasmine yang sudah berniat membunuh menantu kesayangannya. Tetapi ia harus melakukannya pelan-pelan dan bukan sekarang waktunya. Karena saat ini adalah hari yang membahagiakan bagi kerajaan AlHambra.
Permaisuri cantik itu mendatangi menantunya dengan senyum bahagia diwajahnya. Ia memeluk putri Medina Al-Akhmaar dengan sangat gembira kemudian berbisik.
"Kamu harus banyak istirahat sayang. Dua bayi dalam kandunganmu ini membutuhkan banyak nutrisi dan juga waktu yang cukup berkualitas dari ibunya."
"Iya ibu, aku akan beristirahat setelah acara selesai." jawab putri Medina Al-Akhmaar dengan senyum diwajahnya.
"Sekarang saja. Kamu bisa kembali ke kamarmu. Karena tamu-tamu pasti akan selalu menahan dan mengambil waktumu sayang."
__ADS_1
"Baiklah ibu. Aku akan mengikuti perintahmu." putri Medina Al-Akhmaar akhirnya meninggalkan acara pesta itu bersama dengan Zarah binti Abdullah sang pelayan.
Sesungguhnya Putri Medina Al-Akhmaar memang sejak tadi ingin kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Hamil bayi kembar diusia yang menginjak 4 bulan ini lumayan membuat tulang punggungnya merasa kelelahan.
Tetapi demi menghormati para tamu yang datang ia rela menjamu mereka untuk memberi kebahagiaan pada tamu-tamu itu.
Dari jauh Abu Zubair sudah melihat kalau putri mahkota sudah meninggalkan Ambajadores, sehingga dengan cepat ia mendatangi pangeran ElRasyid Al-Hasan yang juga sedang menjamu tamu-tamunya.
"Mohon maaf tuanku, putri mahkota sudah kembali ke kamarnya."
"Terimakasih Abu Zubair. Aku akan segera menyusulnya." pangeran ElRasyid Al-Hasan pun segera berpamitan pada para tamunya untuk segera menemui istrinya di kamar pribadi mereka.
Pangeran tampan itu sedari tadi khawatir dengan keadaan istrinya. Ia sangat tahu kalau perempuan kesayangannya itu pasti akan menyiapkan waktu dan tenaganya untuk menjamu tamu meskipun ia sedang dalam keadaan harus banyak beristirahat.
"Tuan putri, baringkan tubuh anda di atas ranjang dengan nyaman." ucapnya ketika ia sampai di dalam kamar dan melihat sang istri tampak sangat lelah.
"Iya pangeran. Punggungku sangat lelah. Aku ingin sekali berbaring dengan nyaman." Putri Medina Al-Akhmaar benar-benar membaringkan tubuhnya kemudian bernafas lega.
"Tamu yang datang sangat banyak dan anda pasti sangat lelah." ucap pangeran ElRasyid Al-Hasan sembari meraih kedua kaki istrinya itu dan memijatnya dengan lembut.
"MasyaAllah, ini enak sekali pangeran. Terimakasih banyak." putri Medina Al-Akhmaar menutup matanya menikmati pijatan lembut pada kakinya itu oleh tangan besar suaminya.
"Bolehkah aku memijat yang lain juga tuan putri?" tanya Pangeran ElRasyid Al-Hasan dengan pandangan mata tak biasa pada wajah sang istri.
"Aku milikmu pangeran, anda bebas melakukan apa saja." jawab putri Medina Al-Akhmaar dengan senyum diwajahnya.
Pangeran ElRasyid Al-Hasan tersenyum penuh makna dan segera membuka kain penghalang ditubuh sang istri dengan semangat.
🍀🍀🍀
Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
__ADS_1