Medina Al-Akhmaar

Medina Al-Akhmaar
Bab 42 Perayaan Kemenangan 2


__ADS_3

Pangeran ElRasyid Al-Hasan menyapu lembut seluruh permukaan kulit lembut putri Medina Al-Akhmaar. Tangannya berhenti pada perut besar sang istri yang sedang mengandung 2 Janin kembar.


"Tuan putri, maafkan aku karena membuatmu membawa beban berat seperti ini," ucapnya kemudian mengecup kulit yang sangat kencang itu dengan bibirnya.


Tangannya bergerak membelainya sembari membacakan surah Yusuf. Putri Medina Al-Akhmaar merasakan dirinya sangat bahagia dengan perlakuan yang sangat romantis dari suaminya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wahai putra-putraku, jangan merepotkan ibu kalian ya, besok nanti saat kalian keluar ke dunia ini, jadilah anak yang taat Allah dan RasulNya. Taat pada pemimpin dan juga orang tua."


Pangeran ElRasyid Al-Hasan terus mengajak janin yang berada dalam kandungan putri Medina Al-Akhmaar itu untuk berbicara. Kemudian ia berbisik pelan di atas permukaan kulit itu dengan senyum diwajahnya.


"Aku rindu pada kalian. Bolehkah aku datang menyapa?"


"Boleh ayah, kami sudah lama menunggu, hihihi." putri Medina Al-Akhmaar menirukan suara bayi dan menjawab pertanyaan sang pangeran dengan tertawa cekikikan.


Pangeran ElRasyid Al-Hasan tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya dari perut besar itu ke wajah sang istri tercinta.


Perlahan ia mendekatkan wajahnya dan menyentuh bibir istrinya dengan sangat lembut. Pangeran tampan ElRasyid Al-Hasan itu mengulumnya dan mengeksplornya semakin dalam sampai putri Medina Al-Akhmaar bergerak perlahan karena kehabisan pasokan oksigen.


"Apakah anda tahu tuan putri? di saat berada dalam medan perang, aku selalu mengingatmu dan anak-anak kita. Dan benar saja. Hal besar sedang terjadi di sini." tatapan khawatir tiba-tiba muncul dari mata hitam kelam milik pangeran ElRasyid Al-Hasan.


"Hal besar apa yang terjadi selain penyerangan itu tuan putri?" tanyanya sembari tangannya bergerak perlahan kearah dua bongkahan lembut dan kenyal milik sang tuan putri.


"Aaaaakh, pangeran...aku..."


"Katakan apa yang terjadi tuan putri?" tanyanya lagi dengan lidah bermain cukup lihai di dua puncak yang sudah mengalami perubahan yang signifikan itu.


"Tidak... pangeran, aku tidak ingin menjawab anda..." Putri Medina Al-Akhmaar merasakan dirinya melayang tinggi hingga kisah pahit yang ditorehkan oleh permaisuri Hindun dan putri Jasmine tak ingin ia ingat.


Saat ini ia hanya ingin merayakan kemenangan bersama sang pangeran si panglima perang kerajaan AlHambra dan Al Amin.


Tak lama kemudian ruangan kamar yang sangat luas itu akhirnya sepi yang terdengar hanya bunyi dessahan dan erangan nikmat dari dua orang yang sangat berbahagia itu.


Urusan politik dan keamanan kerajaan mereka tinggalkan untuk sementara waktu. Mereka ingin berfokus pada perayaan kemenangan dengan cara yang sangat indah dan syahdu.


🍀🍀🍀


Abu Zubair mondar-mandir di depan pintu ruangan pribadi raja Lukman Al-Akhmaar. Lama ia menunggu dengan hati gelisah tetapi entah kenapa kakinya sangat segan untuk bertemu sang raja hanya karena masalah sepele yang sedang dihadapinya.


"Abu Zubair, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya raja Lukman Al-Akhmaar dengan wajah penasaran. Pengawal pribadi pangeran ElRasyid Al-Hasan itu tersentak kaget dengan suara raja Lukman Al-Akhmaar yang tidak ia sangka-sangka itu.


"Ampun paduka raja. Saya hanya ingin meminta bantuan anda."

__ADS_1


"Masuklah Abu Zubair, kita bicara di dalam ruangan." Raja Lukman Al-Akhmaar mengajak pengawal itu untuk masuk ke ruangannya. Ia khawatir pembicaraan mereka berdua adalah hal yang bersifat rahasia dan hanya boleh diketahui oleh mereka berdua.


Raja Lukman Al-Akhmaar duduk di atas singgasananya sedangkan pengawal itu duduk masih berdiri dengan wajah tertunduk.


"Katakan Abu Zubair, apa yang sedang menganggu hatimu."


"Saya sangat ingin menikahi Zarah binti Abdullah pelayan pribadi tuan putri mahkota paduka." jawab pria muda itu tanpa ada rasa ragu sedikitpun.


Raja Lukman Al-Akhmaar tersenyum. Ia bisa mengerti perasaan pemuda yang sedang jatuh cinta ini.


"Sesungguhnya aku sudah mendengar kabar baik itu Abu Zubair. Dan saya ingin meminta maaf karena kejadian besar yang terjadi di kerajaan ini sehingga niat baikmu jadi tidak terlaksana." Abu Zubair merasakan hatinya sedikit lega karena sang paduka raja sangat mengerti kegundahan hatinya.


"Sesungguhnya aku sangat heran dengan tuanmu Abu Zubair, kenapa mereka berdua tidak membantumu dalam hal ini? apa pangeran ElRasyid Al-Hasan dan putri mahkota tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada dirimu?" raja Lukman Al-Akhmaar tersenyum dan bermaksud mempermainkan pengawal itu.


Abu Zubair terdiam. Ia baru menyadari bahwa seharusnya ia mengatakan kegundahan hatinya itu pada pangeran ElRasyid Al-Hasan selaku orang terdekatnya.


"Ah maafkan hamba paduka. Saya terlewat akan hal itu. Baiklah saya permisi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh."


"Wahai Abu Zubair, aku hanya bermain-main. Dan aku bisa memanggil Zarah dan juga walinya sekarang juga untuk menikahkan kalian. Aku hanya ingin membuatmu sedikit gelisah hahaha."


Abu Zubair melongo tidak percaya melihat Raja AlHambra yang selama ini tampak sangat kejam dan dingin kini tertawa terbahak-bahak seperti itu di depan matanya matanya sendiri.


"Ampun paduka raja. Saya percaya pada anda."


"Kalau begitu persiapkan dirimu segera. Pernikahanmu dengan Zarah akan segera terlaksana. Bukankah hal baik harus dilaksanakan lebih cepat?!"


"Terimakasih banyak paduka raja. Kalau begitu saya permisi dan akan segera menyampaikan kabar baik ini pada keluarga saya di kerajaan Al Amin melalui prajuritnya yang akan kembali pulang saat ini."


"Ya itu bagus sekali. Orang tua dan keluargamu harus tahu apalagi raja Hasan Ishaaq dan permaisurinya."


"Aku takut mereka menganggapku sangat lancang karena mendahului keinginan mereka."


"Baik paduka raja. Sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh."


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh Abu Zubair."


Pengawal pribadi pangeran ElRasyid Al-Hasan itu mengundurkan dirinya dengan tubuh membungkuk sopan.


Pria itu keluar dari ruangan pribadi raja Lukman Al-Akhmaar dengan perasaan yang sangat senang.


Kemenangannya atas perang antar kerajaan di Medan perang sama rasanya dengan perasaan yang ia rasakan sekarang ini.

__ADS_1


Pria muda itu merasa seperti memenangkan dua pertempuran sekaligus.


Bayangan Zarah binti Abdullah yang tersenyum malu padanya membuatnya semakin bersemangat untuk menemui prajurit kerajaan Al Amin dan segera mengirim pesan pada raja Hasan Ishaaq dan permaisurinya begitu pun keluarganya yang berada di bagian barat Andalusia.


🍀


"Astagfirullah pangeran, anda melupakan Abu Zubair." putri Medina Al-Akhmaar tersentak dan segera melepaskan diri dari rengkuhan suaminya.


Putri mahkota kerajaan AlHambra itu tiba-tiba mengingat rencana pernikahan Zarah binti Abdullah dan pengawal suaminya itu yang akan dilaksanakan setelah mereka berhasil membawa kemenangan dari Medan pertempuran.


"Ada apa tuan putri? apa ada suatu hal buruk yang terjadi?"


"Tidak pangeran. Apakah kita sudah sangat zalim pada pengawal anda itu?"


"Abu Zubair, maksud anda tuan putri?"


"Iya pangeran."


"Ada apa dengannya?"


"Kita sudah berjanji padanya untuk mengurus pernikahannya dengan Zarah binti Abdullah kalau kalian pulang membawa kemenangan."


"Innalilahi wa Inna ilaihi rojiun. Aku lupa tuan putri. Sekarang aku akan menemuinya." pangeran ElRasyid Al-Hasan segera bangkit dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Aku akan menemuinya. Jangan sampai kemenangan yang kita peroleh ini membuatnya bersedih hati. Aku melihat Zarah ikut menjemputnya tadi."


"Iya pangeran."


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh tuan putri."


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh pangeran."


Panglima perang itu segera meninggalkan kamar pribadinya untuk menemui sang pengawal. Ia sangat bersalah karena lebih mementingkan kebahagiaannya sendiri daripada Abu Zubair.


🍀🍀🍀


Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2