Medina Al-Akhmaar

Medina Al-Akhmaar
Bab 34 Memaafkan Sekali Lagi


__ADS_3

Pangeran ElRasyid Al-Hasan menunggu sang tabib yang memeriksa istrinya dengan perasaan campur aduk. khawatir dan was-was. Pasalnya putri Medina Al-Akhmaar tidak pernah seperti ini sebelumnya setelah ia menikahinya.


"Tahniah pangeran. Tuan putri mahkota kerajaan ini akan segera memberi cucu untuk raja Lukman Al-Akhmaar."


"MasyaAllah. Allahu Akbar!" pangeran tampan itu langsung bersujud penuh syukur kepada Allah SWT mendengar kabar yang sangat mengejutkan dan membahagiakan ini.


Setelah itu ia bangun dan meraih tangan putri Medina Al-Akhmaar yang sangat lemas itu dan menciumnya berkali-kali. Panglima perang kerajaan Al Amin itu tidak bisa menutupi rasa bahagianya di depan tabib dan juga para pelayan.


"Terimakasih banyak tuan putri, anda bersedia mengandung anak-anak kita meskipun anda harus sakit dan menderita seperti ini."


"Aku tidak menderita pangeran. Ini adalah nikmat yang sangat indah yang Allah berikan kepadaku. Karena semua perempuan di dunia ini menginginkannya." jawab putri Medina Al-Akhmaar sembari tersenyum.


"Allah SWT melindungi putri mahkota dan juga calon bayinya hingga tidak meminum racun yang sama dengan putri Jasmine." ucap sang tabib dan langsung membuat putri Medina Al-Akhmaar tercekat kaget.


"Ya Allah, apa yang terjadi pada putri Jasmine, ya tabib?" saking kagetnya putri raja Lukman Al-Akhmaar itu ingin bangun dari posisinya.


"Tidurlah saja tuan putri. Keadaan anda saat ini juga belum terlalu baik. Masa kehamilan pada tiga bulan awal ini anda akan merasa mual dan pusing serta lemas." ucap sang tabib dengan berusaha menahan agar sang putri beristirahat lebih banyak.


"Katakan padaku tabib, apa yang terjadi pada putri Jasmine? dan siapa yang berniat memberi racun pada minumannya."


"Putri Jasmine meminum racunnya sendiri tuan putri."


"Apa maksudmu tabib?"


"Putri Jasmine yang merencanakan ingin meracuni anda melalui pelayanannya Ummi Maktum. Tetapi perempuan itu tidak tega dan berakhir mengganti minuman anda dengan milik putri Jasmine."


"MasyaAllah. Pantas saja waktu itu Ummi Maktum gemetar tangannya sewaktu menata minuman itu di atas meja kami berdua." Putri Medina Al-Akhmaar menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Ia tidak menyangka kalau adik tirinya itu ternyata berpura-pura baik tetapi malah ingin membunuhnya.


"Istirahatlah tuan putri dan jangan melakukan hal yang berat-berat untuk sementara waktu," ucap sang tabib lalu mengundurkan dirinya untuk keluar dari kamar itu.


"Terimakasih banyak ya tabib." putri Medina Al-Akhmaar mengantar tabib itu keluar dari kamarnya dengan senyum diwajahnya.


Zarah dan para pelayan lainnya juga berpamitan dan keluar dari kamar itu meninggalkan pangeran ElRasyid Al-Hasan dan juga putri Medina Al-Akhmaar untuk berdua saja.

__ADS_1


"Terimakasih banyak tuan putri, semoga bayi yang ada di dalam sini tumbuh sehat dan menjadi anak yang berbakti pada agama, tanah air, dan orang tuanya." pangeran ElRasyid Al-Hasan mengelus lembut perut sang putri dan menciumnya.


"Aaamiin ya Allah." putri Medina Al-Akhmaar mengaminkan harapan suaminya dengan perasaan haru.


"Aku ingin melihat kondisi putri Jasmine pangeran. Bawa aku ke kamarnya."


"Anda harus banyak beristirahat tuan putri. Putri Jasmine saat ini sedang diobati oleh banyak tabib terbaik di seluruh kerajaan AlHambra ini."


"Tapi aku ingin melihat adikku itu pangeran. Siapa tahu aku bisa mengobatinya." putri Medina Al-Akhmaar bertahan dengan keinginannya meskipun sang pangeran menyuruhnya untuk beristirahat.


"Kenapa hati anda sangat baik tuan putri, bukankah adik anda itu selalu ingin mencelakai anda?"


"Biarkan ia mendaratkan ganjaran dari apa yang sudah dilakukannya pada anda selama ini tuan putri."


Putri Medina Al-Akhmaar tersenyum kemudian membingkai wajah pangeran tampan itu dengan kedua telapak tangannya. Ia menatap mata hitam suaminya berusaha menyalurkan rasa dan pikirannya.


Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, menjadi tauladan di muka bumi. Segala ajaran dan perilakunya hendaknya menjadi pelajaran bagi kita manusia walaupun Nabi telah lama meninggalkan kita.


Kisah-kisahnya dalam menegakkan agama juga sangat baik untuk menjadi contoh bagi kita semua. Salah satunya tentang pelajaran memaafkan.


Kadang kala, kilasan-kilasan ingatan tentang perbuatan buruk yang menimpa diri datang, sehingga tertunda kesempatan memaafkan.


Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik dalam hal memaafkan. Sebagai contoh, ketika atas izin Allah SWT beliau akhirnya menguasai Mekkah.


Bertahun-tahun sebelumnya, beliau dan para pengikutnya mengalami persekusi dan bahkan siksaan mengerikan hanya karena mempertahankan akidah tauhid.


Puncaknya, mereka mesti hijrah ke Yastrib (lalu menjadi Madinah al-Munawarah). Kira-kira 10 tahun lamanya Rasulullah SAW sebagai pemimpin agama dan politik mengonsolidasi kekuatan di kota tersebut. Akhirnya, pembebasan Makkah (Fathu Makkah) terjadi.


Kini, kaum musyrikin Quraisy yang berada di posisi inferior. Mereka itulah yang telah menyakiti Rasulullah SAW. Banyak di antara mereka juga telah membunuh orang-orang yang beliau SAW cintai.


Bahkan, dikisahkan ketika Rasulullah SAW dan pasukannya memasuki Makkah, ada seseorang yang menatap beliau SAW dengan raut muka ketakutan. Begitu melihatnya, Nabi Muhammad SAW pun bersabda kepadanya, “Janganlah engkau takut, sesungguhnya aku adalah anak seorang perempuan Quraisy yang makan dendeng di Makkah.”


Sewaktu dalam posisi kemenangan, Rasulullah SAW justru merangkul orang-orang yang dahulunya berbuat jahat kepada diri dan umatnya. Dalam kesempatan itu, beliau SAW berkata kepada penduduk Makkah, “Apa yang akan aku katakan dan lakukan menurut perkiraan kalian?”

__ADS_1


Mereka menjawab, “Engkau adalah saudara kami yang pemurah dan putra paman kami yang penyayang.”


Beliau SAW kemudian bersabda, “Aku akan melakukan apa yang dilakukan saudaraku, Nabi Yusuf.”


Sebagaimana diceritakan dalam Alquran, yakni ketika akhirnya Nabi Yusuf mengungkapkan jati dirinya kepada saudara-saudaranya di istana Mesir. Nabi Yusuf memaafkan mereka, padahal mereka-lah yang dahulu sudah tega membuangnya ke dalam sumur; menjauhkannya dari ayahanda tercinta, Nabi Ya’qub AS


Doa Nabi Yusuf diabadikan dalam Alquran surah Yusuf ayat ke-92. Artinya, “Dia (Yusuf) berkata: ‘Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”


Mendengar pernyataan Nabi SAW itu, maka lega hati orang-orang Makkah. Mereka kembali ke rumah masing-masing dengan suka cita. Lepas sudah gundah-gulana. Justru yang terjadi, mereka seluruhnya kemudian memeluk Islam.


Tentang sifat pemaaf ini, simaklah hadits Rasulullah SAW berikut, sebagaimana dimuat dalam Sahih Muslim.


“Ada tiga hal yang barangsiapa terdapat padanya tiga hal itu, (maka) dia akan dilindungi oleh Allah, dan Allah akan merahmatinya dan akan memasukkan ke surga-Nya, yaitu (1) bila dia diberi, dia bersyukur, (2) bila dia mampu melakukan pembalasan, dia memberi maaf, dan (3) bila ia marah, surut amarahnya.


Pangeran ElRasyid Al-Hasan meraih telapak tangan sang putri mahkota dan menciumnya.


"Sungguh mulia hati anda wahai istriku. Anda mengingatkan aku tentang perkataan kekasih Allah SWT yang sangat indah. Semoga Rahmat Allah selalu tercurah untuk anda."


"Sekarang bawa aku ke kamar putri Jasmine pangeran. Aku sekarang sudah lebih baik. Anak anda yang ada di dalam perutku ini memberiku semangat baru."


"Baiklah tapi bolehkah aku mencium ibunya dahulu?" pangeran ElRasyid Al-Hasan menatap bibir sang putri dengan perasaan sangat haus.


Putri Medina Al-Akhmaar sangat mengerti pandangan mata suaminya itu. Dengan cepat ia meraih bibir suaminya dan mengeksplornya lebih dulu.


Putri cantik dan baik hati itu selalu ingin mendapatkan pahala lebih banyak dengan memberikan kebahagiaan pada sang suami. Lama mereka saling memagut kemudian saling melepaskan dengan perasaan tidak rela.


"Kita akan melihat keadaan putri Jasmine pangeran, setelah itu anda bisa melakukannya lagi dan lagi hihihi." pangeran ElRasyid Al-Hasan tersenyum kemudian menyentuh bibir sang putri mahkota dengan jari-jarinya kemudian berucap,


"Aku menunggu tuan putri."


🍀


Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2