Medina Al-Akhmaar

Medina Al-Akhmaar
Bab 57 Merasa De Javu


__ADS_3

Berada di Bagdad Irak merupakan impian dari putri Medina Al-Akhmaar. Entah kenapa Ia merasa sedang ingin bernostalgia dengan tempat yang sangat dekat dengannya itu. Meskipun ia tahu ia belum pernah mengunjungi kota itu.


Baghdad merupakan ibu kota negara Irak, sekaligus menjadi kota terbesar kedua di Asia Barat Daya setelah Teheran.


Kota ini terletak di antara sungai Tigris dan Eufrat. Baghdad mempunyai sejarah yang sangat panjang. Sebelum akhirnya kota ini dibangun kembali pada masa Khalifah al-Manshur (754-775M), yang merupakan khalifah kedua Daulah Abbasiyyah.


Di masa pemerintahan khalifah kedua Abbasiyah inilah, pusat pemerintahan Daulah Abbasiyyah dipindahkan ke Baghdad. Di masa ini, kota ini disulap, dari kota yang dulunya kecil menjadi besar dan megah.


Pemilihan Baghdad sebagai pusat pemerintahan Daulah Abbasiyyah didasarkan pada berbagai pertimbangan, seperti aspek politik, keamanan, sosial dan letak geografisnya.


Hal ini dikarenakan masih banyak sisa-sisa lawan politik Daulah Abbasiyyah di kota-kota yang terlebih dulu berkembang, seperti Damaskus, Kufah, dan Bashrah.


Selama pemerintahan Daulah Abbasiyyah, Baghdad menjadi pusat peradaban dunia dan pusat intelektual muslim dunia. Tepatnya pada masa pemerintahan Harun al-Rasyid (786-809 M), Baghdad menjadi saingan satu-satunya bagi Byzantium.


Saat itu, kejayaan mampu berjalan seiring dengan kemakmuran kerajaan, terutama ibu kotanya, Baghdad. Saat itulah Baghdad menjadi kota tak tertandingi di seluruh dunia.


Pada masa inilah, Baghdad menjelma sebagai tonggak keemasan peradabaan Islam. Pada saat itu juga Islam berkembang menjadi kebanggaan dunia. Seni, ilmu, dan filsafat baik dari Persia ataupun Yunani, diterjemahkan kedalam bahasa Arab dan diolah untuk kemudian dikembangkan sebagai hasil dari peradaban Islam.


Kemajuan Baghdad dalam berbagai disiplin keilmuan tersebut, berpengaruh besar pada kota-kota Islam lainnya: Kairo, Damaskus, Bashrah, Kufah, Samarkand, Bukhara dan Khurasan, yang kemudian melahirkan para intelektual besar Islam


Maka tidak heran, jika dari Baghdad lahir intelektual-intelektual besar dalam dunia Islam yang mengembangkan berbagai bidang ilmu pengetahuan. Seperti bidang fikih, filsafat, hadis, teologi, bahasa, seni, sastra, geografi, astronomi, kimia, kedokteran dan berbagai bidang keilmuan lainnya.


Inilah zaman kejayaan Baghdad, sehingga Baghdad menjadi pusat peradaban dunia. Dan di masa inilah kejayaan Islam begitu gemilang.


Contoh beberapa intelektual besar muslim yang lahir dari kejayaan Baghdad adalah Al-Kharizmi, Al-Farabi, Al-Ghazali, imam madzhab fikih empat, dan masih banyak lagi sarjana muslim lainya.


Bahkan Cordoba yang saat itu menjadi pusat pemerintahan Daulah Umayyah II, mendatangkan profesor-profesor dari Baghdad untuk mengajar di sana. Maka tak heran jika Baghdad dijuluki sebagai negeri para profesor, negeri para ulama, dan negeri para intelektual muslim.


Lahirnya para intelektual besar muslim dari Baghdad, tidak lain adalah jasa para pemimpin Dinasti Abbasiyah yang begitu memerhatikan keilmuan dan para ulama. Bahkan pada masa khalifah Al-Ma’mun, Baghdad mempunyai sebuah perpustakaan besar yang diisi dengan ribuan kitab dengan berbagai bidang keilmuan yang berbeda-beda. Perpustakaan tersebut bernama Baitul Hikmah atau Darul Hikmah.

__ADS_1


Banyak juga karya sastra yang muncul dari kejayaan Baghdad. Salah satunya yang paling terkenal adalah Alfu Lailah wa Lailah (Seribu Satu Malam), serta kesenian musik yang ada dalam islam, yang pernah tersimpan di dalam Istana Baghdad.


Di Baghdad juga tercatat pernah ada perguruan tinggi yang berperan penting dalam kemajuan peradaban Islam saat itu, yaitu perguruan tinggi An-Nidzamiyah yang didirikan oleh perdana menteri Nidzamul Mulk, juga perguruan tinggi Al-Muntashir Billah.


"Ibu, katanya ibu belum pernah melakukan perjalanan jauh selain wilayah Andalusia dan Cordoba tetapi kenapa tempat ini rasanya ibu sangat hafal?" tanya pangeran Hasan pada ibunya tatkala ia membawa seluruh keluarganya mengunjungi Universitas Nizamiyyah yang sangat terkenal itu.


"Iya, kamu betul putraku. Ibu memang tidak pernah pergi jauh sesuai kata-kata bibi Zarah."


"Kenapa bibi Zarah?"


"Karena bibi Zarah selalu menemani ibu sejak kecil sampai sekarang putraku. Tetapi Baghdad Irak pernah ibu datangi dan ibu yakin itu."


Pangeran ElRasyid Al-Hasan menatap istrinya dengan senyum diwajahnya. Ia yakin ibu dari kedua putranya itu pasti pernah bermimpi ke tempat ini.


"Apakah suamiku percaya padaku?" tanyanya pada pangeran ElRasyid Al-Hasan yang hanya diam saja.


"Tentu saja aku percaya anda tuan putri. Anda tidak pernah berbohong jadi aku yakin yang anda katakan itu pasti benar." putri Medina Al-Akhmaar tersenyum lega karena ia jadi tidak dianggap berhalusinasi.


"Tuan putri, bukankah yang diceritakan biografinya sebagai seorang dokter atau tabib yang mempunyai keahlian dalam obat-obatan ini adalah anda?" tanya pangeran ElRasyid Al-Hasan berusaha untuk mengkonfirmasi apa yang ia lihat dalam perpustakaan di Universitas itu.


Putri Medina Al-Akhmaar yang ditanyai tentang kenyataan itu tiba-tiba merasakan Dejavu. Semua yang pernah dilakukannya ketika berada di Universitas Nizamiyyah ini terasa begitu nyata. Ia adalah seorang mahasiswi yang dibiayai oleh tuan Ahmed Ameer.


"Ya Allah, aku seperti sedang ditunggu oleh seseorang bernama tuan Ali Ahmed Ameer, pangeran." ucapnya tiba-tiba dan membuat suaminya langsung merasakan sesuatu yang tidak nyaman di dalam hatinya.


"Apakah anda punya janji dengan seorang laki-laki di negara ini tuan putri?" tahta Pangeran ElRasyid Al-Hasan sembari meraih tangan istrinya itu.


"Aku tidak tahu pangeran, tetapi laki-laki itu adalah seorang dosen di universitas ini." jawab putri Medina Al-Akhmaar dengan dahi mengernyit. Ia seperti sedang berada di dua dunia.


"Aku akan mengunjungi kantor administrasi universitas ini, dan akan aku tanyakan tentang dosen itu."

__ADS_1


"Aku akan mengikuti anda tuan putri." pangeran ElRasyid Al-Hasan meminta Abu Zubair dan Zarah untuk menemani kedua putranya sementara ia menemani sang istri memecahkan rasa penasarannya tentang tempat itu.


"Assalamualaikum warahmatullahi, tuan. Istri saya ingin bertemu dengan tuan Ali Ahmed Ameer." ucap pangeran ElRasyid Al-Hasan pada seorang staf kantor administrasi di universitas itu.


"Tuan Ali Ahmed Ameer? tidak ada dosen atau staf yang bekerja di sini dengan nama itu tuan."


"Oh, tidak ada ya?" putri Medina Al-Akhmaar berucap pelan seolah bergumam.


"Kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh." pangeran ElRasyid Al-Hasan membawa putri Medina Al-Akhmaar untuk segera kembali berkumpul dengan rombongannya.


"Aku mungkin hanya bermimpi pangeran. Bagaimana kalau kita lanjutkan saja perjalanan kita Ke tempat lainnya. di kota ini.


"Baiklah tuan putri. Dan kuharap ini bisa jadi kota referensi untuk membangun kerajaan AlHambra ke depannya."


Selain perguruan tinggi, di Baghdad juga pernah berkembang pabrik kertas dan percetakan. Pabrik kertas dan percetakan ini adalah salah satu prestasi gemilang yang berhasil ditorehkan bangsa Islam waktu itu.


Kota ini di masa lalu adalah representasi dari kota modern dan percontohan bagi peradaban dunia saat itu. Inilah kota bersejarah dan memiliki andil besar dalam kemajuan peradaban Islam. Sekaligus menjadi rumah dan tempat lahirnya para intelektual muslim yang membawa kejayaan Islam.


Sebelum perang yang berkepanjangan sejak tahun 1991 M, Baghdad merupakan salah satu tujuan para penuntut ilmu. Salah satu ulama abad modern sekaligus pemikir Islam yang lahir dari Baghdad adalah Syekh Abdul Karim Zaidan.


"Alhamdulillah, kita sudah mengunjungi banyak tempat. Sekarang waktunya kita beribadah umroh dan berziarah ke makam Baginda Rasulullah Muhammad Saw dan juga para sahabatnya."


"Iya, istriku." jawab pangeran ElRasyid Al-Hasan menyetujui keinginan istrinya itu. Akhirnya mereka meninggalkan Baghdad Irak dengan rasa yang masih berbeda di hati putri Medina Al-Akhmaar.


Calon ratu kerajaan AlHambra itu merasa ia belum puas karena merasa belum bertemu dengan seorang perempuan bernama Umayma dan juga Ali Ahmed Ameer.


🍀🍀🍀


Bersambung

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2