
Kerajaan AlHambra dinaungi kebahagiaan yang sangat besar. Putri Medina Al-Akhmaar telah melahirkan dua putra kembar yang selama ini diinginkan oleh raja Lukman Al-Akhmaar.
"Tahniah, selamat untuk anda pangeran." ucap Abu Zubair saat tuannya, pangeran ElRasyid Al-Hasan itu keluar dari kamar pribadinya.
"Anda sudah menjadi seorang ayah dari dua putra yang sangat tampan." lanjut sang pengawal dengan wajah bahagia.
"Terimakasih banyak Abu Zubair. Alhamdulillah wa syukurillah. Aku sangat bahagia saat ini." jawab pangeran ElRasyid Al-Hasan sembari meraih tubuh pengawal setianya ke dalam pelukannya. Nampak sekali kalau kebahagiaan sedang mengisi hatinya saat ini.
"Zarah mengatakan kalau putri mahkota juga dalam keadaan sehat, Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat ini."
"Iya Abu Zubair. Tuan putri juga melahirkan dengan normal dan Alhamdulillah sangat sehat."
"MasyaAllah, semoga istriku Zarah juga bisa segera melahirkan dengan sehat pangeran."
"Memangnya istrimu sudah mengandung bayi di dalam perutnya Abu Zubair?" tanya pangeran ElRasyid Al-Hasan dengan wajah berubah serius. pengawalnya itu langsung tersenyum meringis.
"Saya belum tahu pangeran, belum ada tanda-tanda istriku itu sedang mengandung bayi."
"Hahahaha, berusahalah lebih banyak Abu Zubair. Insyaallah Tuhan akan memberikanmu juga buah hati dan penghibur mata seperti putra-putraku."
"Anda betul sekali pangeran. Saya akan berusaha lebih sering mengunjunginya."
"Hahahaha, selamat berusaha Abu Zubair dan aku yang akan beristirahat untuk sementara waktu." Mereka berdua saling tertawa untuk limpahan keberkahan yang diturunkan oleh Allah SWT pada kerajaan AlHambra itu.
"Nah, Sekarang aku memintamu untuk memberi kabar baik ini ke kerajaan Al Amin. Aku ingin paduka raja dan permaisuri segera datang melihat kedua cucunya."
"Baik pangeran. Saya sendiri yang akan berangkat ke kerajaan Al Amin saat ini juga untuk membawa kabar baik ini."
"Itu bagus sekali Abu Zubair. Paduka raja dan permaisuri pasti senang sekali kalau kamu kembali ke kerajaan Al Amin untuk berkunjung."
"Iya anda benar pangeran. Sejak menikah saya memang tidak pernah kembali ke sana. Dan ternyata saya juga merasa rindu dengan tempat kelahiran saya."
"Kalau begitu bawa kabar gembira ini Abu Zubair dan tuntaskan rasa rindumu pada keluarga dan juga tanah kelahiranmu."
"Terimakasih banyak pangeran. Saya akan meminta pengawal lain untuk mengantikan saya di sini.Tapi bolehkah saya bertemu dengan istriku Zarah, pangeran?"
"Tentu saja Abu Zubair. Aku akan meminta Istrimu untuk menemuimu." ucap pangeran ElRasyid Al-Hasan kemudian meninggalkan Abu Zubair dan kembali masuk ke kamarnya.
"Zarah, Abu Zubair sedang menunggu kehadiranmu di luar."
__ADS_1
"Iya tuan, terima kasih banyak." ucap Zarah binti Abdullah dengan menundukkan wajahnya kemudian memandang putri Medina Al-Akhmaar yang sedang berbaring di atas ranjangnya itu dengan tersenyum.
"Tuan putri, maafkan saya karena harus meninggalkan anda sekejap. Saya akan keluar untuk menemui suami saya."
"Silahkan saja Zarah. Ada banyak pelayan yang akan aku mintai tolong kalau kamu tidak ada. Pergilah."
"Terimakasih banyak tuan putri," Zarah segera mengundurkan dirinya dan keluar dari kamar itu meninggalkan tuannya dengan beberapa pelayan dan juga Pangeran ElRasyid Al-Hasan.
"Apa yang anda rasakan tuan putri?" tanyanya dengan senyum teduhnya pada sang istri tercinta.
"Aku bahagia sekali pangeran. MasyaAllah ini adalah nikmat yang sangat Indah. Mempunyai dua putra kembar yang sehat." putri Medina Al-Akhmaar tersenyum bahagia dengan lelehan air mata dipipinya.
"Aku berterima kasih padamu tuan putri. Kamu sudah merasakan payah diatas payah mengandung anak kita." senyum penuh haru dan gembira nampak di bibir sang suami tampannya.
Tangan panglima perang itu bergerak menghapus lelehan cairan bening dari kelopak mata sang putri mahkota.
Para pelayan pun segera meninggalkan kamar itu setelah mendapat kode dari Pangeran ElRasyid Al-Hasan. Mereka sama sekali tidak diperbolehkan melihat atau mendengar percakapan pribadi tuannya.
"Terimakasih istriku yang sangat aku cintai," bisik pangeran ElRasyid Al-Hasan kemudian meraih bibir sang putri dan mengulumnya sangat lembut. Rasanya, apapun di dunia ini tidak akan bisa membalas penderitaan sang istri saat melahirkan dua putra kembarnya.
Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat bagaimana istrinya menanggung kepayahan selama hampir sepuluh bulan. Tidur yang tidak nyaman dengan keadaan tubuh yang seperti itu sedangkan sang istri selalu saja melayani keinginannya yang kadang berlebihan.
Dan saat proses melahirkan normal yang begitu riskan dengan dua orang bayi, putri Medina Al-Akhmaar menjalaninya dengan sabar dan kuat, meskipun ia melihat istrinya itu mengeluarkan air mata karena kesakitan.
"Aku yang berterima kasih pangeran. Karena anda yang membuatku seperti ini. Aku bisa melahirkan dua putra tampan karena anda sangat tampan." pangeran ElRasyid Al-Hasan tersenyum kemudian menatap wajah sang istri.
"Anda juga turut bekerjasama dalam hal ini tuan putri. Anda sangat cantik tentu saja putra anda mendapatkan wajah rupawan dari anda juga."
Mereka berdua saling tersenyum kemudian mulai mendekatkan lagi wajah mereka. Rupanya rasa bahagia itu tidak cukup dengan kata-kata manis saja. Anggota tubuh yang terasa manis juga ingin saling mengecap.
Oeeeek Oeeeek Oeeeek
Pangeran ElRasyid Al-Hasan menghentikan sentuhan lembutnya pada wajah sang putri mahkota. Tangisan dua bayi kembar membuat mereka saling bertatapan dan kemudian tertawa.
"Sepertinya akan ada gangguan yang sangat indah diantara kita tuan putri." pangeran ElRasyid Al-Hasan bangun dari posisinya dan menggendong salah satu bayi merah itu dan menciumnya dengan lembut.
Seketika tangisan sang putra terhenti dan kembali tertidur pulas.
"MasyaAllah, putra kita hanya ingin mencari perhatian rupanya." pangeran ElRasyid Al-Hasan tersenyum kemudian meletakan bayi itu ke tempatnya lagi.
__ADS_1
Oeeeek Oeeeek Oeeeek
Setelah bayi pertama tenang, bayi yang satunya lagi ikut menyusul menangis dan meminta perhatian juga.
Oeeeek Oeeeek Oeeeek
Tangisannya kali ini tidak berhenti sampai pangeran ElRasyid Al-Hasan menjadi kewalahan dibuatnya.
"Berikan padaku pangeran, mungkin ia sedang haus dan lapar." ucap putri Medina Al-Akhmaar berusaha untuk bangun.
"Jangan bangun tuan putri, aku akan membawakan putra kita kesana," pangeran ElRasyid Al-Hasan segera membawa putranya itu ke samping tubuh sang istri.
"Apakah tuan putri sudah bisa?" tanya pangeran ElRasyid Al-Hasan sembari memperhatikan istrinya sedang membuka kain yang menutupi bagian atasnya dan mengeluarkan satu sumber penting dari tubuhnya dan langsung dilahap oleh putra kecilnya itu.
"MasyaAllah, putra kita pintar sekali seperti aku tuan putri." Puteri Medina Al-Akhmaar hanya bisa tersenyum samar mendengar kata-kata sang suami.
"Tentu saja pangeran, anda kan Ayahnya, Hem." putri Medina Al-Akhmaar menjawabnya dengan wajah meringis sakit dan perih.
"Ada apa tuan putri? katakan kalau anda tidak nyaman atau kesakitan?" pangeran ElRasyid Al-Hasan yang tadinya tersenyum bahagia kini terlihat sangat khawatir.
"Aku rusak tahu tapi di sini sakit sekali saat putra kita , aaaaakh." putri Medina Al-Akhmaar berusaha melepaskan bagian tubuhnya itu dan langsung membuat sang bayi menangis.
Oeeeek Oeeeek Oeeeek
"Oh ya Allah, maafkan ibu sayang," Putri Medina kembali memberikannya pada sang putra yang kembali membuatnya kesakitan.
"Apa yang harus aku lakukan tuan putri untuk membantu anda?" putri Medina Al-Akhmaar mengangkat tangannya dan tersenyum lembut.
"Mungkin akan tidak sakit lagi kalau sudah terbiasa pangeran. Anda tenang saja, aku baik-baik saja." ucap putri Medina Al-Akhmaar untuk menenangkan suaminya.
"Baiklah, tetapi bagaimanapun juga aku akan menanyakan hal ini jika ibu sudah datang ke istana ini."
"Apa pangeran sudah mengirimkan kabar kepada ibunda?"
"Abu Zubair yang akan menyampaikan kabar gembira ini tuan putri. Dan aku yakin ibu pasti akan segera datang ke istana ini dan membantu anda merawat cucunya."
🍀🍀🍀
Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon , dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍