
Selama perjalanan hanya terdiam karena kenangan itu. Bukankah jika melepaskan dari awal akan lebih baik? Setidaknya semua tak semakin sulit. Namun Alex tetap pada pendirian sehingga menyetujui hubungan jarak jauh. Hubungan yang entah akan sampai kapan bisa dipertahankan tanpa kepastian.
Satu sisi ia yang bekerja di luar kota, sedangkan Alex di kota lain sibuk dengan sekolahnya. Waktu berlari bak deburan ombak yang mengalir bergulung mengikuti derai arusnya. Enam bulan dilewati sebagaimana mestinya hingga sebuah pesan asing datang menyapa ketenangan yang dirasakan.
[Hai, kamu Aira bukan? Aku cuma mau kasih tahu satu berita penting dan aku dapat nomormu dari Lia kok.]~pesan pembuka dari nomor asing yang masuk di pagi hari.
Si pengirim pesan tak melanjutkan pesan karena menunggu balasan pertama dari Aira. Dimana gadis yang dinantikan tengah sibuk mengerjakan pekerjaannya dan baru bisa istirahat total begitu malam datang menyapa. Pada malam hari Aira melihat pesan tak di kenal, lalu langsung bertanya pada Lia untuk memastikan bahwa isi pesan itu benar adanya.
Setelah mendapatkan jawaban pembenaran. Barulah ia memiliki waktu untuk membalas pesan karena sahabatnya mengatakan Rei memiliki sesuatu yang harus disampaikan secara langsung pada pihak bersangkutan sehingga ia terpaksa membagi nomor tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Aira mengetik sesuatu~ [Hmm. Ada apa?]
__ADS_1
[Kenalin aku Rei, teman Alex dan kita pernah bertemu di pantai waktu itu.]~ balas Rei terlalu bertele-tele membuat Aira bosan.
[To the point! Aku lelah.]~jawab Aira benar-benar tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi.
Rei tersenyum dengan sikap Aira yang seperti itu. Ternyata selama beberapa bulan tak berjumpa tetap saja Aira menjadi pribadi yang dingin. Bibirnya bergumam seraya mengetik, "Apa kamu tahu Alex akan bertunangan? Aku ingin memastikan hubungan kalian baik-baik saja atau?"
Satu kabar yang seketika menyentak rasa cinta di hatinya. Apakah itu benar? Alex bertunangan. Sakit sekali rasanya jika itu memang benar. Apalagi Rei mengatakan pertunangan akan diadakan bulan depan. Sementara hubungan mereka saat ini tidak memiliki masalah. Lalu kapan Alex akan berkata jujur?
Rei mengingat pertama kali bertemu dengan Aira. Gadis pendiam dan dingin yang terlihat tenang tetapi sekali berucap justru melumpuhkan lawan bicaranya. Semua penilaian mulai berubah setelah mendengar Alex menjadikan Aira sebagai kekasih. Dulu ia mengalah karena berpikir ke dua insan itu saling mencintai. Lalu berita pertunangan tersebar membuat ia berpikir ulang.
Mencintai orang dalam diam itu seperti bersemedi tanpa ingin beranjak dari tempat ketenangan. Namun satu pertanyaan yang mendapatkan jawaban mengejutkan seketika menyadarkan dirinya akan kecurangan Alex. Amarah di hati tak bisa diabaikan tetapi tetap harus ditahan agar ia bisa menepati janji pada Aira.
__ADS_1
Tiga hari sebelum hari pertunangan Alex. Aira meminta izin untuk pulang kampung karena merindukan orang tuanya. Sang majikan memberikan izin meski hanya untuk cuti satu minggu saja. Gadis itu bisa menikmati perjalanan pulang seorang diri. Selama delapan jam hanya bisa termenung, meski tubuh lelah tetap saja tidak bisa istirahat dengan tenang.
Pikirannya begitu kacau karena mengingat Alex yang masih saja bersikap begitu manis. Jangankan melakukan satu kesalahan. Sang kekasih justru semakin memperhatikannya tanpa mengingat waktu. Lucu bukan? Apalagi pemuda itu diam dan benar-benar tidak menyinggung tentang pertunangan. Setiap saat selalu mengucapkan kata cinta yang justru menghancurkan sisa kepercayaan yang ada.
Satu harapannya andai saja Alex mau jujur. Pasti rasa kecewa di hati dengan ikhlas melepaskan sang kekasih hati untuk wanita lain karena ia tidak ingin mempermainkan kehidupan orang lain. Apalagi orang-orang yang dicintainya. Rasa di hati teramat sangat sakit meski berusaha tetap bertahan menghadapi Alex selama satu bulan terakhir.
Sesampainya dirumah Aira istirahat. Gadis itu menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa kehadiran orang lain. Setidaknya hari pertama di rumah memiliki quality time yang menyehatkan. Apalagi setelah berpisah selama beberapa bulan terakhir. Di hari yang sama pada saat malam hari. Ia mengirim pesan yang tertuju untuk sang sahabat.
[Lia, tolong bawa Rei ke rumahku besok pagi dan pasti kan pemuda itu tidak tahu kalau akan bertemu aku.]~satu pesan yang langsung dibaca, bahkan Lia dengan cepat membalas.
[Sejak kapan kamu dirumah? Okay aku akan ajak Rei kerumahmu tanpa sepengetahuannya.]~ balas Lia menyetujui permintaan sang sahabat karena gadis itu tahu ada sesuatu yang tidak beres.
__ADS_1