
Setelah bertemu dan saling memahami. Kedua insan itu memutuskan akan memberitahu pada keluarga bahwa mereka siap untuk menikah secepatnya. Arkha sendiri tidak mengharap penundaan sehingga di hari kedua pertemuan langsung ikut mengantar Aira kembali ke rumah. Pria itu ingin membicarakan tentang lamarannya.
Tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan karena harus melakukan panggilan video bersama keluarga besar di Pakistan sebagai bukti bahwa pihak pria telah memberikan restu. Perbedaan negara antara ia dan Aira benar-benar harus menjadi perhatian khusus.
Dimana pernikahan nanti, perdebatan akan setiap rencana akan membuat keduanya semakin dekat satu sama lain. "Semua rencana ini membuat kepalaku sakit."
Keluhan Arkha membuat Aira memijat kepala kekasihnya itu, "Tenang, kita bisa mengatasi semuanya, okay. Pelan-pelan semua hal bisa benar, My Rain."
"Aku tahu, Aira. Lagipula kamu ada bersamaku. Jadi semua pasti akan baik." Tangan yang lembut ditariknya hingga melingkar ke leher bersandar di kedua pundaknya.
__ADS_1
Arkha dan Aira menjadi begitu sibuk dengan rencana mereka. Keduanya tak sungkan untuk saling mendukung satu sama lain. Lia pun tak kalah heboh dengan acara pernikahan sang sahabat. Apalagi Arkha sudah menyiapkan semua dokumen tentang statusnya yang memang masih melajang.
Hal itu dilakukan agar bisa meyakinkan Aira dan keluarga bahwa ia serius dengan perkataannya. Lalu kini hanya fokus dengan persiapan acara akbar yaitu pernikahan cinta dari kedua insan beda negara. Satu bulan menjadi waktu tersingkat.
Kenapa membutuhkan laporan otentik dari pemerintah setempat? Hal itu agar pihak wanita tidak mengalami kerugian. Satu hal yang harus diketahui oleh wanita Indonesia yaitu menikah dengan orang luar, tidak semudah menikah dengan orang satu negara.
Dimana keaslian status bisa dipertanyakan. Sama seperti Arkha yang sudah mencari tahu tata cara menikah dengan wanita selain orang Pakistan. Pria itu melakukan persiapan sebaik mungkin tanpa ingin meninggalkan satu keraguan di hati sang kekasih.
Rumah yang biasanya sepi mendadak berubah menjadi taman bunga. Tirai panjang menjuntai yang beterbangan tertiup sepoi angin. Setiap detail dari dekorasi merupakan hasil dari pilihan pasangan beda negara itu.
__ADS_1
Adiknya Arkha yang memang sudah menjadi jaminan pun datang seminggu sebelum acara. REI dan Lia tak segan membantu yang bisa mereka kerjakan meski hati ada yang menikmati luka atas cinta tak terbalaskan. Hatinya rela menahan derita demi seulas senyum kebahagiaan.
Siapa lagi jika bukan Rei yang masih berusaha belajar merelakan yang bukan takdirnya. Hati merasa begitu tersiksa tetapi semua yang dilakukannya untuk Aira, tidak seorangpun bisa meragukan. Di dunia yang fana, nyatanya ada hati baik dengan cinta tanpa pamrih.
Di dalam acara sakral, Aira mengenakan gaun yang sudah disiapkan orang tua Arkha. Acara yang diselenggarakan di rumah sang gadis tetapi beberapa rangkaian acara disesuaikan menurut tradisi dua tempat yakni Jawa dan Pakistan. Sehingga acara akbar diselenggarakan selama tujuh hari tujuh malam.
Dimana ada upacara pertunangan, acara haldi atau yang biasa disebut sebagai pengolesan kunyit. Acara mehendi, acara pengajian dan juga acara siraman. Sehingga selama tujuh hari kedua mempelai tidak menjadi masa pingitan kecuali hari terakhir yang menjadi ujian pasangan itu agar bisa bersabar menahan diri tanpa bertemu satu sama lain.
Persinggahan terakhir
__ADS_1
Jalanku berakhir, kini kutemukan awal dan akhir dalam peraduan cinta bahtera rumah tangga. Semua milikku kurelakan untukmu. Bersamamu adalah kesempurnaan hidupku.