Meet Up Jodoh

Meet Up Jodoh
Part 16#Rasa milik REI


__ADS_3

Di kegelapan malam berteman embusan angin menikmati laju kendaraan. Seulas senyum trus terpatri menghiasi wajah dari balik kaca helm. Sepintas kenangan kembali hadir menyapa kesendirian. Pertemuan pertama dengan gadis penyendiri saat itu, selalu menjadi kenangan terindah.


Sikap dingin tetapi sibuk dengan dunianya sendiri. Tidak ada senyum selain selalu mengabaikan. Yah, gadis itu adalah Aira. Pertemuan berbalut senyum penasaran. Dulu ia berpikir si gadis bisa membaca pikirannya. Aneh bukan?


Ada masa ia ingin mendekati Aira sebagai seorang pemuda, tetapi jangankan mengenal. Sekedar berjabat tangan saja ditolak mentah-mentah. Gadis yang benar-benar misterius dengan segala kelebihan serta kekurangan yang bisa menjungkirbalikkan hati banyak pemuda sepertinya.


Siapa dirinya?


Rei Andika anak tunggal dari keluar berada, bahkan pemuda itu jauh lebih kaya dari keluarga Alex. Meski begitu, dia tidak sekalipun berpikir mendekati Aira lagi. Tentu setelah tahu Alex sang teman menjadi kekasih gadis incarannya. Jujur saja ia langsung menutup perasaan sendiri.

__ADS_1


Sehingga selama beberapa waktu berlalu disibukkan membantu usaha ayahnya. Kebebasan yang diberikan orang tuanya dikarenakan Rei sudah bisa bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil saat di tempat usaha maupun masalah pribadi. Kini setelah berbulan-bulan, sebuah harapan kembali datang menyapa.


Harapan memberi cinta pada sang pujaan hati. Setelah Tyo memberitahu tentang pertunangan Alex dan Mawar. Ia khawatir akan keadaan Aira sontak ia bertanya pada semua teman tentang nomor si gadis tetapi tak satupun memilikinya sehingga ia meminta pada Lia.


Lia yang terkejut dengan permintaannya berusaha untuk memahami tanpa banyak bertanya. Semua dengan alibi demi kebaikan Aira. Jika bukan karena si gadis kutub utara, maka sudah jelas bogem mentah tercetak jelas di wajah Alex. Apalagi setelah berkirim pesan dan ia tahu sang teman masih menjalin kasih secara sembunyi-sembunyi.


Rasanya bahagia bisa melihat gadis dingin itu lagi. Apa pun ucapan Aira didengarkan baik-baik tanpa menjawab. Gadis itu bahkan tidak sadar akan rasa di hatinya. Pertemuan yang indah dengan jalan yang rumit tetapi siapa yang bisa menduga?


Rasa ini hanya milikku. Dunia yang kurajut hanya untukmu. Kurelakan segalanya berharap mampu mengurangi luka hatimu. Datang tuk bersandar, sekedar melepaskan rasa kecewa dari lubuk hatimu.

__ADS_1


Setelah semua yang terjadi malam ini. Ia berjanji akan mencintai Aira tanpa pamrih karena gadis itu membutuhkan tempat bernaung di kata duka mendekap rasa. Ingin sekali menggantikan posisi Aira tetapi itu tidak mungkin. Sakit melihat air mata yang membasahi kedua pipi sang pujaan hati.


Akan lebih baik Aira yang penyendiri dan dingin daripada melihat pemandangan seperti malam ini. Pelukan yang dia berikan bukan hanya untuk Aira tetapi untuk dirinya sendiri juga. Badai yang menerpa hati serta pikiran, tak luput dari rasa sakit yang Aira rasakan. Meski tak sebanding dengan hadiah yang Ia berikan untuk Alex, sang teman.


Ia sengaja sengaja memberikan hadiah yang sangat berbeda yaitu sebuah foto Aira yang sedang membuang gelang dari Alex ke pantai. Foto yang diambil sehari sebelum pergi ke acara pertunangan Alex.


Rei tunduk dengan air mata sang kekasih hati. Pelukan hangat yang menyadarkan bahwa rasa cintanya masih sama. Tidak sedikitpun berubah meski sudah lama terpendam. Bagaimana bisa jatuh cinta tanpa mengenal Aira? Benarkah tidak mengenal? Sejak lama gadis itu memiliki ruang khusus dalam hidupnya.


Hubungan pertemanan dengan Alex mencegahnya mendekati Aira. Akan tetapi tidak menghentikan ia melakukan pencarian tentang si gadis pencuri hati. Ia tahu hatinya tidak salah memilih karena Aira memanglah gadis baik hati. Hanya saja cinta melewati persimpangan jalan gadis kehidupan.

__ADS_1


__ADS_2