Meet Up Jodoh

Meet Up Jodoh
Part 44#Happy Ending II


__ADS_3

Sekian bulan dilalui Aira menjadi menantu pertama di keluarga Khan. Gadis itu menikmati kehidupan kedua dengan budaya yang berbeda. Makanan yang selalu menjadi daya tarik dengan wisata alam yang memiliki banyak pilihan. Arkha memang sibuk bekerja tetapi tak sekalipun mengabaikan sang istri.


Pria itu berusaha menyeimbangkan pekerjaan, tanggung jawab rumah dan juga sebagai seorang suami. Apalagi memiliki istri yang sangat sensitif sehingga harus ekstra hati-hati. Beruntung selama ini ada Arsha yang selalu on time untuk membantunya menjaga sang istri.


Meski keluarganya menerima Aira dengan tangan terbuka. Bukan berarti ia lepas tangan. Siapa lagi yang mengenal Aira selain dirinya? Kehidupan wanita di rumahnya tidak sebebas di Indonesia sehingga untuk menyeimbangkan pola hidup yang bertolak belakang. Pria itu selalu menyempatkan waktu mengajak istrinya sekedar jalan di taman.


Seperti pagi ini, kebetulan tidak ada pekerjaan yang begitu penting dan mengharuskan ia untuk pergi ke kantor. Jadi dengan penuh semangat mengajak Aira untuk melakukan piknik dadakan padahal kandungan sang istri sudah tujuh bulan. Tentu saja pria itu mengajak keluarganya juga agar semakin ramai suasana.


"Sayang, apa kamu betah tinggal di Pakistan?" tanyanya sembari mengusap perut besar Aira yang duduk bersandar di dadanya sembari menatap danau di depan sana.


Aira tersenyum menikmati sentuhan tangan sang suami bahkan anak mereka begitu tenang seakan mengerti siapa yang tengah mengusap memberikan kasih sayang. Apa yang akan dia katakan? Semua masih bisa diatasi dan berusaha saling melengkapi.


"Seorang istri akan selalu ikut kemanapun suaminya pergi. Dimana suami tinggal maka istri akan ditempat yang sama. Itu yang dinamakan taat pada suami tapi bolehkan setelah melahirkan kita ke Indonesia?" balas Aira sedikit lirih karena ia tak ingin keluarga Arkha berpikir yang bukan-bukan.

__ADS_1


Seorang istri memiliki kewajiban untuk tinggal di tempat yang sudah disediakan oleh suami meskipun rumah tersebut sangat sederhana. Kewajiban tinggal dirumah suami, merupakan salah satu hal yang sudah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Lebih dari itu, sungguh, Islam telah dengan tegas menyatakan bahwa kewajiban seorang istri untuk tinggal di rumah yang telah disediakan suami merupakan kewajiban istri sebagai hak suaminya.


Arkha memahami istrinya rindu akan kehadiran kedua orang tua yang selama ini tidak pernah jauh dari sisi sang istri. "Kita akan melihat hasil pemeriksaan, Sayang. Jika kamu dan bayi kita dalam keadaan baik, aku akan membawa kalian ke Indonesia. Jangan sedih karena aku hanya mengharapkan kebahagiaan dengan seulas senyum di wajahmu."


Piknik yang cukup melelahkan tetapi di dalam perjalanan pulang tiba-tiba Aira mengalami kontraksi sehingga mobil meluncur ke rumah sakit terdekat. Para dokter dengan sigap membantu pasiennya melakukan pemeriksaan dan ternyata sudah waktunya persalinan.


Arkha menemani Aira diruang operasi selama proses persalinan yang cukup menegangkan. Betapa terharunya ia ketika melihat bayi mungil keluar dari rahim sang istri dan dokter mengatakan anaknya perempuan. Ingin sekali langsung melakukan sujud syukur tetapi Aira masih menggengam tangannya menjadi sandaran untuk kekuatan.


"Selamat, Pak. Bayinya cantik dan manis, silahkan untuk diadzani terlebih dahulu." Dokter menyerahkan bayi yang sudah dibersihkan kepada Arkha, membuat pria itu mengumandangkan adzan yang merdu ke telinga sang putri pertama.


Satu bulan telah berlalu, tanah yang sama mengantarkan kepergian pasutri itu. Kini menyambut hangat langkah yang sama. Seperti janji Arkha yang akan memboyong istri dan putrinya kembali ke Indonesia untuk memperkenalkan buah hati mereka pada keluarga tercinta.


Perjalanan dari bandara ke rumah utama cukup memakan waktu sehingga Arkha membiarkan Aira untuk lebih banyak beristirahat karena memang dokter melarang istrinya kelelahan. Sampai saat ini pun, ia masih berpuasa dari namanya surga dunia. Meski begitu, bayi mungil yang kini juga terlelap dalam dekapannya sudah cukup menjadi pelipur rindu.

__ADS_1


Pukul tujuh malam waktu Indonesia barat. Mobil memasuki halaman rumah yang terlihat terang benderang. Aira turun dengan hati-hati karena menggendong putrinya yang tengah meneguk sumber nutrisi darinya. Sementara Arkha menurunkan barang di bantu sopir taxi yang mengantarkan mereka bertiga.


"Sayang, ayo masuk!" ajak Aira menoleh ke belakang membuat Arkha menganggukkan kepala.


Langkah kaki berjalan semakin mendekati pintu utama tapi tiba-tiba pintu itu terbuka sendiri dan tulisan welcome baby Anaya Malaika Khan menyambut kedatangan mereka. Rupanya keluarga sudah berkumpul dan memberikan pelukan hangat.


Akan tetapi baby Anaya masih enggan melepaskan diri dari sang mama membuat yang lain harus bersabar menunggu si mungil mengemaskan selesai mendapatkan nutrisi. Kebahagiaan bertambah ketika Rei dan Lia bersama bayi laki-laki juga ikut bergabung pertemuan malam itu.


✧─── ・ 。゚★: *.✦ .* :★. ───✧


Jodoh menurut Islam adalah misteri kehidupan selain maut, nasib, dan rezeki. Tidak ada seorang pun yang tahu siapa jodohnya kelak. Hanya Allah SWT yang mengetahui dan berhak menentukannya.


Jodoh bukanlah pilihan, melainkan takdir yang telah tercatat dengan jelas dan tegas di Lauhul Mahfudz. Hal ini sesuai dengan perkataan Rasulullah dalam salah satu riwayatnya. Beliau bersabda:

__ADS_1


“Allah telah mencatat ketentuan-ketentuan ciptaan-Nya 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)


Hal itu juga ditegaskan dalam surat Ar-Ru ayat 21. Allah berfirman, “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”


__ADS_2