Meet Up Jodoh

Meet Up Jodoh
Part 20#Bunga dan Pesan


__ADS_3

Awalnya Arkha tidak ingin menghubungi Aira tetapi Ia sudah merasa was-was sehingga memutuskan mengirim pesan. Melihat tanda centang dua tetapi tidak dibaca, apalagi mendapatkan balasan. Hal itu menambah rasa khawatirnya. Sehingga ia melakukan beberapa panggilan. Sayangnya ponsel Aira dalam keadaan mode hening.


Situasi semakin tidak tenang, membuat Arkha bergegas meninggalkan hotel. Akan tetapi ia ingin segera menemukan rumah Aira sehingga memilih mengajak Rudi untuk ikut bersamanya sebagai penunjuk jalan. Semua itu karena supir yang berasal dari Jakarta tidak tahu rute wilayah kota tempat tinggal Aira.


Dalam perjalanan Arkha menyempatkan diri untuk mampir ke toko bunga. Setidaknya ia ingin memberikan sesuatu untuk sang pujaan hati di hari pertama pertemuan, sedangkan di sisi lain Aira tengah duduk ditemani secangkir teh bersama buku novel yang selalu menjadi bacaan hariannya. Gadis itu tengah menunggu Lia yang memang diminta datang ke rumah.



Ia ingin ada sahabatnya di hari bertemu pria baru, tapi bukan sebagai alasan. Sebenarnya ia hanya malas bertemu berdua saja dengan orang asing. Setelah beberapa waktu membaca buku, lelah melanda. Perhatiannya teralihkan pada ponsel.



Lega rasanya begitu melihat pesan yang muncul dari Arkha. Meski perasaan bercampur aduk, setidaknya Arkha baik-baik saja disana. Yah itulah yang Aira pikirkan. Lalu dibalasnya pesan itu dengan jemari berusaha menguatkan diri.


Chat dari Arkha lima belas menit yang lalu.


\[Assalamu'alaikum, Where are you now, I hope you are fine. Sorry I have problems so can't use mobile but now all is fine. Why you not replied my message or accept my call? When you see my chat, hurry up to answer me or call. Okay, I'll wait for you , my heart.\]


__ADS_1


Jemari menuliskan huruf demi huruf seraya bergumam, "*Waalaikumsalam, my rain. I am fine and alhamdulillah you too fine. Now I feel calm because you get news from you. Sometimes my mood is broken because suddenly you disappear. You really made me worry, I was at home waiting for my best friend to come*."



Suara dering ponsel mengalihkan perhatian Arkha. Satu pesan yang dinanti mengubah rasa khawatir menjadi kebahagiaan. Dibalasnya pesan sang kekasih sepenuh hati, bahkan ia belum mengatakan berada di Indonesia. Satu keinginannya adalah memberikan kejutan sebagai penebus rasa bersalahnya karena membuat Aira menunggu lama.



Suara sepeda motor mengalihkan perhatian Aira. Ia hapal itu motornya Lia, tentu saja sang sahabat bisa langsung masuk tanpa harus menunggu dibukakan pintu. Keduanya duduk diruang tamu bersama. Sementara disisi lain Arkha sudah dekat dengan rumah sang pujaan hati. Hanya saja ia harus memastikan benar tidaknya itu rumah Aira.


Akhirnya Arkha melakukan panggilan video call. Dimana Aira dengan santainya menerima panggilan bahkan menunjukkan Lia yang sedang bersamanya. Sang pujaan hati juga bertanya kenapa ia berada di dalam mobil, tentu saja hanya bisa menjawab dalam perjalanan pulang ke rumah.



Kenapa tidak bertemu langsung saja? Arkha sengaja ingin memberikan kejutan spesial. Apalagi selama perjalanan menuju rumah Aira. Ia bertanya ini dan itu sebagai bahan pertimbangan untuk pertemuan pertama sepasang kekasih. Rudi yang sebagai pelayan hotel dengan senang hati membantu mempersiapkan acara nanti.



Panggilan video berakhir dan Aira kembali masuk ke dalam rumah. Gadis itu memilih membuatkan minuman dingin untuk sahabatnya, sedangkan Lia tetap duduk di ruang tamu melihat bacaan sang sahabat. Disaat mencoba menikmati alur kisah, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.

__ADS_1



Sontak ia beranjak dari tempatnya, lalu membukakan pintu, "Mau cari siapa?"


"Paket untuk mbak Aira. Bisa panggilkan orangnya?" balas Rudi yang sudah melepaskan seragam hotel tempatnya bekerja.


Lia mengangguk paham, "Tunggu, Rara, ada paket untukmu. Kemarilah!"


Suara langkah kaki tergesa-gesa membuat Lia menyingkir dari depan pintu. Dibiarkannya sang sahabat menerima paket cantik yang begitu manis dipandang. Rudi langsung menyerahkan buket bunga mawar merah dengan sepucuk surat di dalamnya.


"Paket untuk Mbak Aira, tolong datang ke tempat yang tertera di suratnya karena ini sangat penting. Kalau begitu, saya permisi." pamit Rudi tanpa basa basi lagi meninggalkan Aira dan Lia yang saling pandang.


Dear, Aira.


Datanglah, aku menunggumu. Pukul tujuh malam di restaurant Hotel Bulan.


Sending love. The world becomes your mine.


Pesan yang unik, tetapi Aira berpikir keras. Apakah harus datang atau tidak? Apalagi tiba-tiba ada yang memberikan bunga, bukankah itu aneh? Tanpa berkata-kata, dibawanya bunga masuk ke dalam rumah. Ia menyimpan surat ke dalam tas pribadi. Berpikir siapa tahu itu penting. Apalagi pesan yang tertera memang tulisan Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2