Memikat Hati Ustadz Dinginku

Memikat Hati Ustadz Dinginku
BAB 21. Ternyata Dia


__ADS_3

.....


Sudah empat kelas naura datangi, keluar masuk setiap kelasnya hanya untuk melihat wajah para santriwati.


"Oke kelas kelima sekarang, awas lu ya TTP abis lu kalau ketemu" umpat naura bertambah emosi. Netra naura terpasang tajam untuk melihat setiap wajah santriwati hingga terdapat satu orang santriwati yang mencurigakan karena sejak tadi dia menutup wajahnya dengan buku dan seperti ingin menghindar.


Karena naura tidak ingin melewatkan satu hal kecil sekalipun, akhirnya naura mendatangi santriwati itu.


"Eh elu, geser dulu dong buku yang nutupin wajah lu...gue mau liat bentar" ucap naura. Tetapi santriwati itu tidak mau menyingkirkan buku itu dari wajahnya bahkan dia malah membuang wajahnya ke arah berlawanan. "Ck.. sepertinya ni anak gak bisa di lembutin" gumam naura mulai kesal.


Srekk


Naura kini sudah mengambil buku dari genggaman perempuan itu.


"Elu?" ucap naura lantang. "Elu tere tukang tipu kan?" dengan menatap tajam ke arah wajah itu sementara perempuan yang ditatapnya tampak pucat pasi. "Lu ikut gue sekarang" lanjut naura sambil menggenggam tangan perempuan itu. "Maafin aku, aku mohon lepasin aku" suara perempuan itu parau. "Gue gak akan lepasin lo, lo ikut gue sekarang" bentak naura. Naura sudah tidak peduli lagi akan tatapan santriwati lain kepadanya.


"Ada apa ini?" Ucap santriwati lain yang akhirnya bersuara. "Bukan urusan lo, gue mau bawa tukang tipu ini" balas naura. "Tapi kamu bisa omongin semuanya baik baik, jangan kamu buat dia semakin takut" jelas santriwati itu. "Ck..drama sekali hidupnya" sahut naura sinis saat melihat perempuan itu mengelus lembut punggung tere. Karena sudah merasa cukup lama menunggu akhirnya naura kembali bersuara..


"Lu mau ikut gue nyelesain masalah yang udah lu buat atau gue permalukan lu disini" bisik naura di telinga tere, anggap saja ini adalah ajakan halus tetapi memaksa. "Ba baik, aku mau ikut" sahut tere akhirnya. "Bagus kalau gitu, Ayo" ajak naura dan diikuti oleh tere. "Tunggu.." ucap santriwati tadi. "Boleh kah aku ikut?" tanyanya.


Awalnya naura tidak ingin mengajaknya tetapi sudahlah biar santriwati itu juga jadi saksi. "Terserah" pungkas naura.

__ADS_1


.....


"Assalamualaikum.." salam naura kepada gus fajar. "Wa'alaikumussalam" balasnya. "Assalamualaikum gus fajar" salam kedua santriwati itu. "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh" jawab Gus fajar.


"Afwan ukhti semuanya mungkin saya akan sedikit ikut campur dalam masalah ini" mulai gus fajar dan diangguki oleh kedua santriwati itu kecuali naura.


"Cowo tengil ini kenapa tiba tiba berubah ya?, kesambet apaan dia...apa di pohon ini ada hantunya ya" batin naura sambil bergidik ngeri. "Ukhti naura?" tanya gus fajar yang melihat gadis itu seperti sedang ketakutan. "Hah, gue?" sahut naura. "Iya, bisa kita mulai sekarang?" tanyanya dan sekarang diangguki juga oleh naura.


"Apakah benar ukhti ini yang bernama tere?" lanjut gus fajar. "Bukan Gus, diantara kami berdua tidak ada yang bernama tere" jawab santriwati teman tere. "Ck, ya iyalah bukan tere, karena sebenarnya nama itu cuman nama samaran kan" balas naura ketus sambil menunjuk tere palsu itu. "Baik, kalau begitu nama ukhti siapa?" tanya gus fajar tanpa menghiraukan penjelasan naura. "Saya Putri gus" ucap perempuan yang mengaku sebagai tere itu. "Nah kan bener, lu udah bohong" ucap sinis naura dengan tatapan tajamnya. "Ukhti naura..." tegur gus fajar.


"Ck...dasar cowo tengil" balas naura dengan memberikan tatapan kesal ke gus fajar.


"Silahkan ukhti putri untuk bicara" lanjutnya. "Hikss maaf naura" lirih putri. "Gue gak butuh maaf lu, yang gue butuh lu jelasin ke gue sebenarnya" tegas naura menurut nya ini terlalu membuang waktu.


"Astagfirullah Naura, akan ada waktu nya kamu bicara, saya minta kamu diam dulu" tegur gus fajar. "Lanjut ukhti" perintah gus dan diangguki olehnya.


"Jadi Gus, sebenarnya saya disuruh oleh seseorang, tapi saya mohon jangan laporin dia ke ustadzah juli ataupun yang lainnya. Hukum saya saja hikss.." ucap putri dengan suara tercekat karena kini air matanya sudah membasi kedua pipinya.


"Kenapa lu mau lakuin itu?" tanya naura yang sudah naik pitam, karena baginya hanya orang bodoh yang mau disuruh berbuat jahat dan mau Menanggung kesalahan orang lain.


Sementara Putri tidak menjawab hanya suara tangisan yang keluar dari mulutnya. "Sudah berapa kali gue bilang, gue gak butuh tangisan lo, sekarang lo jelasin ke gue" teriak naura lantang. "NAURA....DIAM" bentak gus fajar dengan tak kalah lantangnya. Naura yang mendengar itu langsung terdiam, entah kenapa Naura langsung mematuhi perkataan Gus fajar.

__ADS_1


"Ukhti putri pasti tahu dalam Hadits Riwayat Bukhari telah jelas dikatakan 'Barangsiapa yang berbuat zalim kepada saudaranya, baik terhadap kehormatannya maupun sesuatu yang lainnya, maka hendaklah ia meminta kehalalannya darinya hari ini juga sebelum dinar dan dirham tidak lagi ada. Jika ia punya amal salih, maka amalannya itu akan diambil sesuai dengan kadar kezaliman yang dilakukannya. Dan jika ia tidak punya kebaikan, maka keburukan orang yang ia dzalimi itu dibebankan kepadanya' ". jelas gus fajar.


"Apakah ukhti ingin termasuk ke dalam orang orang yang dzalim?" sambung gus fajar.


"Gus, naura maafin saya hikss, sebenarnya saya ngelakuin semua ini supaya ibu saya tidak dipecat hiksss... karena ibu saya kerja di rumah orang yang menyuruh saya hikss" jelas putri dengan suara isak tangisnya. "Maafin saya yang tidak bisa berbuat apapun hikss" lanjut putri.


"Kenapa gak lu carikan kerjaan buat ibu lu ditempat lain, kalau memang orang itu udah menggertak untuk mecat ibu lu?" tanya naura sinis. "Karena ibu saya masih ada hutang yang belum dapat kami lunasi, kami hanya bisa mencicilnya lewat gaji bulanan itu hikss...ibu adalah tulang punggung di keluarga kami, sebenarnya saya juga lebih memilih keluar dari pesantren ini tapi ibu saya memiliki harapan agar saya dapat lanjut hingga tamat" jelas nya


"Saya juga pernah memilih untuk tidak menuruti perintah orang itu, tetapi saat saya menolaknya dia pernah memperlakukan ibu dengan kasar, akhirnya dia selalu menggunakan kekuatannya itu untuk mengancam saya jika saya menolak maka dia akan mencelakai ibu saya lagi hikss" jelasnya dengan isak tangis yang lebih dalam


"Saya mohon, saya akan mengakui kesalahan saya tapi jangan laporin orang yang menyuruh saya hikss...saya gak mau ibu kenapa kenapa hikss" sambungnya.


Tanpa sadar kini bulir air mata yang sengaja naura tahan sejak tadi sekarang sudah berhasil mengaliri pelupuk matanya. Naura kini dapat merasakan bagaimana putri sangat menyayangi ibunya.


Walaupun naura termasuk anak yang tidak dekat dengan kedua orang tuanya, tetapi dapat dipastikan jika rasa sayang nya kepada mereka melebihi rasa sayang nya kepada dirinya sendiri. Hampir setiap malam saat mama naura ketiduran, naura sering memasuki kamar mamanya hanya untuk menyelimuti dan mencium keningnya. Dan terkadang jika dia melihat ayahnya kelelahan naura juga selalu membuatkan wedang jahe meskipun melalui perantara mbok, dan masih banyak lagi perhatian kecil yang naura lakukan tanpa sepengetahuan orang tuanya.


"Jadi bagaimana naura?" tanya gus fajar membuat naura tersadar dari lamunannya dan mengusap bekas air matanya. "Gue mau nanya siapa orang yang udah nyuruh lo?" tanya naura, tetapi putri hanya menggeleng takut. "Lu tenang aja gue gak akan laporin, gue cuman pengen tau aja" timpal naura. Gadis itu sekarang sudah yakin dengan keputusan untuk tidak melaporkan pelakunya itu, alasannya karena dia tahu bagaimana perasaan putri saat ini bahkan jika dia berada di posisi putri maka dia juga akan melakukan hal yang sama.


"Terimakasih banyak naura, terimakasih..." Lirih putri yang kini terduduk dengan mengucapkan kata terimakasihnya. "Siapa orangnya?" tanya naura penasaran tanpa membalas ucapan putri. "Orang yang menyuruh saya ....dia..d dia adalah Fara" ucap putri dengan suara ketakutan. "Ck tenyata dia... dasar serigala, jadi lu biang semua masalah ini" umpat naura kesal. "Aku mohon naura seperti kata kamu tadi, jangan libatkan dia...aku bakal ngakui perbuatan aku tapi aku minta jangan libatkan dia" lirih putri. "Iya lu tenang aja" sahut naura.


"Gue gak akan laporin, tapi gue akan buat dia menyesali perbuatannya" batin naura sambil tersenyum sinis

__ADS_1


__ADS_2