Memikat Hati Ustadz Dinginku

Memikat Hati Ustadz Dinginku
BAB 45. Perhatian Suami Kutubku


__ADS_3

.....


Saat ini gadis yang gagal menjadi mantan gadis karena peristiwa semalam sudah bersiap-siap turun ke bawah. Saat ini dia sudah jauh lebih segar dengan mengenakan celana dan baju lengan pendek yang biasa dia kenakan saat di dalam rumah.


Saat menuruni anak tangga dia berpapasan dengan seorang pria yang kini sudah sah menjadi suaminya.


"Astaghfirullah... naura, kamu.." sambil menelan salivanya, ucapan ustadz fahri terhenti saat memperhatikan pakaian yang dikenakan gadisnya itu


"Kenapa? Gue mau turun nih.." ucap gadis itu kesal saat langkah kaki nya dihentikan secara tiba-tiba oleh pria itu


"Kamu mengenakan ini saat turun kebawah?" tanya ustadz fahri kembali


"Iya memang kenapa? Biasanya gue juga gini kok" sahut naura


"Tapi dibawah banyak orang, termasuk ada Abi dan juga umi" terang ustadz fahri kepada gadisnya


"Astaga iya gue lupa..." ucap naura dan segera kembali ke kamarnya


....


"Ck, gimana ni...gue lupa bawa baju-baju gue yang di pondok" kesal naura yang saat ini tengah memilah baju di lemari pakaian nya, dan dia tersadar jika semua baju itu tidak ada yang tertutup.


"Kamu sedang cari apa?" tanya ustadz fahri mendekat ke arah gadis itu


"Elu, gue gak punya baju" balas naura


"Itu banyak..." balas ustadz fahri melihat begitu banyak baju yang tergantung di dalam lemari yang besar itu


"Ck... maksud gue semua baju gue kayak gini" balas naura sambil menunjuk baju seksi yang dia pegang

__ADS_1


"Astagfirullah..." ucap ustadz fahri kaget melihat baju kurang benang itu


"Ya elah... tenang aja sih, tiap malam lu juga akan terus liat gue pakai baju yang kayak gini" ucap naura malas.


"Apalagi tadi malam lu juga udah melihat sedikit tubuh atas gue, jadi sudahlah" batin gadis itu tersenyum mengingat kejadian tadi malam


"Baiklah... saya keluar dulu, kamu jangan kemana-mana" tegas ustadz fahri


"Eh lu mau kemana..." ucap naura sedikit berteriak karena pria itu sudah pergi menjauh


"Ck... dasar si kutub utara irit" umpat naura sebab suaminya itu tidak menjelaskan secara detail kenapa dia harus tetap berada di kamar ini.


.


.


Gadis cantik itu kini tengah menonton televisi sambil menunggu kehadiran suaminya yang menyuruhnya untuk tetap di dalam kamar.


"Awas aja ya lu, kalau sampai lima menit lagi lu gak kembali...gue bakal keluar dari kamar ini" ucap naura dengan ketus


"Assalamualaikum..." salam ustadz fahri. Kini suaminya itu telah kembali.


"Ck... kemana aja sih lu lama kali...gue laper" ucap gadis itu


"Maaf saya lama...ini baju ganti untuk kamu" sahut ustadz fahri dan meletakkan beberapa paper bag di ranjang gadis itu


"Insyaallah itu cukup untuk beberapa hari disini" jelas ustadz fahri


"Saya ke bawah dulu.." lanjut ustadz fahri

__ADS_1


Sedangkan gadis yang dari tadi terlihat kesal kini menjadi terdiam.


"Dia belikan gue baju baru?" Monolog gadis itu memeriksa isi paper bag itu setelahnya terlihat samar senyuman tipis di bibirnya.


.....


Tok tok tok


Suara ketukan pintu dari arah luar terdengar. "Masuk.." ucap naura yang kini sedang membetulkan posisi jilbabnya


"Non, ini sarapan pagi non" ucap bibi


"Ngapain bi di antar ke atas, naura bisa ambil sendiri" sahut gadis itu


"Tadi tuan muda ustadz fahri yang menyuruh bibi mengantarkan kemari non" balas bibi terlalu banyak embel-embel di nama pria itu


"Hah, Kutub utara? Gak salah ni..." gumam naura


"Yaudah non, bibi permisi dulu ya..non jangan lupa makan" ucap bibi kemudian meninggalkan ruangan itu.


....


"Apa maksud si kutub utara ini kasih banyak perhatian ke gue? Mencurigakan...." ucap naura menelisik sambil melihat kearah makanan itu


.


.


Gimana ni mau Next lagi??

__ADS_1


Like + Komen πŸ‘‡ dan jangan lupa vote yaπŸ₯ΊπŸ€—


__ADS_2