
.
.
"Sayang kamu baik-baik ya disana... ingat, jangan buat suami tampan mu itu kesusahan" nasihat mama yang tengah memeluk putrinya
"Iya ma tenang aja" ucap naura dengan senyuman manisnya
"Dan ingat kamu juga harus nurut sama suami kamu, kasih apapun yang dia mau termasuk fahri junior" bisik mama ke telinga putrinya itu
"Ihh mama... ngomong apa sih" balas naura menjauhkan pelukan itu
"Hehehe sayang mama hanya bercanda.... tapi kalau kamu anggap serius mama bahagia" ucap mama kembali sambil menepuk lembut kedua pipi halus putrinya, sedangkan gadis itu hanya tersenyum tipis.
Setelahnya gadis itu mendatangi papanya.
"Sayang...papa cuma mau kamu bahagia ya disana, jangan sedih lagi" ucap papa mengelus lembut pucuk kepala putrinya.
Ucapan papanya itu membuat mata gadis itu sekarang berbinar.
"Papa juga harus bahagia ya... Jaga kesehatan papa...dan buat mama selalu bahagia" balas naura tanpa sadar air matanya kini menetes kemudian mereka saling berpelukan.
Setelahnya pak satyo mendekat kearah menantunya itu.
__ADS_1
"Hari ini aku berikan anak ku sepenuhnya kepada mu...jaga dia dengan baik, jangan buat dia menangis...aku izinkan dia menangis hanya untuk tangisan bahagia" ucap pak satyo
"Berikan semua kebahagiaan yang belum pernah dia dapat dari keluarga kami...jika suatu saat kamu gagal membahagiakan nya, kembalikan dia secara baik-baik kepada kami" lanjut pak satyo dengan suara tercekat sambil memeluk menantunya itu
"Insyaallah pa, fahri janji akan mewujudkan semua amanah papa... fahri mohon doanya pa untuk keluarga kecil kami..." "Dan terima kasih banyak karena telah menjaga bidadari dunia dan akhirat saya.. insyaallah" lirih ustadz fahri dengan wajah yang memerah. Kedua pria itu kini tengah menahan tangis, mencoba tetap tegar dengan maksud tidak ingin membuat perempuan yang sama-sama mereka sayangi dan ingin jaga itu menjadi sedih.
.
.
Setelah dua hari berada di rumah gadis itu kini sepasang pengantin baru itu akhirnya kembali lagi ke pesantren. Saat ini mereka telah sampai di lingkungan ndalem. Jangan bertanya lagi bagaimana naura. Perempuan itu kini memiliki menutup seluruh kepalanya menggunakan hijab dan mengendap-endap keluar dari mobil yang dia tumpangi.
"Hah akhirnya selamat juga" dengus gadis itu ketika sampai di ndalem, sedangkan dari arah belakang nya ustadz fahri terlihat membawakan barang-barang gadis itu.
"Naura putri umi...kalian sudah sampai?" tanya seseorang dari dalam dan berhasil memberhentikan pergerakan gadis itu
"Hah, iya umi...baru aja sampai" balas gadis itu sementara umi mendatangi nya dan menjulurkan tangannya untuk bersalaman ke arah anak dan menantunya kini.
"Ini, kenapa kopernya mau kamu bawa ke luar nak?" telisik umi
"Ahh ini....ini..." ucap naura terhenti karena tidak tahu apa yang harus dia bilang sekarang
"Sayang, sudah aku bilang kan...biar aku saja yang bawa koper ini ke dalam kamar kita" sahut ustadz fahri
__ADS_1
"Ohh... pengantin baru ini mesra sekali" ucap mama tersenyum bahagia
"Iya umi...kami ke dalam dulu ya mi" ucap ustadz fahri lalu menggandeng tangan naura
....
"Sebenarnya ada apa sih ini? Kenapa lu gak jelasin ke umi kalau gue mau tinggal di kamar santriwati gue?" tanya naura dengan wajah sedikit ditekuk
"Hmm.. kamu tidak lihat bagaimana ekspresi umi saat melihat kamu membawa koper ini ke arah luar? Kamu mau buat umi sedih saat mengetahui menantunya tidak ingin tinggal di ndalem?" jelas ustadz fahri dengan melontarkan beberapa pertanyaan untuk gadis itu cari tahu sendiri jawabannya
"Ck..oke fine, gue bakal tinggal di sini...tapi lu harus ingat pernikahan kita ini rahasia jadi tidak ada yang tau" "Bagaimana kita menjelaskan kepada orang lain kalau kita tinggal satu rumah?" tanya naura
"Kalau untuk itu kamu tenang saja, tidak ada yang berani menelisik siapapun yang berada di wilayah ndalem" tegas ustadz fahri
"Tapi.. gimana dengan temen-temen gue? Kalau mereka curiga gimana?" tanya naura dengan tatapan sinis
"Katakan bahwa ini perintah keluarga ndalem agar kamu lebih giat menghafal dan menjaga hafalan kamu" balas ustadz fahri lalu setelahnya dia pergi meninggalkan tempat itu begitu saja
....
"Ehhh...kok lu malah pergi sih, kita belum selesai bicara" teriak naura dengan suara kesalnya
.....
__ADS_1