Memikat Hati Ustadz Dinginku

Memikat Hati Ustadz Dinginku
BAB 43. Mencetak Si Utun


__ADS_3

.


.


"Siapa sih..." tanya naura malas tetapi karena terpaksa dia pun melirik ke arah sumber suara itu, hingga detik selanjutnya


"Aaaaaaaaaaa...." jerit gadis itu histeris melihat ada seseorang yang berani memasuki kamarnya


"Hemppph..." saat ini mulut gadis yang mengeluarkan suara nyaring dibekap oleh orang itu. Tetapi karena hampir kehabisan nafas naura pun menggigit tangan itu


"Aaaaaaaaaa...." jerit gantian ustadz fahri.


Ya seseorang yang sejak tadi melihat naura dari arah pintu adalah Ustadz fahri. Dia memperhatikan setiap pergerakan yang dilakukan oleh gadis itu, mulai dari membuka hijab hingga membuka gaun pengantin nya sampai menampakkan dua buk** kembar yang hanya tertutup pengamanan.


Sebenarnya sejak tadi dia ingin menegur gadisnya itu, tetapi karena terlanjur terpesona dengan kecantikan dan keindahan semua yang dimiliki gadisnya itu akhirnya dia hanya terdiam membisu. Sampai akhirnya dia bersuara dan mengucap istighfar karena pikiran nya mulai membayangkan hal mes** yang biasanya sepasang pengantin baru lakukan.


....


"Elu, ngapain elu disini?" tanya gadis itu ketus sambil menutupi kedua asetnya dengan gaun pengantin yang hampir saja terjatuh karena sudah sempat dia turunkan hingga di batas pinggang nya. Tetapi sayangnya dia tidak dapat menutupi punggung mulus nan putihnya.


....


"Kecilin suara kamu...di luar masih banyak orang" ucap ustadz fahri


"Astaga iya gue lupa...ruangan ini gak kedap suara" ucap naura


"Jadi ngapain lu disini?" tanya naura sama histeris nya tetapi dengan suara lebih pelan

__ADS_1


"Kamu lupa, kalau kita sudah menikah?" tanya ustadz fahri


"Iya gue tau, tapi lu kan bisa cari kamar lain untuk tidur..." ucap naura


"Maksud kamu apa istriku? Kita suami istri sekarang dan sudah seharusnya tidur dalam satu kamar bahkan satu ranjang" ucap Ustadz fahri


"T-tapi gue gak mau satu ranjang sama lu" dengus naura


"Tapi saya mau tidur seranjang dengan istri saya" sahut ustadz fahri


"Ihhh kok elu jadi gini sih..elu kesurupan apa? Biasanya lu tuh dingin kayak kutub utara.." ketus naura


"Ohhh jadi selama ini istri saya sudah punya panggilan sayang untuk saya" ucap ustadz fahri dengan nada yang tidak bisa diartikan, kemudian mendekati gadis itu


"E-elu ngapain ke sini?" tanya naura panik namun tidak mendapat jawaban dari pria itu


"Semakin kamu berteriak, orang tua kita akan berpikir kalau kita lagi mencetak si Utun" ucap ustadz fahri sambil berbisik di telinga gadis itu


"U-utun itu siapa?" tanya naura dengan suara gemetar


"Baby..." sahut ustadz fahri


Deg....


Deg....


"Gimana cara gue kabur dari tempat ini...Apa gue pura-pura pingsan aja? Eh tapi dia bakal tetap perko** gue gak ya?" gadis itu terus memikirkan cara untuk terbebas dari pria dihadapannya ini

__ADS_1


"G-gue belum siap... tolong jangan paksa gue" ucap naura dengan mengeluarkan air matanya


"Heyy kamu kenapa?" tanya ustadz fahri sambil memegang pipi gadis itu dengan kedua telapak tangannya, tetapi gadis itu malah menyingkirkan tangan itu segera.


"Gue gak mau disentuh sama lo, gue gak mau...." Isak naura dengan tangis yang semakin menjadi


"Astagfirullah...maafkan saya kalau sikap saya tadi membuat kamu takut, tapi saya tidak bermaksud membuat kamu takut..."


"Tolong berhenti menangis..." sambungnya tetapi gadis itu belum juga berhenti dari tangisnya


"Saya janji tidak akan menyentuh kamu jika kamu tidak menginginkan saya" lirih ustadz fahri


"Saya mohon jangan menangis seperti ini" sambung ustadz fahri, sedangkan gadis yang mendengar janji pria itu kini mulai menghentikan tangisnya dan mengusap kedua matanya


"Oke gue pegang janji lu" lirih naura dengan suara isakan


"Saya ke kamar mandi dulu" ucap ustadz fahri kemudian meninggalkan gadis itu


....


"Yes... akhirnya air mata buaya gue manjur juga" batin naura sambil tersenyum menatap pria itu memasuki kamar mandi


"Syukurlah gue selamat malam ini" ucap gadis itu setelah ustadz fahri memasuki kamar mandi.


.


.

__ADS_1


Yah...gagal deh ritual pengantinnya padahal ustadz fahri udah siap tuh mencetak si Utun😆


__ADS_2