Memikat Hati Ustadz Dinginku

Memikat Hati Ustadz Dinginku
BAB 52. Ustadzah Juli


__ADS_3

....


Pagi ini adalah pagi yang menyebalkan bagi naura, karena dia harus mendapat teguran dari Ustadzah juli yang menuduhnya terlambat masuk kelas.


"Ck... Padahal dia tadi yang terlambat makanya gue ke kamar mandi dulu" Batin naura


Karena mood gadis itu juga tidak baik sekarang, gadis itu memilih memainkan pena nya saat Ustadzah itu sedang menjelaskan.


....


"Naura... " Panggil Ustadzah juli membuat gadis itu mengarahkan pandangannya ke sumber suara


"Apa yang kamu lakukan disana?" Ucapnya mendekati gadis itu


"Hmm ini... " Belum selesai gadis itu menjawab Ustadzah Juli sudah berbicara kembali


"Tidak ada yang boleh main-main di saat jam pelajaran saya"


"Dan kamu... Silahkan keluar dari kelas saya sekarang" Tegas Ustadzah juli


"Loh apaan sih maksud lu... Eh Ustadzah maksud gue"


"Gue diem aja loh dari tadi, gak ada ganggu tapi kenapa gue salah juga" Balas naura tidak terima


"Perkataan kamu sangat tidak sopan Naura!, padahal sudah hampir dua bulan kamu berada disini" Tegur Ustadzah juli kembali


"Kamu keluar sekarang dan berdiri di lapangan sampai kelas saya selesai" Lanjut nya memberi hukuman kepada gadis itu


"Terserah!" Naura lalu keluar menuju tempat yang diperintahkan karena dia tidak ingin perdebatan ini akhirnya mengundang emosinya.

__ADS_1


....


"Dasar, wanita aneh! Padahal apa yang gue lakuin sama sekali gak nge-rugiin dia!" Umpat naura kesal


....


Sudah hampir lima belas menit naura berdiri di tengah lapangan itu sambil terus mengumpat wanita yang telah menghukumnya. Hingga suara berisik dari arah belakang mengalihkan perhatian nya.


"Ustadz fahri, ini saya ada buat kue cokelat untuk Ustadz" Terlihat seorang santriwati memberikan kontak bekal kepada pria itu


"Syukron jazakillah khairan ukhti" Ucap ustadz fahri menerima bekal itu


"Ck... Cuman di kasi kayak gitu aja seneng banget" Gumam naura saat melihat kedua orang di sana.


"Ya sudah Ustadz, saya permisi dulu... Assalamualaikum" Santriwati itu dengan pandangan menunduk, lalu meninggalkan Ustadz fahri sendirian di sana.


....


....


"Assalamualaikum" Salam seseorang dari arah belakang


"Wa'alaikumussalam" Balas naura lirih, karena entah mengapa dia kini merasa kesal kepada pria yang habis menerima bekal dari santriwati tadi dengan senyuman


"Kamu ngapain berdiri di lapangan ini? Bukannya kamu ada kelas dengan Ustadzah juli?" Tanya Ustadz fahri mengingat tadi pagi gadisnya memberitahu kelas nya hari ini.


Tetapi kini tidak ada balasan apapun dari gadis itu, hingga Ustadz fahri kembali berbicara


"Kamu lagi di hukum?" Tanya Ustadz fahri

__ADS_1


"Benar Ustadz, saya yang memberikan hukuman untuk Santriwati ini" Jelas Ustadzah juli yang kemudian semakin mendekat ke arah mereka.


"Apa kesalahan yang sudah santriwati ini perbuat sampai Ustadzah juli menghukumnya?" Timpal Ustadz fahri


"Dia tadi telat masuk kelas saya dan juga tidak memperhatikan saat kelas saya berlangsung" Terang ustadzah juli


....


"Ck... Itu elu yang salah, elu yang lama masuk kelas gue. Dan masalah tidak memperhatikan menurut gue itu terlalu berlebihan... Ustadzah yang lain aja biasa aja tuh, yang terpenting gue gak buat keributan saat kelas mereka" Balas naura ketus


"Jaga mulut kamu Naura!" Bentak Ustadzah juli


"Kalau lu mau dihargai lu juga harus menghargai orang lain" Balas naura tak kalah kuatnya


"Astagfirullahhaladzim... Istighfar kalian berdua" Sahut ustadz fahri


"Naura, sebagai seorang santriwati... Kamu tidak boleh berkata seperti itu, Ilmu yang kamu dapat nantinya tidak akan berkah" Tutur Ustadz fahri


"Ck, lu belain aja dia terus" Kesal naura dan meninggalkan mereka berdua


....


"Astagfirullahhaladzim... Afwan Ustadz" Lirih Ustadzah juli


"Ustadzah seharusnya juga mengerti bukan seperti itu caranya menghadapi santriwati yang notabennya seperti Naura" Ucap ustadz fahri dan diangguki lembut oleh nya.


"Saya harap kejadian seperti ini tidak terulang kembali" Ucap ustadz fahri lalu setelah mengucapkan salam dia langsung meninggalkan Ustadzah juli yang tampak sedang berpikir.


"Baru kali ini ada santriwati yang berani membantah dan melawan kepadaku, apalagi saat di depan ustadz fahri... Sepertinya cara halus memang tidak pantas untuk kamu gadis kota" Lirih Ustadzah juli dengan wajah kesalnya

__ADS_1


.


.


__ADS_2