
.
.
Kini waktu telah menunjukkan malam hari, Ustadz fahri terlihat tengah berkutat sambil membaca buku di Sofa kamarnya.
Ceklek
Terlihat naura gadis yang sejak tadi menghantui pikiran pria yang terlihat serius padahal sebenarnya fokusnya sudah terbagi karena gadis itu.
"Ucap kan salam sebelum masuk" Sindir Ustadz fahri
Sementara gadis yang masih kesal dengan kejadian tadi memilih tidak menuruti dengan mengucapkan salam melainkan hanya melafalkan salam dalam hatinya. Lalu tanpa berkata apapun naura memilih masuk ke dalam kamar mandi.
"Ini makan malam kamu, Saya tau kamu pasti belum makan... Sekarang makan dulu" Ucap ustadz fahri dengan membawa makanan untuk gadis itu
"Gue gak lapar" Ketus naura yang baru saja keluar kamar mandi itu untuk mengganti bajunya
"Ini kue cokelat, kamu bisa memakannya jika tidak mau makan nasi" Sambil menyodorkan piring itu
"Lu makan aja sendiri kue buatan santriwati tercinta lu itu!" Naura mengucapkan kalimat itu dengan nada menekan
"Kamu cemburu?" Tanya Ustadz fahri
"Lu gak usah terlalu percaya diri!" Bantah naura
"Saya gak akan makan sampai istri kecil saya makan kue itu duluan" Balas Ustadz fahri
"Atau kamu mau disuapi suami kamu?" Tanya Ustadz fahri dengan maksud menggoda gadisnya
"Ck... Dia kira gue akan luluh dengan ucapannya yang datar itu" Batin naura kesal
Ya, Ustadz fahri memang berniat menggombal tetapi gombalan itu tetap dengan wajah dan suara yang datar sehingga dapat dipastikan itu adalah gombalan terhambar bagi gadis itu.
"Baik, saya suapi istri saya ini" Ustadz fahri mengambil kue cokelat dalam piring itu
__ADS_1
"Harus gue bilang berapa kali, kalau gue gak lapar!" Tegas naura
Kruk kruk
Bunyi suara perut gadis itu mengiringi ucapan penolakannya, sedangkan Ustadz fahri yang mendengarnya menjadi tersenyum.
"Ya sudah saya keluar dulu" Ucap Ustadz fahri lalu meninggalkan istrinya yang kini menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"Ihhh cacing gue... Kenapa gak bisa diajak kerjasama dulu sih" lirih gadis itu menahan malu.
.....
Waktu sekarang tepat pukul 23.00 wib.
"Aku tahu pasti kamu lapar dan lelah hari ini" Lirih ustadz fahri mengecup kening gadisnya yang sudah tertidur tanpa memakan makanan yang dia bawa
.
.
"Ini semua gara gara lu!... kutub utara kenapa lu gak bangunin gue sih" Umpat naura sambil membenarkan posisi jilbabnya
....
"Makan dulu naura" Ustadz fahri menghentikan gadis yang hendak keluar
"Ck.. lu gak liat sekarang udah jam 7, kelas gue sebentar lagi di mulai" Sahut naura
"Kamu lupa siapa yang akan mengajar di kelas kamu?" Tanya Ustadz fahri
"Eh iya... Siapa ya?" Beo naura, sebenarnya gadis itu hanya tidak ingin telat apalagi saat jam pelajaran ustadzah juli karena dia tidak ingin berurusan lagi dengan wanita yang menurutnya sok sangar itu.
"Sekarang kamu duduk" Titah Ustadz fahri kembali
"Gak bisa, nanti kalau gue telat gimana?" Bantah gadis itu
__ADS_1
"Saya izinkan kamu telat hari ini, asalkan sekarang kamu duduk dan kita makan bersama" Terang Ustadz fahri
"Hah jadi lu yang ngajar di kelas gue?" Tanya naura ingin memastikan kembali tetapi hanya mendapatkan respon anggukan oleh pria itu
"Ck... Sial banget! Kalau tau dia yang masuk di jam pertama, gue gak akan buru-buru kayak gini" Batin gadis itu kesal merutuki kebodohannya sendiri yang tidak tahu jadwal kelasnya.
....
"Butuh berapa lama lagi menunggu hingga sarapan itu habis?" Tanya Ustadz fahri yang melihat naura hanya memainkan sendok dan garpu nya, dapat dihitung dalam waktu lima menit hanya dua suapan yang berhasil masuk ke dalam mulut kecil itu.
"Ck.. Ngapain gue harus cepat-cepat kalau elu masih ada disini" Sahut naura santai
"Kamu ingat kan, saya tidak pernah memberikan toleransi keterlambatan bagi yang di sengaja". "Waktu kamu lima menit dari sekarang" Tegas Ustadz fahri lalu pergi meninggalkan gadis itu
....
Kini naura telah sampai di ruang kelasnya dengan waktu 10 menit karena harus bolak-balik ke kamar mandi sebab merasakan sakit pada perutnya. Mungkin ini efek karena sejak kemarin malam dia belum makan sesuap nasi pun.
Dapat dipastikan kini gadis itu telat, walaupun naura telah berjalan sangat cepat bahkan diiringi lari an agar tidak menghabiskan waktu yang lama.
....
"Na lu kenapa? Kok bisa telat?" Tanya je yang berada di depan gadis itu
"Ini gara-gara si kutub utara itu" batinnya dan menampakkan nafas yang tersengal-sengal akibat berlarian tidak teratur.
"Na... Kenapa kamu malah diam?" Tanya je kembali
....
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh." Ucap salam Ustadz fahri yang terlihat baru datang, terdengar seluruh santriwati membalas salam tersebut kecuali naura yang masih merasa heran karena ternyata pria yang menakutinya tentang keterlambatan malah dia sendiri yang terlambat.
"Na, kok tumben Ustadz fahri terlambat?..." Tanya je dengan suara berbisik tetapi tidak dihiraukan oleh gadis itu.
.....
__ADS_1
Next? Jangan lupa kasih Vote, Like, Point, Rate Bintang 5 ✨ dulu ya, Para Readers yang Baik 🤗💙