
....
"Na...besok ada festival budaya islam di pesantren kita, kamu pakai baju apa?" tanya je
"Festival budaya islam apa?" tanya naura heran
"Jadi gini, tiap tahun akan diadakan bazar bertemakan budaya Islam, dan kita biasanya akan mengenakan pakaian adat tetapi tetap islami" jelas je sedangkan naura hanya mengangguk tanda mengerti.
.
.
Hari Budaya Islam itu akhirnya tiba, kini terlihat naura sudah di rias wajahnya, karena hari ini dia ditugaskan untuk menjaga pintu masuk bazar. Dia tidak sendiri karena dia bersama Naila yang sudah dirias sama cantiknya dengan Naura.
.....
"Assalamualaikum.." sapa mira je
"Wa'alaikumussalam..." balas naila dan naura hanya membalasnya di dalam hatinya.
"Naura... Masyaallah kamu Jamilah jiddan..." puji mira yang berarti 'sangat cantik'
"Siapa dulu dong temen gue..." sahut je dengan bangganya
"Hey...nama gue naura bukan Jamilah ataupun jidan..kepala kalian terpentok apa sampai lupa nama gue?" tanya naura heran, sedangkan ketiga gadis lainnya yang mendengarnya kini menjadi tertawa.
"Dihh kok malah ketawa sih... memang ada yang lucu?" tanya naura sinis
....
"Ya ampun naura lu itu lucu banget sih... Jamilah jiddan itu maksud nya kamu cantik sekali...bukan nama orang" jelas je kemudian melanjutkan kembali tawanya.
"Husstt je sudah ayo kita pergi... lihat banyak santriwan yang akan datang kemari" terang mira kemudian permisi pergi kepada kedua wanita cantik dihadapannya.
....
Terlihat semua santriwan terpesona oleh kedua wanita cantik penunggu pintu masuk..Naila tersenyum dengan wajah menunduknya, sedang kan gadis yang satu lagi malah meluruskan pandangan nya ke arah ustadz fahri.
__ADS_1
"Ck... kutub Utara, bisa-bisanya disaat semua orang melihat kesini lu malah liat ke depan terus...gue sumpain lu tersandung" umpat naura dalam batinnya
.....
Kini semua orang masing-masing melihat setiap stan yang ada di dalam bazar itu. Tak terkecuali dengan naura kini gadis itu juga meninggalkan tugasnya untuk melihat setiap stan.
"Ck... ada-ada aja gue cuman disuruh jadi patung selamat datang di sana, lebih baik gue cari makanan" gerutu naura sambil terus berjalan
"Assalamualaikum ukhti.." sapa dua orang santriwan
"Wa'alaikumussalam..ada apa?" balas naura ketus
"Hemm... kami cuman mau kenalan saja sama ukhti" jelas salah seorang dari mereka
"Ck... apaan sih ni orang...males banget gue" batin naura tetapi saat itu netranya tidak sengaja menangkap sosok ustadz fahri.
"Ohhh .. yaudah kenalin gue naura" gadis itu mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan mereka tetapi arah pandang nya kini masih tertuju pada ustadz fahri yang berada di salah satu stan.
....
Sudah lama tangan gadis itu terjulur tetapi belum mendapatkan sambutan
"Ya udah kalau gak mau" singkat naura lalu hendak memundurkan tangannya
"Wahyu...nama gue wahyu" ucap seorang santriwan dan memegang tangan gadis itu
"Ck..kok malah elu sih" ketus naura yang melihat ada seorang santriwan lainnya langsung menjabat tangannya
"Nama kamu siapa gadis cantik?" tanya lelaki itu
....
Sementara naura malah menelisik ke arah lelaki itu. "Sepertinya dia santri pindahan, gayanya aja bar-bar gitu" batin naura, "Tapi gapapa deh, yang penting rencana gue lancar kali ini"
.
.
__ADS_1
.
Setelah mengobrol cukup lama dengan seorang santri bernama wahyu itu sekarang naura memilih menikmati es krim di stan ujung dan duduk nyaman disana.
"Kan bener gue bilang pasti itu anak murid pindahan kayak gue..." ucap naura mengingat tingkah laku wahyu yang hampir sama dengan nya. Bedanya dia seorang Playboy.
Karena saat naura tersenyum manis, lelaki itu malah semakin gencar memberikan gombalan- gombalan kepadanya.
"Ahh sudahlah yang penting rencana gue tadi berhasil" gumam gadis itu
....
"Assalamualaikum...." salam gus fajar. Ya Gus fajar kini mendatangi gadis yang tengah memakan es krim itu.
"Wa'alaikumussalam...elu, ngapain lu kesini mau es krim juga?" tanya naura dan diangguki oleh Gus fajar setelah nya dia memesan satu es krim juga.
"Keadaan kamu gimana? Kamu baik-baik aja kan?" mulai gus fajar
"Tentu, gue baik-baik aja..." jawab naura.
....
"Saat kejadian kamu disekap seseorang sebenarnya aku juga juga ikut mencari kamu...tapi setelahnya pintu museum itu tertutup jadi aku tidak bisa melanjutkan pencarian" terang gus fajar
"Ohhhh... lu tenang aja gue gapapa kok...lu liat sekarang gue baik-baik aja" sambil menggerakkan tangannya ke sembarang arah sehingga es krim yang dipegangnya mengenai hijabnya tanpa gadis itu sadari.
Entah keberanian yang berasal dari mana kini Gus fajar membersihkan hijab gadis itu dengan tangannya. Sedangkan gadis yang mendapat perlakuan itu terdiam di tempat.
Deg...
Deg...
"Ck..gue kenapa sih... kenapa perasaan gue jadi lebay banget sekarang..." gumam naura. Dia merasa bingung dengan jantungnya yang mudah sekali berdebar, saat bersama ustadz fahri dia merasakannya dan sekarang saat bersama gus fajar hal itu pun terulang.
"Atau jangan-jangan...Gue punya riwayat penyakit jantung kali ya?" Monolog gadis itu
.....
__ADS_1
Sementara dari arah lain terlihat seseorang sejak tadi mengarahkan netranya dan terus memperhatikan kedua orang itu.