
....
"Auuuuu.... Shtttt" Teriak gadis itu diikuti suara desisan tetapi mata gadis itu masih terpejam
"Astaghfirullah! Apa yang aku lakukan?" Kini Ustadz fahri menjauh dari tubuh gadis itu saat tersadar akan teriakan nya.
"Kenapa aku bisa melakukan hal ini?" Ustadz fahri mengusap wajahnya kasar, ada rasa bersalah dalam dirinya karena tidak meminta izin pada gadisnya itu. Akhirnya dia kini memilih menahan hasrat nya kemudian membantu membenarkan pakaian gadis yang semakin tersingkap karena perbuatannya.
.
.
"Aduh badan gue... kenapa pegel - pegel begini" Lirih gadis cantik itu saat terbangun dari tidurnya sambil merentangkan kedua tangannya
Kini gadis itu berjalan menuju ke kamar mandi nya dengan mata yang masih sedikit tertutup dan setengah sadar.
"Aduh badan gue, kenapa seperti habis di timpa bongkahan batu besar sih" Lirih gadis itu kembali.
Kini gadis yang sedang merasa kesakitan di seluruh tubuhnya mulai membuka pakaian atasnya tanpa berniat membuka netranya.
"Hah, tali bra gue... Kenapa bisa terlepas?" Ucap gadis itu berhenti melakukan aktivitas membuka pakaian atasnya.
"Awww...Shttttt" Lirih gadis cantik itu saat merasakan pedih pada sekujur lehernya ketika tangannya menyentuh bagian itu.
Karena merasa ada yang tidak beres pada sekujur tubuhnya, akhirnya gadis yang kini tepat berada di depan cermin itu mengerjapkan matanya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhnya itu.
....
__ADS_1
"HUAAAAA" Jerit keras naura memenuhi ruangan saat melihat tanda merah di lehernya
"Ini .... HUAAAAA" Ulang kembali gadis itu kini diakhiri dengan menutup matanya menggunakan kedua telapak tangannya.
Tok
Tok
"Naura? Kamu kenapa?" Tanya Ustadz fahri dari arah luar
"Hah..." Spontan naura membekap mulutnya sendiri
"Naura buka pintunya, biarkan saya masuk" Tegas Ustadz fahri khawatir dengan keadaan gadis itu
"Enggak, gue gapapa..." Ucap naura karena tidak mungkin dia membiarkan pria itu masuk dengan kondisi lehernya yang sudah di penuhi tanda merah yang dia sendiri tidak tahu apa penyebabnya.
"Sebenarnya digigit hewan apa sih ini?... Shttttt" Lirih gadis itu merasakan pedih saat menyentuh bagian merah itu.
.
.
Akhirnya gadis itu telah keluar setelah hampir setengah jam berendam dalam air hangat untuk menghilangkan rasa pedih pada bagian lehernya. Kini di depan cermin gadis itu kembali memperhatikan tanda merah di lehernya itu.
Cklek...
"Naura, kamu sudah selesai?" Tanya Ustadz fahri saat membuka pintu kamar itu
__ADS_1
"Eh... Iya sebentar lagi" Sahut naura
"Ya sudah saya tunggu dibawah" Balas Ustadz fahri
"Eh... sebentar, gue mau nanya" Ucapan naura memberhentikan langkah Ustadz fahri yang akan keluar
"Emm gini... Lu tau gak kira-kira hewan apa ya yang gigit leher gue?" Tanya naura dengan menunjukkan bukti tanda merah di lehernya karena saat ini dia belum mengenakan hijabnya.
Uhukk
Tiba-tiba Ustadz fahri terbatuk karena tersedak air liurnya sendiri.
"Lu kenapa?" Tanya naura kepada Ustadz fahri sedangkan pria itu hanya menggeleng sambil menetralkan batuknya
"Jadi ini karena apa? Apa jangan-jangan banyak serangga ya di kamar lu ini?" Tukas gadis itu sambil melirik setiap sudut ruangan kamar itu
"Hmm mungkin... Lebih baik kamu segera turun ke bawah dari pada memikirkan hal tidak penting seperti itu" Balas Ustadz fahri dan langsung segera pergi
....
"Eh gak penting lu bilang? Ini pedih tau!" Sahut gadis itu saat tersadar dengan ucapan pria itu
"Dasar serangga sialan!" Umpat naura sambil menghentakkan kakinya ke lantai
.
.
__ADS_1