Memikat Hati Ustadz Dinginku

Memikat Hati Ustadz Dinginku
BAB 30. MHUD


__ADS_3

.


.


Keesokannya paginya


Tittt...titttttt


Krekkkk....krekkkk


Terulang suara yang sama seperti tadi malam. Tetapi, jika tadi malam pertanda pintu tertutup otomatis, sekarang adalah waktu pintu tersebut terbuka otomatis.


Sementara bisa dilihat posisi yang sama sejak tadi malam tidak berubah. Terdapat dua insan yang sedang teronggok disana. Hanya saja terlihat satu insan sekarang merasa sangat nyaman setelah bersandar sambil memeluk insan disampingnya.


"Astagfirullah fahri...." ucap seseorang yang berada di tempat itu dengan nada terkejut, seketika pemilik nama itu tersentak sadar


"A-abi?" tanyanya sambil mengusap matanya untuk memastikan


"Astagfirullah fahri...apa yang kamu lakukan?" tanya kiyai masih dengan rasa terkejutnya melihat posisi kedua insan di depannya yang terlihat intim, tetapi berbeda dengan pria paruh baya yang ada disampingnya yang hanya tersenyum melihat kedua insan tersebut dan jangan dilupakan sejak tadi jepretan kamera sudah beberapa kali dia lakukan.


....


"Ekhemm...." deheman pria paruh baya itu bermaksud membuyarkan ketegangan diantara ayah dan anak itu.


"Bisa jauhkan tubuh kamu dari Putri saya anak muda? Dan segera bangun kan dia" ucap pria itu, yang tidak lain adalah papa dari Naura Cantika.


....


"Naura...naura" lirih ustadz fahri berusaha membangun kan gadis itu karena nyatanya saat dia menggeser tubuhnya maka dekapan dari gadis itu semakin kuat.


"Naura putri ku...kenapa kamu yang terlihat agresif?" batin pak satyo merapatkan ujung giginya merasa malu melihat sikap putrinya sekarang


"Begini cara membangunkan nya anak muda" ucap pak Satyo lalu menekan hidung gadis itu hingga dapat dipastikan pasokan oksigen gadis itu berkurang drastis


"Hemppph..." suara yang ditimbulkan dari gadis itu


"Hahhh...hahhhh" kini gadis itu terbangun dengan hidung seperti tomat rebus


"Apa apaan sih lu" ucap naura spontan, karena hampir saja ruh nya terlepas bersama dengan terbangun dirinya.

__ADS_1


.


.


"Sudah puas tidurnya?" tanya pak satyo dengan nada tak tertebak


"P-papa? Ini papa?" tanya gadis itu dengan rasa tak percayanya, berulang kali dia mengerjapkan matanya.


"Fahri, kenapa kalian berdua bisa seperti ini?" tanya kyai sedang kan gadis itu bingung kenapa ada papa dan juga pak kyai, serta tak kalah bingung nya dengan pertanyaan pak kyai yang terdengar aneh di telinganya sekarang ini.


"Kenapa kalian berdua bisa seperti ini?. Bukankah seharusnya pertanyaan nya... 'kenapa kalian bisa ada ditempat ini?' " Pikir gadis itu bingung


....


"Kalian tahu, posisi kalian berdua tadi tidak pantas untuk kalian lakukan" lanjut kyai


"Hah posisi? Memang posisi seperti apa yang kami lakukan?" tanya naura masih dalam pikirannya


"Kamu tahu apa yang kamu lakukan ini tidak benar fahri!" ucap kyai kembali tetapi dengan sedikit penekanan


"Nggih bi, fahri tau ini salah...maafkan fahri bi" lirih nya sedangkan gadis yang kini masih terlihat bingung dengan percakapan kedua orang itu memilih mengarah ke papanya


Kini tangis gadis itu terurai bersama dengan pelukannya kepada papanya itu.


Suasana haru itu membuat semua orang melupakan kejadian sebelumnya termasuk pak kyai.


Eitssss... tetapi berbeda dengan pak satyo, dirinya tau jika terus terlarut dalam suasana ini maka rencana awalnya akan berantakan.


....


"Ekhemm naura" sambil mencoba menyingkirkan gadis itu dari pelukannya kemudian menatap kearah ustadz fahri


"Anak muda...saya tidak terima dengan perlakuan kamu kepada putri saya" ucap pak Satyo dengan nada serius


"Saya ingin kamu mempertanggung jawabkan perbuatan kamu" lanjutnya


"Maaf pak seperti nya bapak salah paham, saya dan putri bapak tidak melakukan apa-apa" sahut ustadz fahri sopan


"Tidak apa-apa bagaimana? Jelas jelas tadi kamu memeluk Putri saya" tegas pria paruh baya itu. Walaupun dia tahu jika putrinya lah yang memeluk pria itu.

__ADS_1


Sementara naura tampak bingung mengerutkan keningnya berusaha mencerna semua perkataan kedua orang itu.


.


.


"Saya tidak mau tahu yang pasti kamu harus menikah dengan anak perempuan saya" lanjutnya, semua orang disitu terkejut apalagi pak kiyai, dia sama sekali tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya itu. Karena dia juga yakin putranya tidak mungkin berbuat hal yang tidak pantas Kepada gadis itu.


Sementara naura masih terdiam hingga detik berikutnya dia baru tersadar....


"Menikah dengan anak perempuan papa? Eh tunggu dulu... anak perempuan papa cuman satu kan? Dan... berarti itu GUE?" batinnya terkejut


"HAH... Maksud papa apa? Naura yang harus menikah?" tanyanya segera dengan suara keras dan diangguki oleh pak Satyo


"Papa pasti becanda kan?...Gak lucu pa" lanjut naura dengan ketawa recehnya sembari mengibaskan tangan kearah wajah nya pertanda itu konyol dan tidak mungkin terjadi


....


"Papa tidak sedang bercanda naura" balas pak satyo dengan mode serius


"Hah??" "Pa... naura gak ada ngapa-ngapain sama dia pa" histeris nya dengan menunjuk ke arah ustadz fahri


"Gak ada yang menjamin kalian tidak berbuat apa-apa" balas pak satyo


"Ya elah pa gak percayaan banget sih sama anak sendiri, naura cuma terjebak berdua aja pa sama ni orang" jelas naura dengan tatapan sinis ke arah ustadz fahri


....


"Lihat..." sahut papa sambil menunjuk kan foto-foto yang sempat dia abadikan tadi


"Ck...pa, ini cuma foto pa, lagian foto ini cuma pelukan biasa kok" ucap gadis itu santai


"Kamu memang susah untuk berubah na, papa butuh seseorang yang bisa merubah kamu" batin papa setelah mendengar ucapan putri satu satunya itu


"Papa tidak bisa percaya dengan ucapan kamu... papa gak mau anak papa berbuat hal yang tidak senonoh" jelas papa.


"Gila masih ORI kali gue" sambil memegang tubuhnya untuk mengecek apakah ada yang mencurigakan seperti yang papanya bilang.


"Bener juga kata papa...siapa yang bisa menjamin si kutub utara gak ngapa-ngapain gue... Secara kan diem aja gue menggoda" pikir gadis itu dengan tingkat percaya diri sekarang di atas rata-rata.

__ADS_1


"Ehhh...tapi kalau gue ham** gimana?" batin naura cemas saat terlintas begitu saja dipikirannya kata yang menakutkan itu.


__ADS_2