Memikat Hati Ustadz Dinginku

Memikat Hati Ustadz Dinginku
BAB 42. Ritual Malam Pertama


__ADS_3

.


.


"Kamu kenapa menutup mata?" tanya Ustadz fahri


"Gilak gak mungkin gue liat dada telanj*** lo..." dengan spontan naura menjawab lalu ketika tersadar dia langsung menutup mulutnya


"Sepertinya ada yang salah disini...saya datang ke sini untuk mendoakan kamu" ucap Ustadz fahri


"Hah maksudnya gimana?" tanya naura heran dengan membelalakkan matanya. Namun ustadz fahri tidak menjawab pertanyaan itu, melainkan meletakkan tangannya ke kepala gadis itu tepat memegang ubun-ubun perempuan yang baru saja menjadi istrinya itu sembari berdoa.


“Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih”


Artinya:


"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya."


Setelahnya dia mengelus-elus lembut pucuk kepala gadis itu.


"Untuk ritual malam pertamanya kita lakukan setelah acara selesai" ucap ustadz fahri berbisik dengan suara menggoda membuat gadis itu kini membeku


....


"Kamu masih ingin diam disitu dan ingin melanjutkan ritual malam pertama kita?" tanya ustadz fahri setelah menunggu lama


"Hah? Ayo ..." ucap naura sambil berdiri

__ADS_1


"Ayo melanjutkan ritual pertama maksud kamu?" tanya ustadz fahri memastikan


"B-bukan...itu k-kita keluar temui tamu" ucap gugup gadis itu, selanjutnya ustadz fahri menggenggam tangan naura dan menuntunnya ke arah luar


.


.


"Masyaallah pengantin baru kita..." ucap pak kyai


"Sayang..." Lirih pak satyo melihat naura digandeng pria lain mendekat kearah nya


"Papa..." Kini gadis itu memeluk papanya


"Heyy sayang kamu kok nangis...jangan menangis sayang...hari ini hari bahagia kamu" ujar papa sementara naura terus menangis


"Sayang...kamu liat papa, papa sangat bahagia putri kecil papa akhirnya sudah ada yang menjaga, selain papa" jelas pak satyo


"Jadi kamu harus bahagia sama seperti papa" tambah pak satyo kemudian mencium kening putrinya itu.


.


.


"Sudah dong...ini hari bahagia jadi tangis bahagia nya di tunda dulu, sekarang senyum bahagia aja yang harus kita perlihatkan" pungkas mama menghentikan rasa haru suami dan anaknya itu.


"Iya sayang mama kamu benar... sekarang kamu foto-foto dulu sana... sebelum makeup badutnya semakin hilang" ucap papa sambil mengusap lembut bekas air mata milik gadis itu, sedang gadis itu mencebikkan bibirnya ke depan.

__ADS_1


"Tenang sayang makeup kamu tetap aman kok, kamu pengantin tercantik malam ini... Benarkan fahri?" ujar umi khadijah sedangkan pemilik nama itu hanya tersenyum malu


Meskipun pernikahan ini tertutup dan dirahasiakan tetapi dekor mewah masih terlihat di sana. Semua persiapan seperti di gedung-gedung pada umumnya. Hanya saja tamu yang datang tidak terlalu banyak, bahkan saudara dari pak Satyo dan bu anjani tidak diundang karena itu salah satu permintaan dari naura, jadi hanya rekan kerja pak satyo dan beberapa tamu dari pak kyai yang diundang.


.


.


Kini acara resepsi pernikahan yang dimulai setelah isya itu telah selesai karena malam sudah menunjukkan pukul 00.00 wib. Dan jangan ditanya dengan gadis itu yang sekarang entah berapa kali menguap menahan kantuknya.


"Sayang sebaiknya kalian kedalam kamar saja... karena malam sudah larut...mama dengan yang lain saja yang akan menemani tamu kita yang belum pulang" ujar mama


"Iya ma, naura juga ngantuk sekali.." balas gadis itu sambil mengerjapkan matanya


"Iya sayang..." balas mama


....


Kini gadis itu telah sampai di kamarnya. Karena rasa kantuk begitu menyiksa nya, akhirnya dia memutuskan hanya membuka gaun pengantin nya tanpa membersihkan makeup di wajahnya.


Dengan cepat gadis itu membuka hijab yang melilit di lehernya, setelah berhasil dibuka gadis itu melanjutkan membuka resleting di bagian depan.


Srekkk...


Setelah berhasil membukanya kini gadis itu menurunkan gaun pengantin nya sampai di perbatasan pinggangnya sehingga menampakkan kulit punggung putih mulusnya dan juga kedua buk** kembarnya yang masih terbungkus.


"Astagfirullah..." ucap seseorang dari arah pintu.

__ADS_1


__ADS_2