
.
.
"Ini tuan, kamar tuan dan juga nyonya, saya permisi dulu. Jika ada yang tuan butuhkan, tuan bisa hubungi kami" Ucap Pelayan hotel disana
"Na'am terima kasih" Balas Ustadz Fahri sementara gadis disampingnya terlihat memalingkan wajahnya menahan tawa.
Cklekk
"Masuk" Ucap Ustadz Fahri
"Kamu sejak tadi seperti menahan tawa, apa ada yang lucu dengan saya?" Tanya Ustadz Fahri
"Hah? Enggak kok, jangan ke PD an lu" Sahut Naura dengan masih menahan tawanya
"Yaudah terserah kamu, kamu boleh melakukan apapun di kamar ini, saya keluar dulu" Tambah Ustadz Fahri
"Dih kayak gitu doang ngambek lu" Ucap Naura yang mungkin sudah tidak didengar oleh Ustadz Fahri
...
"Duh bosen banget sih, beresin pakaian udah, mandi juga udah, ngapain lagi ya enaknya?" Monolog gadis itu
"Malah si kutub utara lama banget lagi baliknya" Sambung gadis itu
"Ck. Keluar aja deh gue, dari pada diam terus disini" Ucap gadis itu beranjak keluar kamar
"Eh sebentar, iya kali gue pakai hijab yang besar kayak gini" Gadis itu menuju ke arah cermin
__ADS_1
"Nah, gini baru cocok, kan jadi Naura yang keren" Ucap gadis itu membuka hijab nya dan menggantinya dengan model hijab lain kemudian dikalungkan di lehernya seperti sedang memakai syal.
"Oke berangkat" Ucapnya dengan senyuman mengembang
.
.
"Serius deh, sunset nya bagus amat sih" Ucap gadis itu setelah menjajakan kakinya di pasir putih pinggiran pantai
"Coba aja gue bawa handphone pasti gue bakal upload foto foto gue, pasti banyak yang like postingan gue nih" Seru gadis itu kembali
"Ini semua gara-gara si kutub nih. Coba aja kalau, Eh, kenapa gue jadi ngomongin dia sih, ngerusak suasana aja" Tambahnya
....
"Kenalin gue Ilham" Ucap lelaki tampan dan keren berkulit bersih yang kini sedang menjulurkan tangannya.
"Naura" Balas Naura tanpa menoleh ke arah lelaki itu, karena sekarang perhatian nya sudah kembali ke pemandangan sunset dihadapannya
"Hmm, Oke. Kamu suka liat sunset ya?" Ucap lelaki itu kembali tetapi tidak mendapatkan respon apapun dari gadis itu
"Sunset nya cantik ya? Tapi masih kalah cantik dan kalah menarik dibanding wanita yang sejak tadi ngeliat sunset itu" Ucapnya sambil menunjuk sunset itu
"Basi" Ucap Naura singkat padat karena dia tahu lelaki itu berusaha menggoda nya
"Hehe. Sorry gue cuma mau kenal lebih dekat sama lu" Ucap lelaki itu kembali
"Ngomong-ngomong lu udah punya pas.." Ucapan itu terhenti saat handphone lelaki itu berbunyi
__ADS_1
"Sebentar, gue angkat telepon ini dulu ya" Jelas lelaki itu tanpa dipedulikan oleh Naura
....
"Assalamualaikum" terdengar suara kembali
"Ck. Udah deh lu lebih baik pergi aja, gue gak mau kenalan sama lu" Tegas Naura tanpa mau melihat kearah sumber suara itu
"Kamu tidak harus kenalan sama saya karena saya sudah kenal kamu. Kamu Naura, istri saya" Suara itu terdengar lagi dengan menekan pada kata istri.
Sontak gadis itu langsung menoleh kearah sumber suara itu.
"Eh, elu rupanya. Hmm sejak kapan elu disini?" Tanya Naura mengalihkan
"Seharusnya saya yang bertanya, sejak kapan kamu disini? Kenapa kamu tidak mengenakan hijab Naura?" Tanya Ustadz Fahri
"Ini jilbab gue, ini namanya trend, dulu gue biasa kok make ginian" Sambil menunjuk jilbab yang kini sudah menjadi seperti syal dilehernya
"Kamu pasti sudah tau bagaimana memakai jilbab yang benar, dan kamu pasti sudah sering mendengar kenapa jilbab itu harus menutup kepala dan dada seorang muslimah?" Ucap Ustadz Fahri
"Kamu lihat ke arah sana? Kamu lihat berapa pasang mata yang melihat kearah mu? Apakah kamu bisa menjamin kalau mereka semua berpikiran yang positif saat melihat mu seperti ini?" Timpal Ustadz Fahri dengan beberapa pertanyaan
"Lu kenapa sih bawel banget. Terserah gue dong. Lagian mereka liatin gue karena mata mereka aja tuh yang jelalatan" Sahut Naura ketus
"Astaghfirullah Naura, kamu istighfar Naura, kamu sadar kan apa yang kamu lakukan ini salah?" Tegas Ustadz Fahri dengan nada yang meninggi. Sepertinya kesabaran pria itu sedang diuji dengan sikap gadis di depannya, yang statusnya sebagai istrinya.
"Udah deh. Terserah" Balas Naura meninggalkan pria itu
"Astaghfirullahaladzim" Gumam Ustadz Fahri
__ADS_1