
.
.
Saat ini naura memberanikan diri untuk menemui papanya kembali, karena dia tau jika waktunya tidak akan banyak untuk menunda hal ini. Setelahnya dia harus kembali ke pondok karena saat ini dia tidak sendiri melainkan ada dua lelaki yang sedang menunggu nya ruang bawah.
"Papa..." panggil naura tetapi tidak ada jawaban.
"Papa...Pa..." Sekarang lebih dekat dan memegang tangan papanya, membuat pak satyo kini terbangun.
"Papa... naura mau ngomong sesuatu ke papa" ucap naura lembut dan dibalas dengan anggukan kecil oleh pak Satyo.
"Apa yang bisa buat papa senang sekarang?" tanya naura tetapi papa belum memberikan jawaban.
"Pa... apakah ucapan papa waktu itu masih berlaku untuk naura?" tanyanya kembali sedang kan pak Satyo hanya mengangkat sebelah alisnya
"Iya, tawaran untuk menjodohkan naura... Naura setuju menikah dengan pria pilihan papa" jelasnya
"Semua naura lakukan asal papa bahagia, papa bisa sembuh" sambung nya lirih
"Papa tidak mau jika kamu melakukannya karena paksaan" sahut papa setelah lama terdiam
.....
Kini gadis itu paham jika memang benar hanya menjalani perjodohan ini papanya akan segera sembuh, buktinya kini papa mau berbicara setelah lama terdiam.
....
"Naura ikhlas kok pa, naura mau menikah..." lirih gadis itu
"Baiklah jika kamu menginginkannya, panggil dia kemari" balas papa dengan wajah segar berbeda dari sebelumnya
__ADS_1
"Papa kok tau kalau naura datang bersama ustadz fahri, bagaimana bisa?" tanya naura mulai merasa aneh dengan papanya.
"Hemm...papa tau karena tidak mungkin kamu pulang sendirian karena tidak ada supir yang papa kirim untuk menjemput kamu" jelas papa dengan suara sedikit panik
"Ohhh..." balas naura sedangkan kini pak satyo terlihat menghembuskan nafas kasar.
"Ya sudah naura panggil mereka dul..".
"Tidak perlu, biar papa telepon saja penjaga untuk mengantar mereka kemari" potong papa dengan raut wajah gembira
.....
Naura yang melihat perubahan raut wajah papanya dibuat semakin curiga, pasalnya papanya tadi terlihat begitu lemas tak berdaya, tetapi sekarang saat menelepon pun suaranya menjadi kuat dan bersemangat.
.
.
.
"Anak muda, siapa nama kamu?" tanya pak satyo kepada ustadz fahri
"Alzam paman, nama saya alzam" jawab anak kecil itu
"Hahaha..."sontak pak satyo dan penjaga yang mengantar mereka tertawa
Sedangkan naura malah mengumpat dalam batinnya.
"Ck..lihat lah dia, dalam menjawab saja didahului anak kecil... begitu lama membeku dia jadi susah untuk bicara" batin naura
"Anak manis, saat ini bukan giliran kamu yang mendapat pertanyaan, tetapi dia..." ucap pak satyo
__ADS_1
"Abi maksud paman?" tanya arzam, dan dibalas senyuman oleh pak Satyo lalu memberi kode kepada penjaganya untuk membawa anak itu keluar
"Hmm...ayok anak muda, kita diluar saja...bermain mobil-mobilan" ucap penjaga itu
"Pistol air ada paman? Alzam mau main..."
Setelahnya mereka meninggalkan tempat itu.
....
"Khemm...jadi langsung saja ke pembahasan nya" mulai pak satyo
"Jadi kapan kamu mau menikahi putri saya?" tanya pak satyo, mendengar pertanyaan itu ustadz fahri langsung membelalakkan matanya
"Kenapa? Mau sekarang?" tanya kembali pak satyo.
"Uhukk..."ustadz fahri langsung terbatuk mendengar ucapan pria dihadapannya itu.
"Ck...baru ditanya begitu aja udah gak bisa jawab lu" sahut naura sambil tersenyum mengejek
"Afwan pak, tapi saya tidak bisa menikah karena keterpaksaan" ucap Ustadz fahri setelah nya.
"Apa maksudmu anak muda? Kamu yang terpaksa menikah dengan putri saya?" tukas pak satyo
"B-bukan pak,...saya takut putri anda yang terpaksa nantinya menjalani pernikahan ini, apalagi dia masih muda...masa depan dia masih panjang" tutur ustadz fahri
"Ck...kok dia jadi jual nama gue sih...gak bisa dibiarkan ni" batin naura
"Gue mau kok menikah...dan gue serahkan semua ke papa gue, gue siap...jadi elu gak usah nyari-nyari alasan lagi kalau gue yang Gak Mau Nikah!" tegas naura
"Nah, kamu dengar sendiri kan anak muda, putri saya mau menikah dengan kamu, masalah masa depan dia akan tetap melanjutkan sekolahnya dengan persetujuan dari kamu nantinya...jadi sekarang tinggal kamu, bagaimana?" tambah pak satyo.
__ADS_1
"Baik pak, untuk itu beri saya waktu untuk istikharah terlebih dahulu... setelah saya mendapatkan jawaban saya akan segera mengabari bapak dan juga putri anda" ujar ustadz fahri
"Hemm baiklah ... tapi waktu kamu juga tidak lama, ingat itu..." balas pak satyo.