
Cklek...
Terdengar suara pintu terbuka dari arah kamar mandi
"Naura..." Panggil ustadz fahri
"Hemm..." Sahut gadis itu dengan posisi ternyaman dengan memeluk bantal guling nya
"Kamu sudah tau maksud saya mengatakan hal tadi?" Tanya Ustadz fahri sambil merebahkan tubuhnya disamping gadis itu, sedangkan naura yang mendapat pertanyaan itu hanya menggeleng pasrah
Setelahnya terdengar hembusan nafas pria itu sebagai tanda ingin memulai pembicaraan.
"Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menganjurkan kaum muda agar menyegerakan menikah tujuan nya supaya mereka tidak berkubang dalam kemaksiatan, menuruti hawa nafsu dan syahwatnya. Karena, banyak sekali keburukan akibat menunda pernikahan"
"Apakah kamu tahu itu naura?" Tanya Ustadz fahri
"Hemmm..." Sahut gadis itu
"Dengan menikah, seseorang akan terpelihara dari perbuatan jelek dan hina, seperti zina, kumpul kebo, dan lainnya. Dengan terpelihara diri dari berbagai macam perbuatan keji, maka hal ini adalah salah satu sebab di jaminnya seseorang untuk masuk ke dalam Surga" Ujar Ustadz fahri kembali tanpa menoleh ke arah gadis disamping nya itu
__ADS_1
....
"Jadi naura... Apakah kamu tahu hak-hak seorang suami tatkala dilaksanakan oleh sang istri dengan penuh keridhaan maka akan berbuah pahala?" Tanya Ustadz fahri dengan tetap mengarahkan pandangannya ke depan.
"Salah satu hak suami terhadap istri adalah melayaninya ditempat tidur (jima’). Bahkan jika isteri tidak mematuhinya, malaikat pun akan ikut marah terhadap sang istri yang menolak suaminya tersebut" Terang ustadz fahri dengan rasa canggung untuk mengarah pada topik pembicaraan ini, tetapi dia merasa harus menasehati gadisnya itu secara perlahan.
"Apakah kamu sudah paham sampai sini?" Tanya Ustadz fahri tetapi tidak mendapatkan respon dari Naura
"Naura..." Panggil ustadz fahri kembali sambil melihat ke arah gadisnya
"Kamu sudah tidur?" Ucap ustadz fahri sambil memberikan gelengan kepala kecil
"Sepertinya aku salah memberikan nasihat di waktu malam" Ucap Ustadz fahri dengan menghela nafas kasar
.
.
Glek
__ADS_1
Refleks Ustadz fahri menelan salivanya dengan susah payah saat melihat selimut dan baju istrinya itu tersingkap sampai ke atas pusar.
Saat ini hawa panas telah menjalar ke dalam tubuh pria itu dan tampak keringat dingin di pelipisnya, tetapi pria itu tetap berusaha untuk menutup kembali baju gadisnya.
"Humphh..." Suara hembusan nafas yang nyaman tepat mengenai leher pria itu.
"Tahan fahri... " Lirih pria itu dan melanjutkan aksinya menutup selimut gadis itu sampai ke bagian pinggang nya agar kaki mulusnya tidak terekspos karena gadis itu sekarang menggunakan celana pendek di atas lutut.
"Emm..." Kini gadis itu menggeliat dan sedetik kemudian menyingkap kan kembali selimut itu hingga terjatuh ke lantai. Tak hanya itu gadis itu juga kembali menaikkan baju itu bahkan sekarang sampai setinggi kedua perbatasan bukit kembarnya itu sehingga menampakkan bra berwarna coklatnya.
Hawa panas ditubuh pria itu semakin terbakar hingga di detik berikutnya sesuatu yang kenyal dan basah tepat menempel pada leher jenjang gadis itu.
....
Ya, kini Ustadz fahri dengan penuh kesadaran mencium leher putih mulus itu. Ciuman yang begitu lembut kini berubah semakin menekan, sehingga menciptakan bekas mahakarya pria itu. Bahkan tidak hanya ciuman yang dilakukan pria itu melainkan tangannya kini telah menjalar sampai ke bagian punggung belakang yang mulus milik gadis itu yang sebelumnya sudah tersingkap sehingga memudahkan tangan pria itu menelusurinya.
Ustadz fahri begitu terhanyut dengan permainannya sendiri hingga tangannya sudah melepas kaitan bra gadis itu. Benda kenyal dan basah itu kini telah semakin turun menelusuri bagian bawah dari leher jenjang itu.
"Emm..." Suara desa*** keluar dari mulut gadis yang tengah tertidur itu saat merasakan geli di area sensitif nya karena sesuatu yang basah kini telah bermain disana. Selanjutnya tanpa sadar gadis itu membusungkan dadanya ke depan. Ustadz fahri semakin terbakar gairah saat gadisnya yang sedang tertidur itu mulai proaktif terhadap apa yang dilakukan nya. Hingga tanpa sadar pria itu memberikan gigitan kecil di area sensitif gadis itu.
__ADS_1
.
.