
.
.
"Na, sebenarnya kenapa sih orang tua lu bersikeras lu pindah ke ndalem?" Tanya je dengan rasa penasaran saat mereka berdua berada di dalam kamar lamanya
"Oh, itu... Hmm orang tua gue mungkin mau supaya gue lebih giat hafalannya" Ucap naura
"Tapi kan na kalau hanya menghafal kamu bisa datang aja gak perlu tinggal disana?" Timpal je kembali
"Ya udah sih, orang tua gue mau nya gitu. Kalau gue nolak gue bakal dipindahkan ke pesantren yang lebih pedalaman lagi" Balas naura berusaha tetap tenang
"Ohh gitu..." Je menganggukkan kepalanya tanda mengerti
"Tapi na gue kangen bangunin lu tiap subuh" Ucap je kembali
"Terus kalau di ndalem yang bangunin lu siapa? Elu kan susah kalau di bangunin" Ujar je
"Ck.. siapa lagi kalau bukan kutub utara" Ceplos naura
"Hah? Kutub utara? Maksud lu?" Maniak je kini membulat karena dia tahu maksud kutub utara itu adalah Ustadz fahri
"Eh bukan, gak mungkin lah Ustadz fahri yang bangunin gue hehehe " Sahut naura dengan cengiran kuda
"Aduh kok gue jadi teringat si kutub itu sih" Batin naura
"Gawat udah sore, gue balik dulu ya je ke ndalem" Ucap naura dan segera keluar dari kamar itu sementara je sahabat nya kini terlihat menujukkan ekspresi curiga
__ADS_1
.
.
Cklek (Terdengar suara pintu terbuka)
"Kamu habis dari mana?" Tanya Ustadz fahri mengejutkan gadis itu
"Eh elu... Assalamualaikum" Balas naura menyengir
"Wa'alaikumussalam... Jawab pertanyaan saya" Ucap Ustadz fahri dengan suara dingin
"Oh gue tadi habis dari kamar gue dulu" Sahut naura
"Segera mandi dan bersiap sekarang karena kita akan makan malam diluar" Ustadz fahri kemudian meninggalkan gadis itu
"Ck.. Pasti dia mau ngajak gue makan dipinggir jalan" Ketus naura dengan yakin
....
"Gue pakai gamis ini kali ya?" Monolog naura memilih gamis yang biasa karena dia yakin gamisnya pasti akan kotor saat dipakai duduk nantinya
"Oke sudah selesai" Ucap naura melihat penampilan nya
"Not bad lah kalau hanya dibuat nongkrong dipinggir jalan" Gumam gadis itu
....
__ADS_1
Kini mereka berdua telah sampai disebuah restoran megah yang ada di kota itu.
"Ayok turun" Ucap Ustadz fahri
"Ck gue gak mau turun" Balas naura sementara Ustadz fahri meresponnya hanya dengan menaikkan sebelah alisnya
"Iya gue gak mau makan di tempat itu... Lu liat pakaian gue kayak gembel sekarang dan lu malah ngajak gue ke restoran mewah ini!" Ketus gadis itu dengan wajah kesalnya
"Penampilan kamu tetap cantik" Puji Ustadz fahri dengan suara datarnya
"Ck... Gue gak percaya, jelas- jelas ini gamis rumahan yang sering gue pakai" Bantah naura
"Pokoknya gue gak mau turun karena gue gak lapar" Sambung gadis itu
Kruk kruk
"Kamu yakin gak lapar? Makanan disini enak loh" Ucap Ustadz fahri dengan tersenyum geli setelah mendengar suara perut gadis itu
"Ck... Oke gue turun" Naura terpaksa turun untuk menutupi rasa malunya akibat suara para anak cacing yang sudah berdemo di dalam perutnya
....
"Ini nona silahkan dimakan" Ucap seorang pelayan sambil menyuguhkan beberapa macam hidangan makanan di meja mereka saat ini.
"Ini makanan mahal semua? Emang lu punya duit?" Tanya naura heran
"Insyaallah, uang saya masih cukup untuk makan disini" Ucap Ustadz fahri
__ADS_1
"Ck.. gaya amat lu, liat aja gue kerjain lu" Batin naura menampakkan senyuman sinis nya