Memikat Hati Ustadz Dinginku

Memikat Hati Ustadz Dinginku
BAB 37. Hasil Istikharah


__ADS_3

.


.


Setelah ashar mereka bertiga pamit kembali ke pesantren. Sebenarnya dalam hati kecil naura dia ingin sekali tinggal di rumahnya tetapi berhubung membawa arzam akhirnya dia memutuskan untuk ikut mereka.


Sekarang sudah setengah perjalanan mereka lalui, dan waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 wib.


"Aunty alzam nantuk.... biasanya ama umi tepala alzam celalu di eyus-eyus" tutur anak itu.


"Baiklah tante bakal usap-usap ya...tapi arzam tidur ya" balas gadis itu sambil memenuhi keinginan anak kecil itu. Tak lama kemudian anak itu pun tertidur pulas, kemudian gadis itu terlihat ingin menyusul anak itu ke alam mimpi. Tetapi suara ustadz fahri menggagalkan nya.


....


"Khemm... naura, kamu sudah tidur?" tanya ustadz fahri memulai percakapan


"Ck...sudah jam tinggi baru mulai ngomong. Lebih baik gue lanjut otw tidur aja kali ya" Batin naura.


"Ehh, tapi gue penasaran apa yang mau dia omongin...secara kan dia irit ngomong, bahan pembicaraan apa sih yang udah dia persiapkan sampai mau ngomong duluan ke gue?" lanjut nya masih dalam batin dan pikirannya.


....


"Iya ada apa?" tanya naura membuat ustadz fahri terkejut karena baru mendapatkan respon setelah dua menit berlalu


"Kenapa diam? Kan elu yang manggil gue tadi" timpal naura melihat kearah ustadz fahri


"Iya, saya mau tanya kenapa naura menerima perjodohan ini?" tanya ustadz fahri


Deg

__ADS_1


Deg


...


Entah kenapa pertanyaan itu mampu membuat jantung nya berdetak kencang, padahal kalimat itu sudah sering diucapkan. Tapi kali ini situasinya berbeda.


"G- g gue cuman pengen papa gue seneng" jawab naura canggung


"Alasan yang lain?" tanya ustadz fahri kembali.


"T-tidak ada" menahan rasa gugupnya


"Baiklah..." balas ustadz fahri sementara gadis itu terus menunggu kelanjutan dari pembicaraan mereka tetapi sampai sekarang ustadz fahri belum membuka suara kembali


"Ck...gitu aja? Lu udah ganggu gue mau tidur...Ini lagi jantung kenapa lagi pake berdebar gak jelas" batin naura merutuki pria itu dan jantungnya.


.


.


"Bisa-bisa nya si kutub utara gak bangunin gue tadi, malah security pesantren yang bangunin... kenapa sih lu buat kesel terus" ucap naura saat memasuki kamarnya tanpa mengucapkan salam membuat kedua temannya yang sedang belajar terkejut akan kehadirannya.


"Naura kamu udah pulang? Kenapa gak ucap salam?" tanya je


"Iyaiya gue lupa". "Assalamualaikum" salamnya kemudian dibalas oleh kedua temannya itu.


"Sepertinya kamu lagi kesel, tidak ada masalah kan na? Bagaimana keadaan papa kamu sekarang?" tanya mira


"Gak kok, keadaan papa juga lebih baik..." jawab naura.

__ADS_1


"Setelah gue setujui perjodohan itu" ucapnya melanjutkan kalimat itu tetapi hanya dalam batinnya.


"Alhamdulillah..." sahut kedua temannya


"Sekarang lebih baik kamu ganti baju dulu, setelah nya istirahat...pasti kamu lelah kan..." Lanjut mira.


.....


Di ruangan yang berbeda ustadz fahri terlihat belum bisa terlelap dari tidurnya. Dia masih memegang buku dan sebuah gelang. Sesekali dia tersenyum membayangkan kejadian saat dia bersama gadis itu selama di dalam perjalanan.


"Astagfirullah..." ucap pria itu Setelahnya. Dia pun kemudian memaksakan netra nya agar terpejam.


.....


Tepat pukul 02.50 ustadz fahri terbangun dari tidurnya, kini ustadz fahri melakukan istikharah dalam doanya. Di dalam doanya dia sebut nama gadis yang akan dijodohkan dengan nya... Meminta petunjuk jika memang benar gadis itu yang terbaik untuknya...


.


.


"Naura...." desis ustadz fahri setelah nya dia berteriak mengulang kembali nama yang sama


"Astagfirullah...Naura" lirih ustadz fahri saat tersadar dari mimpinya kemudian dia mengusap wajahnya lalu segera bangun karena kini sudah menujukkan waktu subuh.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2