
.
.
Saat ini naura telah kembali ke pesantren.
"Papa marah sama naura?" tanya gadis itu saat mereka telah berada di gerbang santriwati tetapi pak satyo hanya diam.
"Naura minta maaf karena udah buat papa kesel" lirih Gadis itu karena dia juga tidak ingin papanya pulang masih dengan rasa kesal kepadanya.
"Papa tidak akan marah jika kamu mempertimbangkan perjodohan ini" jelas papa membuka suara.
"Ck, pa.. cukup dong..." Kesal gadis itu, karena sejak tadi hanya perjodohan yang ada pikiran papanya.
"Papa gak perlu khawatir, naura masih muda...pasti ntar dapat jodoh kok pa... lagian naura juga masih mau sekolah dulu" jelas gadis itu cepat dengan nafas memburu.
Namun sudah tidak ada tanggapan dari pak satyo, karena pria paruh baya itu kini memilih pergi meninggalkan tempat itu begitu saja.
.
.
POV Papa Naura
"Apa???" suara lantang pak satyo memenuhi ruang kerjanya
"Bawa mereka semua kehadapan saya sekarang" ucapnya segera lalu mengakhiri panggilan telepon itu.
....
"Bagaimana bisa Putri saya hilang? Bukankah laporan terakhir kalian mengatakan bahwa Putri saya sedang berada di museum itu?" tanya pak satyo dengan nada tegasnya
"M-maaf tuan...tapi non naura tiba-tiba hilang dari museum" jawab salah seorang bodyguard itu.
Ya selama ini ternyata pak satyo mengirimkan dua bodyguard untuk menjaga naura, bahkan selama di pesantren kedua bodyguard itu setiap harinya harus berjaga diluar gerbang dan terus mencari informasi keadaan anak tuannya itu.
__ADS_1
Sebenarnya alasan dia mengirim bodyguard itu karena merasa khawatir dengan keadaan Putri satu satunya itu, ditambah dia juga takut jika sewaktu-waktu putrinya itu akan berbuat nekad untuk kabur dari pesantren itu.
"Ck ..apa gunanya saya mempekerjakan kalian jika mengurus anak saya saja kalian tidak becus" tutur pak satyo ketus
"Dalam waktu kurang dari satu jam saya mau sudah ada informasi terbaru dimana Putri saya" ancam pak satyo setelah nya
"B-baik, tuan ..."lirih pria bertubuh kekar itu
.....
"Dimana kamu sekarang naura? Kenapa kamu selalu membuat masalah" gumam pak satyo dengan rasa khawatir bercampur kesal, pasalnya sudah banyak laporan kejadian selama di pesantren yang dia terima. Tetapi dia selalu menyelesaikan semua masalah gadis itu meskipun dari jarak jauh, karena dia tidak ingin putrinya akan semakin manja jika tau semua masalah gadis itu dialah yang selalu menyelesaikannya.
...
Malam harinya pak satyo telah berada di lingkungan pesantren setelah mendapatkan kabar terbaru dari mata-mata nya yang mengatakan bahwa dapat dipastikan Putrinya itu masih berada di dalam museum karena berdasarkan Cctv dari arah luar tidak ada tanda-tanda gadis itu beranjak pergi dari museum.
"Assalamualaikum..." salam pak satyo kepada kyai.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh... akhirnya kamu sampai juga tyo" jawab kyai
"Aku juga mad...gak nyangka sekarang pesantren kamu semakin jaya" puji pak satyo kepada kyai Ahmad Abdullah
"Alhamdulillah.... semua karena ridho Allah" "Tapi aku lebih bangga kepada sahabat ku yang kini menjadi pengusaha sukses" balas kyai Abdullah
"Kamu terlalu berlebihan...aku malah ingin seperti kamu" sahut pak satyo tidak mau kalah.
"Hahaha kamu tidak pernah berubah... selalu mau apapun yang aku punya" ucap kyai terkekeh mengingat masa-masanya dulu bersama sahabatnya itu.
Setelah selesai bernostalgia kini pak satyo mulai menceritakan tujuan awal dia datang ke pesantren itu.
"Ini serius tyo? Bagaimana mungkin putri kamu bisa hilang... sedangkan tidak ada laporan apapun dari para ustadz maupun ustadzah terkait masalah ini" ucap kyai setelah mendengar penuturan dari pak satyo tentang naura
"Tapi kenyataannya ini memang benar mad.." "putri ku hilang saat berada di museum...aku rasa ustadzah maupun ustadz tidak memberi tahu karena mereka juga berusaha mencari putriku" sahut pak satyo
"Kenapa kamu bisa tahu semuanya? Apakah mata-mata kamu selalu mengikuti kemanapun putri kamu berada?" tanya pak kyai menelisik karena dia tahu betul bagaimana sifat sahabatnya itu
__ADS_1
"Haha ..kamu seperti baru kenal aku" jawab pak satyo sambil tertawa kecil dan diangguki mengerti oleh kyai Abdullah
"Jadi apa informasi dari mata-mata kiriman mu?" lanjut pak kyai
"Mereka bilang kemungkinan besar putriku masih berada di dalam museum, maka itu aku ingin mengajak kamu ke museum itu untuk mencari putriku" ujar pak satyo
"Baiklah tunggu sebentar aku akan bersiap dulu" balas kyai
.
.
Sekarang kedua pria paruh baya itu sudah berada di dalam mobil, jangan lupakan tentang bodyguard serta mata-mata yang selalu bersama pak Satyo.
"Ternyata sikap kamu tetap seperti dulu, selalu memberikan perhatian dengan cara tak terduga" mulai pak kyai setelah sejak tadi mereka berdiam dan hanya dibalas senyuman oleh pak satyo.
"Ngomong-ngomong apakah istri mu tau hal ini?" tanya pak kyai
"Belum...aku tidak mau membuat nya khawatir...sudah cukup tiap malam dia bersedih karena putrinya tidak berada di rumah" lirih pak satyo
"Ya aku paham... Semoga putri kita cepat ketemu" balas pak kyai sedang kan pak Satyo kini tersenyum setelah mendengar kata 'putri kita'... entah kenapa kini muncul dipikirannya untuk menjodohkan anak-anak mereka.
"Kamu punya putra kan mad?" tanya pak satyo dan diangguki oleh pak kyai tetapi untuk saat ini niatnya itu masih dia urungkan.
.
.
Wah Wah... jadi yang sebenarnya Papa naura hanya berniat menjodohkan naura dengan anaknya kyai Abdullah Ygy.... Hanya Kebetulan aja Ustadz fahri melancarkan niatnya...
Kira-kira Bagaimana ya Pak Satyo, Ustadz fahri dan Naura menyelesaikan semua ini?
Lalu Gimana dong dengan Gus fajar Nantinya ???
Kasi like dan komen kalian ya guys...😉
__ADS_1