
.....
Saat ini gadis berinisial N dan kedua temannya sedang mengantri untuk mengambil makan siang. Wajah lesu dan bertambah lesu karena menahan malu dan rasa lapar menjadi satu.
"Na, kamu kenapa sih...kok diem aja" tegur je saat mereka duduk bersama. "Gue gapapa kok" balas naura singkat. "Kamu ada masalah apa, cerita dong ke kita" tambah mira. "Gue lagi kesel sama ustadz kutub utara...sok kegantengan banget sih jadi cowok" umpat naura kesal. "Ssstt na, pelanin suara kamu, nanti ada yang denger" ucap mira.
"Emangnya ustadz kutub utara itu siapa?" Sahut je penasaran.
"Ck masa lo gak tau sih, ustadz fahri lah, yang songong minta di tumbok" jelas naura, Padahal dalam hati minta disayang :))
"Ohh masalah yang tadi...itu wajar sih, abisnya kamu sih nanya kok aneh gitu" sahut je. "Kok aneh sih, itu biasa aja kali. Kalau aneh tuh kalau gue bilang 'ustadz mau gak Lo jadi pacar gue?' " balas naura
"Tapi ustadz itu beda na, mau kamu puji dia ganteng sekalipun.....". "Ya...gue tau" potong naura girang sehingga je tidak melanjutkan ucapannya
"Apa yang kamu tau?" tanya je dengan rasa penasaran. "Kita liat aja mampu gak ustadz kutub itu terus nolak pesona gue" ucap naura dengan senyuman sinis.
.....
Sore harinya tampak naura kini telah berada di samping ndalem kediaman Ustadz fahri untuk menyatakan cinta kepadanya. Karena gadis itu yakin ustadz fahri akan menerima dirinya.
"Selama ini belum ada yang nolak gue, bahkan banyak yang antri untuk nunggu gue jomblo" batin naura
"Ck mana sih ustadz Kutub itu? Kenapa gak nampak sih" gerutu naura sambil terus mengintip
Hampir lima menit naura berdiri dan melihat kearah dalam melalui jendela tetapi hasilnya tetap nihil hanya gelap dan tidak terlihat apapun didalam
"Kaca sialan... beruntung kali ini lu ya" ketus naura sambil menunjuk dan mengumpat kaca di depannya itu.
"Huffssss" terdengar hembusan nafas kecewa dari gadis itu setelahnya dia berlalu pergi.
Sementara setelah kepergian nya terlihat seorang lelaki dari arah dalam terlihat asik memperhatikan gadis itu. Ya, itu adalah ustadz fahri. Ustadz fahri hanya menggeleng heran melihat tingkah laku gadis itu sambil tersenyum tipis.
.....
__ADS_1
"Na kamu habis dari mana sih kok cantik banget" tanya je kepada gadis itu saat memasuki kamar mereka
"Abis liat Kutub Utara yang gagal mencair" sahut naura ketus dan menyambar salah satu buku yang tertumpuk di atas meja.
Lembar demi lembar buku yang gadis itu buka telah berganti tetapi hanya dijadikan pelampiasan kekesalan gadis itu saja.
....
Sampai akhirnya netra gadis itu mulai tertuju pada kutipan dari sebuah buku yang dari tadi hanya di bolak baliknya saja : ' "Dan cinta, adalah melalui beberapa pintu. Ada dari pintu sayang, ada dari pintu kasih, ada dari pintu rindu, tetapi yang paling aman dan kekal, ialah cinta yang melalui pintu kasihan itu' ".
"Apakah ini suatu petunjuk buat gue?" batin naura dengan senyuman manisnya.
"Na, kamu kenapa kok senyum senyum sendiri?" tanya mira bingung karena raut wajah gadis itu yang semula kesal kini berubah menjadi semringah.
"Ini buku siapa? Gue pinjam ya" ujar naura tanpa menjawab pertanyaan mira dan berlalu meninggalkan mereka berdua begitu saja.
....
Pukkkk..
Kini konsentrasinya buyar begitu saja saat mendengar suara yang berasal dari semak semak yang tercipta dari tanaman hias bugenvil berwarna warni itu. Naura kemudian menoleh ke kanan dan kiri tetapi belum mendapatkan penyebab sumber suara itu.
Saat naura mencoba menghiraukan suara itu dan kembali fokus kepada novelnya sampai tiba-tiba....
"Duarrrrr...." Dari arah depan seseorang mengagetkan gadis itu.
"Dasar ya lo cowo tengil... Ngapain lo disini?" ucap naura dengan kesal kepada gus fajar yang telah berhasil membuatnya terkejut.
"Heheh sorry... Abis nya tadi gue liat ada Kunti yang lagi serius banget baca... jadi gue penasaran" jelas gus fajar
"Ck..jadi maksud lu gue Kunti nya gitu?" Sahut naura sambil memberikan pukulan ke bahu lelaki itu dengan buku yang dipegangnya.
"Awww...iyaiya sorry" kini pukulan gadis itu pun terhenti.
__ADS_1
"Elu kok kasar banget sih jadi cewek" ucap gus fajar sambil mengelus bahunya. "Rasain.." balas naura
"Elo baca apaan sih kok serius amat?" tanya gus. "Bukan urusan lo" jawab naura sinis sambil menutupi novelnya menggunakan hijabnya.
"Ya udah deh kalau gitu gue pergi aja" pungkas gus fajar. "Ehhh.. tunggu" sambar naura menghentikan pergerakan lelaki itu.
"Apa??" tanya gus fajar. "Gue butuh bantuan lu ni" mulai naura.
"Bantuan??" tanya kembali lelaki itu dengan menaikkan sebelah alisnya. "Iya..gue mau info tentang kakak lu yang dingin itu" jelas naura santai. "Untuk? Mau apain mas gue lu?" tanya gus fajar tak percaya.
"Ya elah gak bakal gue macem macemin kali kakak lu yang dinginnya melebihi Kutub Utara...Gue cuma mau tau aja apa yang kakak lu suka dan yang gak dia suka" tegas naura
"Memang apa untungnya untuk gue kalau gue kasih tau ke elu?" tanya gus fajar sementara naura kini berpikir bagaimana cara agar Gus fajar mempercayai ucapannya.
"Hmm jadi gini, berhubung gue sering mendapat hukuman dari kakak lu jadi gue berencana untuk berubah...jadi gue mau tau apa aja yang kakak lu sukai dan yang gak lu sukai" jelas naura diakhiri dengan senyuman tipis nya.
"Ck..gue masih gak percaya sama ucapan lo" sahut ketus gus fajar
"Ingat ya lu masih ada 2 hutang sama gue dan lu harus turuti kemauan gue ini untuk menebus satu hutang lu" ancam naura. "Ck...Dasar cewe bar-bar" gerutu gus fajar
"Apa lu bilang?" tanya naura. "Gak, maksud gue, Oke gue akan kasi info tentang mas gue ke elu tapi awas sempat lo berniat jahat ke mas gue, lu tanggung akibatnya" jelas gus fajar menatap tajam kearah naura.
"Ck elu percaya deh sama gue" sahut naura
Setelahnya naura mendengarkan semua setiap perkataan gus fajar dan sambil mengingat poin yang penting dari seluruh penjelasan lelaki itu.
"Oke...thanks ya infonya, berarti sisa hutang lu ke gue tinggal satu...ingat itu" ucap naura dengan senyuman manisnya sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Sementara kini gus fajar hanya terdiam melihat gadis itu yang berlalu pergi meninggalkannya
"Dasar cewek bar-bar berwujud bidadari" lirih gus fajar. Ya lelaki itu kini terpana melihat senyuman dan tingkah gadis yang sudah menghilang dari tempat itu.
"Astagfirullah..."ucap gus fajar tersadar untuk menahan rasa terpesona nya terhadap gadis yang bukan mahramnya.
__ADS_1