
Setelah pelajaran selesai, sekarang adalah jadwal setoran hafalan gadis itu kepada ustadz fahri.
"Gue mau hafalan sama dia tapi gue masih malu mengingat kejadian tadi. Ahh, sudahlah gue gak mau jumpain dia dulu" kesal naura
.
.
Sudah terhitung tiga hari naura tidak menyetorkan hafalan kepada ustadz fahri, kini gadis itu hanya menyetorkan hafalan kepada mira. Alasannya bukan karena masih merasa malu terhadap kejadian tempo lalu, tetapi selama beberapa hari ini naura juga tidak melihat keberadaan ustadz fahri di pesantren ini.
Tepat dihari ini pula adalah hari kunjungan para santri ke museum. Hari ini giliran dari kelas naura yang dijadwalkan melakukan kunjungan.
Bersama dengan yang lainnya kini naura telah berada di bus.
"Na, lu tau gak hari ini kita kunjungan nya bareng Gus fajar...lu pasti seneng kan" ujar je dengan gaya membayangkan lebay nya. "Ck..bilang aja lu yang seneng" balas naura sambil menyenggol lengan je karena saat ini je tepat berada disampingnya sementara mira kini membantu ustadzah untuk mempersiapkan keberangkatan.
"Eh tapi ngomong-ngomong, hati gue kayak nya bakal berpindah ke gus fajar deh" tutur je. "Terus... emang gue pikirin" ketus naura. "Ihhh lu kok gitu sih na... seharusnya lu semangati gue, gue udah berhari-hari ditinggal suami gue gak dikasih kabar...mana rasa iba lu?" jelas je dengan teramat lebay bagi naura.
"Suami? Maksud lu apa sih?" tanya naura mulai malas.
"Eh mantan suami gue maksudnya, siapa lagi kalau bukan ustadz fahri" jelas je dengan suara lirih diakhir kalimat karena bagaimanapun dia juga takut terhadap santriwati lain yang juga menyukai ustadz fahri.
"Ck...Halu Lo gak habis habis ya" umpat naura sedangkan je hanya menyengir tak berdosa
"Tapi lu harus ingat...gue udah Gegana selama empat hari ini jadi gue mau move on aja dan berpindah ke...." ucapan je kini terhenti saat mulut nya ditutup oleh naura
"Diam... lihat para santriwati pada pindah ke belakang" bisik naura
"Assalamualaikum semuanya..." salam ustadzah dewi. "Wa'alaikumussalam ustadzah" balas semua santriwati.
"Beberapa santriwati telah ustadzah suruh berpindah ke belakang karena di dalam bus ini terkhusus dibagian depan akan ada Ustadz fahri dan ustadz maulana untuk menjaga kita" terang ustadzah dewi
__ADS_1
Tidak lama ustadz fahri dan maulana pun memasuki bus itu dan duduk seperti penjelasan ustadzah dewi, sementara naura dan je yang posisinya bersebrangan dengan ustadz fahri dapat dengan jelas melihat ustadz fahri.
"Na gimana ni, pesona dia itu loh na...jangan sampai gue goyah na untuk rujuk lagi sama dia...tahan gue na, tahan" ucap je
"Lebayy Lo je...diem" ketus naura karena kesal, bukan hanya kesal mendengar ucapan je yang sejak tadi berbicara tidak penting tetapi naura juga kesal karena mengingat ustadz fahri yang sudah mempermalukannya hingga tidak ada kabar belakangan ini.
Tetapi sialnya ucapan naura terdengar oleh semua orang yang ada di bus itu karena saat dia berbicara semua pada terdiam.
"Emmm Maaf..." lirih naura lalu menutup wajahnya dengan sebelah tangannya
....
Kini naura bersama yang lainnya telah sampai dengan je terus berada disampingnya. Entah mengapa gadis itu kini terlihat kesal dengan temannya itu yang sejak tadi hanya berbicara dan membandingkan kakak beradik yang menjadi idamannya.
"Na, lu liat sebelah sana..." sambil menunjuk kearah sekumpulan santriwan
"Calon suami baru gue damage nya keren banget ya na...sumpah makin kelepek-kelepek ni gue" sambil menggigit ujung kuku jari jempolnya.
Karena tidak ingin mendengar ucapan yang menambah sakit telinganya naura memutuskan pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan je.
"Jadi na, menurut lo gimana? Gue harus pilih mantan atau yang baru?" tanya je
"Na...na..." panggil je sambil melihat kesegala arah tetapi tidak menemukan gadis itu. "Nauraaaaaaaa" batin je berteriak kesal
....
Saat ini naura sudah berada di sebuah lorong untuk mencari letak toilet
"Dimana sih toilet nya" ucap naura kesal
Saat terus berjalan menelusuri lorong itu naura merasa ada langkah seseorang mengikutinya dari arah belakang
__ADS_1
"Gak ada siapapun kok....apa mungkin perasaan gue aja ya" lirih naura setelah menoleh ke belakang
Tetapi kini rasa khawatir naura bertambah saat dia melihat sekelebat bayangan dari arah sampingnya. Namun naura memberanikan diri mendatangi arah bayangan tadi.
"Ada orang disana?" teriak naura sambil memegang tengkuk yang kini bulu kuduknya sudah berdiri
"Kayaknya lebih baik gue balik aja deh ke tempat tadi" gumam naura
Bukkkk...
Saat hendak berbalik seseorang memukul punggung belakang naura dari arah belakang. Seketika semula cahaya dapat masuk ke netra gadis itu kini perlahan sirna, kelopak mata gadis itu perlahan menutup tanpa paksaan.
....
Di tempat yang lainnya je sedang mendengarkan penjelasan dari ustadz fahri tentang keutamaan belajar memanah karena kebetulan saat ini ustadz sedang menujukkan salah satu peninggalan sejarah nabi.
“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki” (QS. Al-Anfaal: 60). Dalam (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah ) Ketahuilah bahwasanya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwasanya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwasanya kekuatan itu adalah memanah.”
"Jadi dari Al Qur'an dan hadits dapat kita simpulkan bahwa nabi menganjurkan kita untuk berlatih memanah karena memanah juga memiliki keutamaan salah satunya menembak satu panah kepada musuh baik kena atau tidak kena, pahalanya setara dengan memerdekakan budak dan Barangsiapa yang menembak satu panah yang mengenai musuh dalam jihad fii sabilillah, baginya satu derajat di surga" Masyaallah, Wallahu a'lam semoga kita termasuk orang-orang yang menjalankan Sunnah Rasulullah" jelas ustadz fahri
....
Para santriwati terlihat sangat antusias mendengarkan penjelasan dari ustadz fahri. Bukan hanya penjelasannya tetapi saat ini mereka juga bebas memandangi ustadz fahri untuk melepas rasa rindu setelah tiga hari tidak melihatnya. Tetapi berbeda dengan je, perempuan itu terlihat cemas karena sejak tadi dia belum melihat keberadaan dari naura.
"Nauraa lu dimana sih..." lirih je. "Atau lu kesel ya sama gue makanya gak mau lagi berada di dekat gue" lirihnya kembali dengan nada sedikit kecewa
.
.
.
__ADS_1
.