
....
Saat ini jam menunjukkan pukul 15.30 sudah memasuki waktu ashar sekaligus waktu bagi mereka semua untuk mengakhiri kunjungan di museum ini.
Saat ini semua santriwati telah berkumpul untuk kembali ke dalam bus mereka.
"Jihan, ada?" tanya ustadzah Dewi mengelist nama para santriwati sebelum masuk ke bus mereka.
"Jannah?". "Iya Bu ada" sahut je. "Naura?". "Naura??" tanya ustadzah dewi kembali...tetapi tetap tidak ada jawaban.
"Jannah, kamu tahu keberadaan naura?" tanya ustadzah dewi yang kebetulan melihat kearah je yang menoleh seperti tengah mencari keberadaan seseorang
"Saya tidak tahu ustadzah, terkahir kali saya melihatnya saat pertama kali kita sampai di sini" jelas je. "Berarti sekitar hampir 2 jam naura tidak bersama kamu?" tanya ustadzah. "Benar ustadzah" lirih je mengkhawatirkan temannya itu
Kini para santriwati yang masih berada diluar bus mulai menceritakan naura, ada yang iba bahkan ada yang menyalahkannya.
"Udahlah je, gak usah bersandiwara gitu...temen lu itu paling cuman nyari perhatian doang, atau jangan-jangan dia memang nyari kesempatan untuk kabur, secara kan dia gak betah tinggal di Pesantren" ketus fara
"Jaga ya ucapan lu! naura gak mungkin seperti itu" bantah je geram kini rasa khawatir akan naura berganti menjadi rasa emosi
"Ck.. emang bener yang gue bilang, naura itu pasti pura pura hilang padahal...kabur..upsss" timpal fara dengan menutup mulutnya diakhir kalimat nya
"Elu..." je hendak mendekat kearah Fara untung saja dihentikan oleh mira
"Je, kamu kenapa?" tanya mira sambil memeluk je. "Naura, mir...dia entah dimana" ucap je dengan mata memerah
"Astaghfirullah, bagaimana bisa je..bukan kah dia sejak tadi bersama kamu" sahut mira karena sejak tadi mira juga sibuk membantu para ustadzah mendokumentasikan kegiatan kunjungan hari ini.
"Iya mir tadi sama gue, tapi sekarang gue gak tau dia dimana" isak je, kini gadis itu telah menangis.
"Ya sudah je kamu tenang dulu ya, naura pasti ketemu kok kita cari naura sama sama ya" tutur mira berusaha menenangkan je.
"Ck..ngapain sih kalian peduli sama tuh perempuan bar-bar, dia tuh bawa dampak buruk ke kalian, liat bahasa 'lu gue' nya sekarang udah meracuni pikiran je" tukas fara
....
__ADS_1
"Anak-anak semuanya jangan ribut.." tegur ustadzah dewi. "Untuk masalah naura kalian tidak perlu khawatir karena ustadzah Nissa telah menelpon ustadz maulana dan yang lainnya untuk mencari naura...jadi untuk kalian segera berbaris kembali untuk list nama sebelum kita berangkat kembali ke pesantren" terang ustadzah Dewi
"T- tapi ustadzah, bolehkah saya tinggal disini untuk mencari keberadaan naura juga ustadzah?" tanya je.
"Benar ustadzah saya juga ingin membantu mencari" tambah Mira
"Je, Mira... ustadzah tahu kalian berdua khawatir sama naura, tapi ustadzah juga gak mau kalian Kenapa kenapa, lebih baik kita pulang sekarang...kita berdoa saja untuk keselamatan Naura, dan kita doakan semoga ustadz berhasil mencari naura" jelas ustadzah Dewi dan diangguki oleh kedua perempuan itu
.....
Ditempat yang berbeda kini ustadz maulana telah memberi tahu kepada ustadz fahri
"Astaghfirullah.." ucap Ustadz fahri setelah mendengar penyampaian dari ustadz maulana.
"Jadi Ustadz sepertinya kita butuh bantuan ustadz Iqbal dan Hanif untuk membantu mencari keberadaan santriwati itu" jelas ustadz maulana
"Baik ustadz...saya akan hubungi mereka" lalu dia menelepon ustadz Hanif.
.....
"Santriwati kita ada yang hilang? Siapa ustadz?" tanya ustadz Hanif dari sambungan telepon selulernya.
....
"Baik ustadz akan saya kumpulkan santriwan segera, setelah nya saya akan membantu mencari" pungkasnya setelahnya sambungan telepon pun terputus.
"Ada apa nif?" tanya ustadz Iqbal yang sejak tadi berada disebelahnya
"Salah satu santriwati kita Naura, dia hilang" ucap Ustadz Hanif
"Apa? Hilang?" Tanyanya memastikan dan diangguki ustadz hanif.
"Eh tadi siapa kamu bilang? Naura? Bukankah dia santriwati baru yang selalu buat masalah?" ucap ustadz Iqbal. Karena kebetulan dia pengurus administrasi di pesantren jadi dia tahu setiap laporan yang masuk dari gadis bernama Naura itu.
"Suttt...pelanin suara kamu bal, gak enak di dengar yang lain" peringat ustadz hanif.
__ADS_1
Sementara di balik tembok itu terlihat seseorang sejak tadi mendengar ucapan mereka.
..
Setelah selesai mengumpulkan semua santriwan kini ustadz hanif dan Iqbal akan pergi untuk mencari gadis yang hilang itu.
"Assalamualaikum ustadz" sapa seseorang yang ternyata itu Gus fajar
"Wa'alaikumussalam" balas keduanya.
"Hmm ustadz, sebelumnya saya minta maaf karena tadi tidak sengaja mendengar ucapan ustadz yang mengatakan jika salah satu santriwati yang bernama naura hilang. Benarkah itu ustadz?" tanya gus fajar sopan
Setelah mendengar kan semua penjelasan ustadz hanif kini Gus fajar menawarkan diri agar diizinkan untuk membantu mencari gadis itu.
"Ustadz, bolehkah saya membantu mencarinya?" pinta gus fajar kedua pria itu saling beradu pandang karena mereka juga bingung disatu sisi dia adalah seorang Gus tetapi di satu sisi lagi dia santriwan mereka.
"Ustadz, bukankah dengan semakin banyak yang mencari maka Naura akan lebih mudah untuk ditemukan?" terang gus fajar karena tidak mendapat respon apapun dari kedua pria itu
"Hmm baiklah Gus, mari ikut kami" ajak ustadz hanif
.
.
Saat ini mereka sudah berada ditempat yang sama dengan ustadz fahri dan maulana.
"Fajar..kamu ngapain kesini?" tanya Ustadz fahri
"Hanya membantu mencari" jawab gus fajar singkat dan diangguki oleh ustadz fahri.
Setelahnya mereka mendatangi ruang cctv untuk melihat keberadaan naura terakhir kali. Tapi begitu mengejutkannya saat ini cctv itu rusak, sehingga tidak dapat digunakan untuk melacak keberadaan gadis itu.
Sehingga selanjutnya mereka semua sepakat untuk menelusuri seluruh ruangan yang ada di museum itu.
.......
__ADS_1